Menu

Dolar AS Naik Terdukung Optimisme Ekonomi AS

Nadia Sabila

Dolar AS menguat pasca pengumuman anggaran infrastruktur masif oleh Presiden Joe Biden. Pasar optimis jika hal ini dapat mendukung pemulihan ekonomi AS.

Seputarforex - Indeks Dolar AS naik 0.37 persen ke 93.29 di sesi perdagangan Selasa (30/Maret) malam ini, didukung oleh naiknya ekspektasi inflasi dan pemulihan ekonomi AS. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Presiden AS Joe Biden yang meluncurkan rencana anggaran $3-$4 trililun untuk sektor infrastruktur.

John Doyle dari Tempus Inc. Washington mengatakan bahwa akselerasi vaksinasi dan anggaran infrastruktur dalam jumlah besar menjadi pendorong yield obligasi AS. Sehingga, tak heran bila Dolar AS kemudian ikut terdukung naik.

Kenaikan Dolar AS tampak mencolok versus Euro dan Yen. EUR/USD turun 0.40 persen ke 1.1718, sedangkan USD/JPY naik dengan persentase yang sama ke 110.26. Keunggulan Dolar AS terhadap Euro lebih disebabkan oleh kesenjangan antara Amerika Serikat dan Eropa mengenai situasi COVID-19. Sementara itu, Yen menjadi mata uang paling terpengaruh oleh ekspektasi kenaikan inflasi AS. Para analis juga mencermati bahwa pair USD/JPY sejauh ini terlihat berbanding lurus dengan yield obligasi jangka panjang AS.

 

Kepercayaan Konsumen AS Membaik, Pasar Tunggu NFP

Terlepas dari isu-isu di atas, rilis data kepercayaan konsumen AS malam ini tercatat positif bagi USD. CB Consumer Confidence meningkat ke 109.7 di bulan Maret, tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan ke 96.9, dan lebih baik dari pencapaian periode sebelumnya di level dari 90.4. Para ekonom mengamati bahwa perolehan kepercayaan konsumen AS bulan ini adalah yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Selanjutnya, pasar akan fokus pada data Non Farm Payroll AS yang dirilis hari Jumat mendatang. Menurut analisis Jane Foley dari RaboBank, ekspektasi pasar terhadap sektor ketenagakerjaan AS sangat optimistis sehingga dapat menambah dorongan bagi Dolar AS.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE