Advertisement

iklan

Dibayangi Penguatan Dolar, Emas Kembali Tertekan

Penulis

+ -

Harga emas diperkirakan akan kembali tertekan menyusul kembali bangkitnya Indeks Dolar AS dan imbal hasil US Treasury.

iklan

iklan

Analis Fundamental Emas

Rebound Indeks Dolar AS dan imbal hasil obligasi US Treasury membuat harga emas turun ke bawah level $1840 per troy ons pada perdagangan hari ini (21/Juni).

Pekan lalu, harga emas turun hampir 2% di tengah gelombang pengetatan kebijakan moneter global yang bertujuan untuk menurunkan inflasi. Fenomena ini mencakup The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

Beberapa pejabat The Fed telah memberikan pernyataan terbarunya sejak The Fed mengumumkan rate hike terbarunya. Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dia akan mendukung kenaikan suku bunga lainnya dengan skala yang sama seperti pada pertemuan bulan Juli. Di tempat terpisah, Ketua The Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa risiko terjadinya resesi di AS meningkat, dan akan membutuhkan waktu beberapa tahun agar inflasi kembali ke target bank sentral yaitu sekitar 2%.

Dalam waktu dekat, para pelaku pasar akan menantikan pidato terbaru dari Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS. Event yang berlangsung pada hari Rabu dan Kamis itu diantisipasi untuk mencari petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan moneter AS di masa mendatang.

 

Analisa Teknikal Emas

Grafik XAU/USD

Emas saat ini bergerak di bawah indikator Supertrend sehingga mengindikasikan tren bearish. Dalam jangka pendek, harga diperkirakan masih akan bergerak turun ke sekitar level 1825.00 jika terus bertahan di bawah area 1837.06-1843.00.

 

Rekomendasi

  • Entry Sell: 1837.06
  • Take Profit: 1825.00
  • Stop Loss: 1843.00

 

Skenario Alternatif

Skenario alternatif berikut ini dapat digunakan jika harga emas berhasil menembus ke atas level 1843.00.

  • Entry Buy: 1843.00
  • Take Profit: 1855.06
  • Stop Loss: 1837.06

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Rama Anandhita
297845
Penulis

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.