Advertisement

iklan

10 Keuntungan Trading Forex Di Sesi Penutupan

Penulis

+ -

Dibanding trading intraday, trading di sesi penutupan merupakan strategi yang juga layak dipertimbangkan. Apa saja keuntungan yang didapat dari strategi tersebut?

iklan

iklan

Berbicara tentang gaya trading, Anda pasti sering mendengar istilah trading intraday. Trading intraday tak lain adalah cara trading dengan mencari volatilitas tinggi dalam rentang waktu satu hari. Namun, tahukah Anda jika ada jenis gaya lain yang dikenal sebagai trading di sesi penutupan (end of day trading)?

Seperti namanya, trading di sesi penutupan berarti Anda baru melakukan trading setelah pasar tutup atau mendekati penutupan suatu sesi pasar forex.

Tentunya ada alasan mengapa trading forex di sesi penutupan ini menjadi suatu strategi andalan. Tapi sebelum itu, mari kita bahas perbedaannya dengan trading intraday terlebih dahulu.

Trading di sesi penutupan

 

Trading Di Sesi Penutupan Vs Trading Intraday

Apa sebenarnya perbedaan antara trading di sesi penutupan dengan trading intraday? Definisi paling sederhana dari trading sesi penutupan ialah bahwa strategi ini memerlukan analisis dan eksekusi trading berdasarkan grafik harian.

Dengan menempatkan posisi di sesi penutupan, Anda tidak perlu menghabiskan waktu mengamati pasar sepanjang hari, terhindar dari gangguan rilis berita, bahkan berpeluang menemukan harga yang lebih menguntungkan.

Sebaliknya, intraday memakai analisa dan eksekusi trading berdasarkan time frame yang lebih kecil seperti M30 (30 menit), H1 (1 jam), hingga H4 (4 jam).

Sebagian besar swing trader dan position trader menggunakan strategi trading di sesi penutupan, sedangkan scalper dan day trader cenderung tergolong dalam pengguna trading intraday.

 

Mengapa Trading Di Sesi Penutupan?

Jika Anda bertanya-tanya apa keuntungan trading saat sesi penutupan serta apakah strategi ini ideal untuk Anda, maka melalui artikel di bawah ini, kita akan mengetahui 10 alasan mengapa cara trading ini bisa lebih menguntungkan dibandingkan trading intraday.

 

1. Trading Setup Yang Lebih Handal

Dibandingkan chart M1 hingga H4, time frame harian menyajikan sinyal trading price action "terbersih". Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pola teknikal yang lebih baik pada grafik harian.

Salah satu alasannya adalah karena setiap bar atau candlestick terbentuk dari aksi trading sehari penuh, sehingga tidak banyak terpengaruh oleh "random noise". Hal ini mengakibatkan setup sesi penutupan lebih terpercaya dan dapat diandalkan daripada setup trading intraday.

 

2. Mengurangi Stress

Ketika membahas day trader, kebanyakan menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang suka duduk di depan layar banyak monitor, trading berjam-jam hingga rela begadang berhari-hari.

Meskipun ini tampak terlalu berlebihan, trader intraday memang diharuskan untuk sering menghabiskan waktu di depan layar komputer, karena mereka perlu fokus pada perubahan price action agar tidak melewatkan momen buy/sell.

mengurangi stress

Aktivitas ini tentunya menyebabkan kelelahan mental dan meningkatkan stres. Oleh karenanya, beberapa trader profesional memilih berkecimpung dalam trading dengan periode waktu yang tidak terlalu menuntut fokus tinggi, seperti swing atau position trading. Bertrading dengan santai juga dapat berkontribusi besar dalam mencapai hasil profit tinggi.

 

3. Biaya Transaksi Lebih Rendah

Salah satu komponen trading intraday yang perlu trader perhatikan adalah biaya-biaya tambahan, seperti komisi, bid-ask spread, dan slippage. Kerumitan perhitungan jumlah biaya tersebut bisa menjadi penghambat trader pemula saat mencoba trading pada time frame kecil.

Baca juga: Berapa Besar Biaya Komisi Trading Forex Yang Wajar?

Di lain pihak, trading di sesi penutupan lebih mengandalkan harga penutupan (closing price) sehingga tidak banyak risiko yang ditimbulkan dari gejolak pergerakan harga.

Untuk mengilustrasikan hal ini secara lebih rinci, mari simak contoh berikut:

Katakanlah Trader A dan Trader B sama-sama trading EUR/USD di satu broker yang mengenakan 2 pip tetap pada pasangan tersebut. Trader A adalah trader intraday yang menargetkan keuntungan 20 pip, sedangkan Trader B adalah position trader dengan target keuntungan 200 pip.

Broker tidak membebankan biaya komisi untuk kedua trader, hanya 2 pip yang disebutkan di atas. Mereka akan membayar 2 pip untuk membuka posisi dan 2 pip untuk menutupnya, yang pada dasarnya adalah spread.

Sehingga, jika Trader A harus membayar total 4 pip untuk bisa melakukan aktivitas trading, maka biaya spread-nya adalah 20% dari potensi keuntungan, mengingat Trader A memiliki target keuntungan hanya 20 pip. Di sisi lain, Trader B yang menargetkan 200 pip akan memiliki biaya spread hanya 1% dari potensi keuntungan.

Baca Juga: Menghitung Keuntungan Dan Kerugian Dari Pips Di Forex

 

4. Menangkap Pergerakan Besar

Ketika melakukan trading di sesi penutupan, Anda dapat menangkap pergerakan harga yang jauh lebih besar dibandingkan saat trading intraday.

Potensi keuntungan besar akan datang saat muncul pergerakan harga yang besar pula. Guna menangkap pergerakan itu, Anda bisa fokus pada trading di time frame tinggi seperti grafik harian atau mingguan.


5. Trading Sambil Bekerja

Trading di sesi penutupan sebenarnya cocok bagi semua jenis trader. Sebab, sebagai trader sesi penutupan, komitmen waktu yang diperlukan untuk menganalisis, mengeksekusi, dan mengelola posisi relatif sedikit.

Faktanya, banyak trader sesi penutupan cukup menghabiskan satu jam sehari untuk trading, lho. Manfaat nyata dari strategi ini adalah Anda masih dapat bekerja sambil bertrading di waktu luang. Hal itu penting karena jika Anda tidak memulai dengan modal besar, sangat mustahil untuk mendapatkan income melampaui atau sama besarnya dengan gaji pekerjaan utama Anda. Jadi, pertahankanlah pekerjaan utama Anda sebagai sumber pendapatan konsisten.

trading sambil bekerja (Baca Juga: Memilih Waktu Yang Tepat Untuk Trading)

 

6. Data Harga Yang Lebih Baik

Data harga merupakan elemen penting bagi trader. Tanpanya, Anda tak bisa menguji strategi trading. Baik pengguna EA ataupun trader manual, data historis harga selalu dibutuhkan untuk menguji keampuhan sistem.

Dalam hal ini, data harga di sesi trading penutupan lebih dapat diandalkan daripada data intraday. Ada banyak sumber yang menyediakan data penutupan market hingga 20, 30, atau bahkan 50 tahun ke belakang. Sebaliknya, data intraday tidak banyak tersedia di pasaran, apalagi untuk yang lebih dari 10 tahun ke belakang.

 

7. Menghindari Jebakan Overtrading

Anggap saja Anda adalah seorang karyawan upah, di mana Anda dibayar $20 atau $200 per jam tergantung jenis profesi Anda. Cara terbaik untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan menambah durasi bekerja, bukan?

Meskipun jenis pemikiran ini mungkin relevan dalam situasi tertentu, tapi ini tidak bisa diterapkan di dunia trading forex. Kesalahan yang seringkali trader perbuat ialah memiliki mindset bahwa semakin sering trading dan semakin banyak waktu yang dihabiskan, maka profit yang dihasilkan akan semakin bejibun pula.

Overtrading bisa menjadi ancaman mematikan hingga berujung pada kerugian jika tidak di-manage dengen benar. Salah satu solusi menekan dorongan overtrading bisa dengan trading di sesi penutupan, karena strategi ini berpatokan pada time frame harian. Karena grafik harian hanya menunjukkan satu bar setiap harinya, materi analisa Anda menjadi terbatas. Seringkali, keterbatasan ini dapat menguntungkan karena mencegah kita melakukan overtrading.

 

8. Tidak Terpengaruh Rilis Berita

Semua trader sebaiknya harus update mengenai rilis berita atau laporan ekonomi lainnya, terlebih bagi trader intraday yang perlu mengukur sentimen pasar saat rilis berita, karena sering memicu volatilitas harian yang tinggi.

Volatilitas tinggi meningkatkan risiko kerugian pada trader intraday yang tidak menyesuaikan stop loss trading volume meluap. Namun, efek dari perilisan berita bukanlah faktor penting ketika kita berbicara tentang sesi penutupan.

Seringkali, trader sesi penutupan tidak menemukan adanya volatilitas siginifikan pada grafik harian karena sesi penutupan adalah jam-jam minor, sehingga jarang ada pengumuman berita atau laporan ekonomi.

Akibatnya, trader sesi penutupan dapat melindungi posisi trading mereka dari gejolak volatilitas harian yang kerap memangsa trader intraday.

 

9. Return Besar Dan Tepat Waktu

Pada poin nomor 7 di atas, sempat dibahas singkat tentang hubungan antara durasi trading dan potensi profit yang dihasilkan. Kesimpulannya, semakin lama atau semakin banyak posisi yang dibuka tidak ada korelasinya dengan jumlah profit. Malahan, semakin sedikit waktu trading, cuan yang diperoleh bisa semakin tinggi. Lho, kok bisa?

Ketika menghitung kapan balik modal (return), Anda akan menemukan bahwa return dari pergerakan harga di sesi penutupan mampu melampaui trading intraday dalam waktu yang lebih singkat pula.

Konsep tersebut memang awalnya sulit dipahami, tapi semakin tinggi jam terbang Anda di dunia forex, lambat laun Anda bisa melihat buktinya sendiri.

 

10. Keseimbangan Hidup Di Luar Trading

Ada perbedaan tipis antara berkomitmen dan kecanduan trading. Biasanya, trader sering melupakan kehidupan nyata mereka ketika sudah kecanduan trading. Jangan sampai Anda menjadi seperti itu, ya.

Pasar akan selalu ada, jadi jangan sampai mengisi jam-jam istirahat atau waktu bersama keluarga dengan trading. Cobalah trading di sesi penutupan, karena memungkinkan Anda bebas berpartisipasi di pasar secara sehat tanpa perlu kecapekan memperhatikan layar komputer terus menerus.

Dengan demikian, strategi ini mampu membantu menyeimbangkan waktu antara trading dengan aktivitas penting lainnya, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, dan kepentingan lainnya.

keseimbangan hidup

Meskipun artikel kali ini menyuguhkan keuntungan trading di sesi penutupan, bukan berarti Anda tidak boleh memilih strategi trading lain. Anda masih bisa mencari jenis strategi lain jika cara trading ini dirasa terlalu konservatif.

 

Masih bingung menentukan gaya trading Anda sendiri? Jika ya, pelajari tipsnya di 5 Cara Menemukan Gaya Trading Forex Sesuai Kepribadian.

Download Seputarforex App

295750
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com

Faisal S
pengen ketawa saya, kalau ada artikel macam ini......
Sutaji
Sesi penutupan yang dimaksud jam berapa sampai jam berapa ya? Atau kah sesi penutupan ini sesi Amerika buka sampai penutupan pasar Amerika? Mohon penjelasannya, masih bingung.
Seputarforex
Selamat pagi, Sutaji. Sesi yang dimaksud di sini adalah di mana volatilitas paling tinggi terjadi, tak terbatas pada sesi apapun, bisa Eropa, Amerika, atau Australia, bahkan sesi overlap. Namun, karena biasanya sesi Eropa memiliki volatilitas sangat besar, trader memilih trading di sesi penutupan Eropa.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini