Advertisement

iklan

GBP/JPY Momentum Sell Di H4, Perhatikan Zona Demand Harian

Penulis

+ -

Peluang Pound Inggris didasarkan pada pasangan mata uang GBP/JPY, dengan mengaplikasikan analisa Multi Time Frame BBMA OA serta Supply And Demand.

iklan

iklan

Analisa Time Frame 1-Hari: Masih Sideways, Zona Demand Harian Jadi Tujuan

Jika diamati dari time frame 1-harinya, harga pasangan mata uang GBP/JPY sedang dalam tren naik. Hal ini diketahui dari Golden Cross Mid BB dan EMA-50 sejak awal Juni lalu. Posisi harga saat ini berada pada bagian bawah kedua garis, menandakan bahwa kekuatan jangka pendek sedang dikuasai Seller.

Perbedaan antara tren jangka panjang dan kekuatan jangka pendek ini menandakan bahwa harga sedang mengalami konsolidasi, yang bisa berujung pada pembentukan tren baru atau penerusan tren lama. Akhir dari konsolidasi biasanya ditandai oleh terbentuknya Momentum di Top ataupun Low BB.

Jika dilihat dari Setup-nya, harga baru saja mengalami Rejection di Top BB. Rejection ini berhasil membawa harga turun hingga ke posisinya saat ini. Penurunan lanjutan dapat terjadi jika harga berhasil meneruskan pergerakan hingga membentuk Momentum Sell di Low BB. Jika gagal, harga kemungkinan besar akan kembali naik menuju Top BB.

gj-31-juli-2022-daily

Dari sisi analisa Supply And Demand, GBP/JPY sedang berada dalam masa konsolidasi. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan harga yang mondar-mandir di antara zona Supply dan Demand harian selama beberapa bulan terakhir.

Dilihat lebih dekat, harga baru saja mengalami Rejection pada zona Supply harian. Rejection ini merupakan kali kedua harga bereaksi pada zona tersebut setelah beberapa hari sebelumnya juga terjadi Rejection yang sama di sana. Rejection kali ini dinilai cukup kuat karena mengikuti pola Candlestick Bearish Engulfing di akhir pergerakan

Jika masa konsolidasi masih berjalan, besar kemungkinan harga akan mencoba turun hingga ke zona Demand time frame 1-hari. Terlebih lagi, ini merupakan kali ketiga harga berusaha mencoba bergerak ke zona tersebut. Dari informasi ini, maka diputuskan untuk mencari peluang Sell pada time frame 4-jam ataupun 1-jam.

 

Analisa Time Frame 4-Jam: Momentum Sell Di Low BB, Zona Supply Jadi Acuan

Dipantau dari time frame 4-jamnya, harga pasangan mata uang GBP/JPY sedang dalam tren turun. Hal tersebut dapat dilihat dari Death Cross Mid BB dan EMA-50 yang baru saja terjadi Jumat lalu. Posisi harga saat ini berada pada bagian bawah kedua garis, menandakan bahwa kekuatan jangka pendek sedang dikuasai Seller.

Dari Setup yang terbentuk, GBP/JPY baru saja membentuk Momentum Sell di Low BB time frame 4-jam. Adanya Momentum Sell ini membuka peluang masuk pada market saat terbentuknya Reentry Sell di MA-5/10 High, Mid BB, ataupun EMA-50. Peluang ini juga dapat divalidkan dengan melihat struktur harga maupun Setup di time frame 1-jam. Jika valid, maka harga seharusnya membentuk Extrem Sell ataupun Rejection di Top BB time frame 1-jam.

gj-31-juli-2022-h4

Peluang dari analisa BBMA OA juga didukung oleh zona Supply yang terbentuk saat harga mengalami Momentum Sell. Zona yang berada tepat di atas MA-10 High ini juga merupakan zona Flip yang terbentuk karena perubahan dari zona Demand ke Supply. Dengan demikian, zona ini akan dipilih sebagai target Pending Order dari peluang Reentry Sell pasca Momentum di Low BB.

Selain zona Flip, terdapat pula zona yang berpotensi menjadi titik balik perputaran harga. Zona tersebut berada di awal penurunan harga saat berhasil membentuk Momentum Sell, dan berpotensi karena letaknya yang berada di area Crossover Mid BB dan EMA-50. Jika Entry di Zona Flip gagal, Anda bisa mencoba kembali masuk pada zona ini.

 

Saran Pembukaan Posisi

Sinyal: Sell

Dari hasil analisa beberapa time frame di atas, maka diputuskan untuk fokus mencari posisi Sell pada pasangan mata uang GBP/JPY.

 

Entry: 163.050

Entry pada analisa kali ini akan ditempatkan di sekitar batas bawah zona Supply time frame 4-jam pada level 163.050. Selain itu, level ini juga dipilih karena letaknya yang berada di pertemuan Top BB dan EMA-50 time frame 1-jam. Jika valid, maka harga akan membentuk Extrem ataupun Rejection di area tersebut.

gj-31-juli-2022-open

Bagi Anda yang tidak suka memasang Pending Order, maka bisa terlebih dahulu menunggu harga membentuk Extrem ataupun Rejection di Top BB time frame 1-jam. Extrem ini ditandai dengan MA-5 High yang keluar dari Top BB, Candlestick Reversal, serta Candlestick Retest. Entry dapat dilakukan pada saat pembentukan Candlestick Retest.

 

Stop Loss: 164.000

Stop Loss pada analisa kali ini akan diletakkan beberapa pips di atas zona Supply time frame 4-jam. Dengan jarak sekitar 95 pips, Stop Loss akan diletakkan pada level 164.000. Apabila tidak suka memasang Stop Loss, Anda bisa menutup posisi jika harga membentuk Momentum Buy berterusan di Top BB time frame 1-jam.

 

Take Profit: 160.200

Dengan Risk:Reward Ratio 1:3, maka Take Profit akan ditempatkan sejauh 3x jarak Stop Loss. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, level 160.200 menjadi Take Profit ideal dengan jarak sekitar 285 pips dari level Entry.

Perkiraan Waktu Trading: 2-3 Hari.

 


DI SCLAIMER ON:

Dalam analisa ini, segala keuntungan dan kerugian menjadi bagian dari risiko trading pribadi. Saya sebagai penulis tidak berhak menerima sedikitpun profit dari Anda maupun bertanggung jawab atas loss yang terjadi. Untuk itu, disarankan selalu menggunakan perhitungan Money Management yang baik dan ketat.

Saya sendiri hanya menggunakan sekitar 3-5% ekuitas akun untuk setiap posisi. Anda juga dapat menggunakan kalkulator MM untuk mempermudah perhitungan lot. Jangan lupa untuk memindahkan SL ke Breakeven Point untuk menghilangkan segala jenis risiko kehilangan modal yang mungkin terjadi.

Analisa ini utamanya disusun berdasarkan sistem trading dan indikator BBMA OA yang dipadukan dengan pengetahuan Supply And Demand. Jika Anda merasa kesulitan memahami materi yang disampaikan karena istilah-istilah yang asing, pertimbangkanlah untuk membaca artikel:

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Muhammad Nuzul
298017
Penulis

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muhammad Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.