Advertisement

iklan

16 Juni 2022: Suku Bunga The Fed Dan Employment Australia

Penulis

+ -

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah suku bunga The Fed, statement FOMC, dan konferensi pers ketua The Fed Powell. Ada pula GDP Selandia Baru dan tenaga kerja Australia.

iklan

iklan

Kamis, 16 Juni 2022

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC :
  1. Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Juni 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting, dan hasil voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.

16 Juni 2022: Suku Bunga The Fed Dan

Pada meeting terakhir tanggal 4-5 Mei lalu, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.50% ke level +1.00%, sesuai dengan perkiraan pasar. Kenaikan ini adalah yang kedua kalinya secara berturut-turut, dan merupakan kenaikan suku bunga tertinggi sejak tahun 2000 di tengah melonjaknya inflasi. Selain itu, bank sentral menambahkan bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan disesuaikan. Ketua Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan sebesar 0.5% bisa dilakukan pada beberapa rapat FOMC berikutnya. The Fed juga akan mulai mengurangi kepemilikan aset pada neraca yang sebesar USD9 triliun pada 1 Juni.

Di sisi ekonomi, para pejabat bank sentral mencatat bahwa invasi Rusia ke Ukraina dan peristiwa terkait telah menimbulkan tekanan tambahan pada inflasi dan kemungkinan akan membebani aktivitas ekonomi. Selain itu, diberlakukannya kembali lockdown di beberapa kota besar di China akibat meledaknya COVID-19 kemungkinan akan memperburuk gangguan rantai pasokan.

Dalam notulen disebutkan juga mengenai ketidakpastian atas potensi tekanan di pasar keuangan. Para anggota FOMC mencatat bahwa kebijakan akan tergantung pada outlook ekonomi, yang mengisyaratkan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan berhenti mengambil langkah-langkah yang diperlukan hingga inflasi berada pada target 2%.

Dengan inflasi AS bulan Mei yang kembali melonjak hingga 8.6% atau mencapai level tertinggi dalam 40 tahun, sebagian analis memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0.50% menjadi +1.50%. Bahkan, sebagian lainnya memprediksikan kenaikan 75 basis poin atau 0.75% ke level +1.75%.

Berdasarkan CME Fedwatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 0.75% pada meeting hari ini telah mencapai 95%. Pernyataan meeting hari ini bisa dibaca di sini.

  1. Proyeksi ekonomi AS (Berdampak tinggi pada USD).

Laporan yang dirilis empat kali dalam setahun ini meliputi proyeksi FOMC untuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran untuk dua tahun mendatang. Pada proyeksi terakhir yang dirilis tanggal 17 Maret lalu, The Fed menurunkan estimasi GDP 2022 dari +4.0% menjadi +2.8%, tidak mengubah proyeksi untuk tahun 2023 di +2.2%, dan mempertahankan estimasi untuk tahun 2024 di +2.0%.

Sementara itu, proyeksi PCE inflation tahun 2022 naik dari +2.6% menjadi +4.3%, namun proyeksi untuk tahun 2023 turun menjadi +2.7%. Tingkat pengangguran tahun 2022 dan 2023 diproyeksikan tetap 3.5%, tetapi untuk tahun 2024 naik menjadi 3.6%.

Dengan melonjaknya inflasi bulan Mei 2022, diperkirakan proyeksi ekonomi akan mengalami perubahan. Proyeksi ekonomi pada meeting terakhir bisa dibaca di sini, dan untuk meeting hari ini bisa diunduh di sini.

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).

16 Juni 2022: Suku Bunga The Fed Dan

Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keterangan Powell mengenai prospek kenaikan suku bunga di waktu yang akan datang, serta kemungkinan adanya kebijakan lain. Jika pernyataan dan komentar Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Namun apabila pernyataannya dianggap dovish, USD akan cenderung melemah. Konferensi pers Jerome Powell bisa dipantau di sini.

 

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dinyatakan dalam persentase perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Selandia Baru hanya merilis sekali per kuartal pada sekitar 80 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.

16 Juni 2022: Suku Bunga The Fed Dan

Kuartal keempat 2021 lalu, GDP Selandia Baru mengalami pertumbuhan 3.0% (atau +3.0%), lebih rendah dari perkiraan +3.3%, tetapi lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang mengalami kontraksi 3.7% (atau -3.7%). Kenaikan GDP disumbang oleh sektor jasa, industri, dan perdagangan.

Untuk kuartal pertama tahun 2022, diperkirakan GDP akan mengalami pertumbuhan 0.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

16 Juni 2022: Suku Bunga The Fed Dan

Bulan April lalu, lapangan pekerjaan di Australia bertambah 4,000 jobs, jauh lebih rendah dari perkiraan bertambah 30,000 jobs, dan menjadi yang terendah dalam 6 bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap 3.9%, sesuai dengan perkiraan dan merupakan rekor terendah sejak 1978. Tingkat partisipasi berada pada angka 66.3%, terendah dalam 3 bulan terakhir.

Untuk bulan Mei 2022, diperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah 25,000 jobs, sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 3.8%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
297816
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.