Advertisement

iklan

3 Perusahaan Tambang Emas Terbesar Di Afrika Selatan

Penulis

+ -

Pada tahun 2000-an, Afrika Selatan menyumbang hampir 15% produksi emas dunia. Maka tak heran bila perusahaan tambang emas mereka masuk dalam jajaran top 10 global. Siapa saja mereka?

iklan

iklan

Industri pertambangan emas adalah salah satu sektor bisnis terbesar di dunia. Hampir di semua benua, terkecuali Antartika, Anda bisa menemukan perusahaan tambang emas. Jika berbicara tentang perusahaan tambang emas terbesar, biasanya orang-orang akan langsung mengira mereka berasal dari Amerika Serikat atau Kanada.

Seperti kita ketahui, emas ialah produksi mineral paling berharga di kawasan Amerika Utara. Di Kanada, produksi emasnya hampir senilai $10.3 triliun lho. Tak dapat dipungkiri, Newmont dari AS dan Barrick di Kanada menjadi 2 perusahaan tambang emas raksasa yang sulit dikalahkan selama ini.

perusahaan tambang emas

Lalu, siapa yang duduk di posisi selanjutnya? Jawabannya ada di Afrika Selatan.

Mungkin tak banyak yang tahu, tapi Afrika Selatan merupakan pemimpin di sektor produksi emas yang cukup diperhitungkan. Sebuah survei dari Reuters menempatkan tempat lahir Nelson Mandela tersebut berada di peringkat 8 global dalam hal produksi emas batangan, mengalahkan Meksiko.

Baca Juga: Negara - Negara Produsen Emas Terbesar Di Dunia

Sejak tahun 1975, Afrika Selatan telah menyumbang 40% dari produksi emas duni, akibat sokongan produksi dari Witwatersrand Basin, tambang emas terbesar di Benua Hitam. Sepanjang tahun 1900-an, pertambangan emas menjadi industri utama di Afrika Selatan, membawa negara ini ke garis depan produksi global. Produksi emas batangan mencapai puncaknya pada 1970 dengan menelurkan sekitar 1000 metrik ton per tahun.

Sayangnya, pada 2010, posisi Afirka Selatan terlampaui oleh China yang berhasil memproduksi 324 ton dalam setahun. Setelahnya, sektor pertambangan di negara tetangga Namibia, Botswana, dan Zimbabwe itu mengalami penurunan produksi cukup drastis akibat meningkatnya biaya ekstraksi dan kerusuhan sipil. Hingga tahun 2018, produksi emas nasional Afsel hanya mencapai 130 metrik ton per tahun. Di tahun 2020 sendiri, Afrika Selatan hanya menghasilkan 4.2% dari emas dunia.

Yang perlu dicermati, negara-negara penghasil emas lain juga mengalami penyusutan produksi pada tahun 2020. Sisi positifnya, perusahaan pertambangan emas kala itu bisa mengambil untung dari harga emas yang kian meroket di awal pandemi COVID-19.

Terlepas dari lesunya produksi emas dari tahun ke tahun, ada beberapa perusahaan tambang emas Afrika Selatan yang berhasil bertahan. Mereka kini menjadi pemimpin terdepan dalam industri emas Afrika Selatan.

 

1. AngloGold Ashanti Limited

AngloGold adalah anak perusahaan Anglo American Company yang bergerak di sektor penambangan uranium dan emas. Pada tahun 1998, AngloGold mulai merestrukturasi perusahaan dengan menjadi entitas Afrika Selatan pertama yang mendaftarkan diri di bursa saham Amerika (NYSE). Keputusan ini makin memperkuat posisi AngloGold sebagai pemain utama di industri pertambangan emas Afrika Selatan.

AngloGold Ashanti sendiri berdiri sejak April 2004 setelah adanya merger antara AngloGold Limited (AngloGold) dan Ashanti Goldfields Company Limited (Ashanti). Semenjak itu, Anglo American mulai sedikit demi sedikit mengurangi sahamnya di AngloGold Ashanti, hingga benar-benar menjual sisa kepemilikannya pada bulan Maret 2009.

Saat ini, AngloGold Ashanti adalah produsen emas independen tanpa investor dominan. Sahamnya dimiliki oleh beragam shareholder global dari lembaga keuangan terkemuka di dunia.

Tak hanya NYSE, saham AngloGold Ashanti pun melantai untuk diperdagangkan di Johannesburg Stock Exchange (JSE) dan Australian Stock Exchange (ASX).

anglogold ashanti

Meskipun berkantor pusat di Johannesburg, lingkup operasional AngloGold Ashanti berskala global, meliputi 14 proyek yang tersebar di sembilan negara yang mencakup Afrika Selatan, Argentina, Australia, Brasil, Ghana, Guinea, Mali, Kongo, dan Tanzania. Maka tak heran bila luasnya cakupan tersebut menempatkan AngloGold Ashanti sebagai perusahaan tambang emas terbesar ketiga di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar $10.85 miliar per Mei 2020.

 

2. Gold Fields Limited

Asal mula perusahaan ini dimulai pada tahun 1887, ketika Cecil John Rhodes dan Charles Rudd mendirikan salah satu perusahaan tambang emas pertama di Afrika Selatan, Gold Fields. Gold Fields mulai melakukan modernisasi setelah merger dengan Gencor di tahun 1998. Perusahaan ini kemudian mulai dikenal sebagai Goldco sebelum berganti nama menjadi Gold Fields Limited.

Pada tahun 2002, demi mewujudkan misi menjadi pemimpin global dalam sektor pertambangan emas, Gold Fields mendaftarkan diri di NYSE dan JSE (Johannesburg Stock Exchange).

gold fields limited

Sekalipun kantor pusatnya terletak di Johannesburg, lingkup ruang kerja Gold Fields terdiversifikasi ke 9 tambang emas aktif di Australia, Peru, Afrika Selatan, Afrika Barat, Filipina, dan Chili. Per Mei 2020, Gold Fields Limited mencatatkan kapitalisasi pasar di angka $6.4 miliar, membuatnya menduduki ranking perusahaan tambang emas terbesar ke-7 di dunia.

 

3. Sibanye-Stillwater

Perusahaan tambang emas termuda dalam daftar ini, Sibanye-Stillwater, baru saja berdiri pada Februari 2013 silam dengan nama Sibanye Gold Limited. Awalnya, Sibanye Gold Limited merupakan anak perusahaan dari Gold Fields Limited sebelum akhirnya pecah kongsi. Pada tahun 2016, perusahaan ini mengakuisi StillWater Mining Company asal Amerika seharga $2.2 miliar, sehingga terbentuklah nama Sibanye-Stillwater.

Sebagai penambang platinum terbesar di dunia, produsen paladium terbesar kedua, dan produsen emas papan atas, Sibanye-Stillwater berhasil membukukan kapitalisasi pasar sebesar US$5.18 miliar per Mei 2020.

Sibanye Stillwater

Kendati Sibanye-Stillwater adalah perusahaan tambang platinum utama dunia, kiprahnya di industri emas juga cukup diperhitungkan. Sibanye-Stillwater memang belum masuk dalam jajaran top 10 perusahaan tambang emas terbesar dunia, tapi sebagian besar proyek perusahaan sudah mencakup wilayah global, termasuk proyek pertambangan di Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

 

Kesimpulan

Sampai tahun 2009, Afrika Selatan berdiri sebagai salah satu pemimpin global dalam produksi emas. Sayang, dominasinya terus menurun seiring berkurangnya cadangan logam mulia, masalah kerusuhan tenaga kerja, hingga harga aset safe haven yang cenderung fluktuatif dan semakin menekan kompetisi perusahaan tambang emas di Afrika Selatan.

Sebenarnya, sudah bukan rahasia lagi jika perusahaan tambang emas menjadi bagian dari sektor bisnis utama di Afrika Selatan. Meskipun pukulan keras terhadap perusahaan-perusahaan ini menyebabkan satu demi satu dari mereka gulung tikar, ada beberapa yang berhasil bertahan dan eksis di pasar internasional seperti ketiga perusahaan di atas.

Selain AngloGold Ashanti, Gold Fields, dan Sibanye-Stillwater, ada pula perusahaan Afrika Selatan lain yang aktif di industri tambang emas seperti Harmony Gold Mining Company, Pan African Resources, dan Village Main Reef.

 

Perusahaan tambang emas utama dikenal terletak di Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika Selatan. Namun, ketiganya tidak masuk dalam jajaran negara konsumen emas tertinggi.

297576
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com