Menu

Uni Eropa Deal Dengan Moderna, Harga Emas Anjlok Dekati 1800

Nadia Sabila

Harga emas turun merespon kabar kesepakatan Uni Eropa (UE) dengan Moderna tentang suplai vaksin COVID-19.

Seputarforex - Harga emas melanjutkan penurunan mendekati $1,800 per ounce di sesi perdagangan Selasa (24/November) malam ini. Grafik XAU/USD berikut menampilkan pelemahan 1.74 persen ke $1804.91, terendah sejak empat bulan terakhir.

Sementara itu, harga emas spot turun 1.3 persen ke $1,812.81 per ounce pada pukul 19:18 WIB, memperpanjang penurunan hampir 2 persen di sesi kemarin. Di Comex New York, harga emas futures untuk pengiriman bulan Desember turun 1.5 persen ke $1,810.60.

 

Uni Eropa Kerjasama Dengan Moderna

Penurunan harga emas disebabkan oleh bangkitnya minat risiko pasar terkait potensi berkurangnya infeksi virus COVID-19. Di Eropa, ekuitas menggeliat menanggapi hasil uji coba vaksin oleh beberapa perusahaan farmasi terkemuka seperti AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Uni Eropa bahkan telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, Moderna, untuk menyuplai vaksin mereka ke negara-negara anggota UE.

Menanggapi berita tersebut, Geogette Boele analis dari ABN Amro memaklumi jika harga emas tergilas. Secara teknikal, Boele memperkirakan bahwa break di bawah support $1,800 dapat memicu penurunan harga emas lebih lanjut. "Kita mendapat kabar soal vaksin, dan yield melonjak di AS; bahkan walaupun Dolar AS melemah, emas tetap tidak mendapat keuntungan dari situ... Ini adalah sinyal yang sangat buruk bagi emas. Artinya, ada pelemahan yang menanti (harga emas) di waktu mendatang," kata Boele.

 

Trump Persilakan Tim Transisi Biden Bekerja

Di sisi lain, Dolar AS yang biasanya berbanding terbalik dengan harga emas, kini juga sedang melemah di level rendah tiga bulan. Sentimen risk-on yang menekan Dolar AS adalah kondusifnya situasi politik pasca kemenangan Joe Biden dalam Pilpres. Donald Trump dilaporkan telah memberikan izin kepada General Services Administration (GSA) untuk membuka akses bagi tim transisi pemerintahan Joe Biden, meskipun ia akan terus melanjutkan gugatan hasil Pilpres AS yang digelar 3 November lalu.

"Pengakuan kemenangan Biden oleh Republikan tampaknya akan mengurangi risiko kenaikan tensi (politik AS) dan merepresentasikan elemen-elemen pendukung harga saham. Sedangkan, aset-aset safe haven seperti emas akan tertekan," demikian ungkap analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa. Ia menambahkan bahwa emas masih punya harapan dari pelonggaran moneter bank-bank sentral.


Berita Emas Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE