Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

iklan

iklan

Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed lebih lanjut membuat harga emas mendekati level terendah 2 minggu.
Harga emas berpotensi turun lebih lanjut setelah sanksi yang diberikan oleh negara anggota G7 gagal mendorong kenaikan.
Sanksi yang diberikan oleh negara-negara anggota G7 terhadap emas Rusia berpotensi membuat logam mulia naik lebih lanjut.
Emas tampaknya akan menguji area support 1820.00 di tengah berlanjutnya reli Dolar AS. Belum ada dukungan berarti dari sisi fundamental untuk menopang pemulihan harga.
Harga emas diperkirakan akan kembali tertekan menyusul kembali bangkitnya Indeks Dolar AS dan imbal hasil US Treasury.
Reli harga minyak tampak terhenti dan diperkirakan masih akan turun lebih lanjut karena memburuknya risiko permintaan serta prospek ekonomi global.
Meskipun tergelincir ke bawah level $1850, harga emas dalam jangka pendek diperkirakan naik lebih lanjut ke sekitar level 1858.00.
Emas melanjutkan momentum positifnya meskipun The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Adanya kekhawatiran resesi di tengah tren kenaikan suku bunga berpotensi membuat harga emas kembali menguat ke sekitar level 1833.00.
Harga emas tertekan ke bawah level 1850 per troy ons di tengah kuatnya spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Lonjakan inflasi di AS berpotensi membuat harga emas kembali bergerak bullish dalam jangka pendek. Berikut ini skenario tradingnya.
Ketidakpastian seputar prospek ekonomi global kembali menopang harga emas. Dalam jangka pendek, logam mulia masih berpeluang bullish.
Aksi jual yang sebelumnya terjadi pada emas tampak terhenti. Secara teknikal, harga emas telah berhasil menembus ke atas indikator Supertrend.
Emas masih di bawah bayang-bayang aksi jual karena semakin kencangnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Simak skenario trading untuk hari ini.
Harga emas berisiko melemah lebih lanjut hingga level 1843.00 karena tekanan sentimen yang kurang menguntungkan pasca rilis NFP AS akhir pekan lalu.
Harga emas gagal rebound dan kembali mendekati level psikologis 1800 pasca pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.
Reli Dolar AS yang tersendat membuat harga emas kembali ke jalur positif. Pemulihan ini mendorong emas menjauhi level psikologis 1800.
Emas semakin merosot mendekati level psikologis 1800 per troy ons karena kuatnya reli mata uang Dolar AS.
Data pertumbuhan ekonomi AS yang mengecewakan membuat harga emas rebound dan kembali bertengger di atas level 1900 per troy ons.
Berlanjutnya reli Dolar AS membuat harga emas terus turun menjauhi level psikologis 1900. Tren penurunan ini diperkirakan berlanjut hingga 1865.000.
Harga emas masih berada dalam bayang-bayang penguatan Dolar AS dan diperkirakan melanjutkan penurunan hingga level 1891.000.
Harga emas diperkirakan masih bisa bergerak turun lebih lanjut karena bias bearish yang masih dominan. Bagaimana outlook trading selengkapnya?
Harga emas terus tertekan menyusul berlanjutnya penguatan mata uang Dolar AS dan imbal hasil Treasury AS. Secara teknikal, area Resistance 1941-1955 menjadi acuan.
Penguatan Dolar dan imbal hasil Treasury AS lagi-lagi membuat harga emas tertekan lebih lanjut. Lantas bagaimana dengan kondisi teknikalnya?
Konflik Ukraina vs Rusia yang berlarut-larut berpotensi membuat harga emas kembali menguat dalam jangka pendek.