Advertisement

iklan

Makin Tenggelam, Bitcoin dan Ethereum Tembus Support Jangka Panjang

Penulis

+ -

Aset kripto kian terpuruk karena kebijakan pengetatan moneter Federal Reserve yang agresif. Berikut proyeksi Bitcoin dan Ethereum secara fundamental dan teknikal.

iklan

iklan

Bitcoin dan Ethereum makin terbenam. Keduanya sama-sama turun melewati level support kritis jangka panjang, tapi Ethereum lebih parah. Aset kripto yang satu ini malah sudah lebih dulu lengser menembus long-term support. Sejak awal Juni 2022 hingga sekarang, Ethereum tercatat merosot sekitar 50%. Sementara itu, harga Bitcoin anjlok sekitar 40% setelah turun melewati US$30,000 untuk pertama kalinya sejak Juli 2021.

 

Outlook Fundamental

Mengapa aset kripto terpuruk sedemikian rupa? Sebagian besar analis Barat mengatakan hal senada, yakni karena prospek kebijakan pengetatan moneter Federal Reserve yang agresif guna membendung inflasi. Hal ini kemudian mendorong pasar menjauhi kripto dan beramai-ramai pindah ke safe haven dolar. Sebagian analis juga ada yang berpendapat jika aksi jual para "pemain lama" adalah salah satu pemicu penurunan kripto setelah mereka melakukan profit taking secara masif sejak akhir 2021.

Michael Novogratz, miliarder kripto yang memimpin Galaxy Digital Holdings Ltd., memperingatkan bahwa keadaan saat ini dapat berisiko menjadi lebih buruk sebelum berubah menjadi lebih baik.

"Kripto mungkin berkorelasi dengan Nasdaq sampai kita mencapai harga keseimbangan yang baru. Saya merasa masih ada beberapa penurunan lagi yang akan terjadi, dan itu akan diperdagangkan di pasar yang sangat fluktuaktif, setidaknya hingga beberapa kuartal berikutnya," ungkap Novogratz.

 

Outlook Teknikal

Dalam perspektif jangka panjang, Bitcoin dan Etherium telah sama-sama memasuki teritori oversold. Sejumlah analis Barat mengatakan bahwa oversold yang ekstrem masih belum benar-benar terjadi. Tapi sebagian analis dan investor lainnya telah merekomendasi strategi untuk mulai berinvestasi secara teratur dengan menyicil posisi buy. Ini strategi yang masih terlalu berisiko menurut saya, karena situasi oversold yang benar-benar "jenuh" sepertinya memang belum terlihat.

BITCOIN 2022-06-19
ETHEREUM 2022-06-19

Dari grafik di atas, meski sudah di area oversold, saya khawatir Bitcoin masih akan mengincar support 13,880 untuk selanjutnya mengancam level psikologis 10,000. Sementara, Ethereum masih akan berupaya turun menembus support 832 yang akan berisiko tenggelam lebih dalam menuju level 500.

 

Rekomendasi dan Saran

Seperti yang dikatakan "sultan" kripto Michael Novogratz, kondisinya memang terlihat suram. Jika dikaitkan dengan kebijakan The Fed, banyak analis yang berpendapat bahwa inflasi AS kemungkinan baru akan mulai reda di kuartal pertama hingga kedua tahun depan. Menurut saya, mungkin itu adalah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi aset kripto.

Di sisi lain, seorang kawan yang kebetulan aktif trading kripto sejak 2020 menyarankan agar investor sebaiknya tetap fokus hanya pada satu arah, yakni upside. Tapi hal ini dilakukan dengan catatan tambahan: posisi buy hanya dilakukan apabila memang ada konfirmasi teknikal. Kemudian, segera exit atau cut loss apabila terjadi konfirmasi yang menunjukkan sebaliknya.

Ada banyak cara atau sistem trading untuk hit and run. Tapi yang mungkin paling mudah dan efektif adalah dengan menyimak aksi harga terhadap MA-50 pada time frame H1 atau kerangka waktu di bawahnya, misalnya M30 atau M15. Strateginya sederhana, hanya buy apabila harga bergerak di atas MA-50 dan take profit secukupnya. Pastikan untuk exit atau cut loss apabila candlestick H1 menyenggol atau menutup harga di bawah kurva MA-50, ini karena mengingat kondisi yang masih tidak mendukung di tengah ketidakpastian global dan tingginya inflasi. Kemampuan untuk membaca price action/candle pattern barangkali juga akan sangat membantu.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Buge Satrio
297834
Penulis

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.