iklan

5 Fakta Dolar AS Sebagai Mata Uang Dunia

Penulis

Apa saja fakta Dolar AS yang menarik untuk disimak? Mulai dari perannya sebagai safe haven hingga hubungannya dengan yield obligasi, simak di sini

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sejak pandemi virus Corona pada Maret 2020, Dolar AS telah kehilangan sepersepuluh nilainya terhadap Euro, bahkan terus melemah dibandingkan Yen dan Pound. Namun terlepas dari anjloknya Dolar AS, ia tetap mempertahankan titelnya sebagai mata uang internasional.

Lalu muncul pertanyaan, mengapa Dolar AS dan bukan mata uang negara lain? Keperkasaan Dolar AS terletak pada kegunaannya sebagai mata uang dunia yang juga di-back up oleh kekuatan ekonomi Amerika Serikat. Untuk lebih jelasnya, mari cek 5 fakta Dolar AS di bawah ini.

 

1. Fakta Dolar AS Yang Mendominasi Transaksi Global

Dari beberapa fakta Dolar AS, yang paling umum diketahui ialah fungsinya sebagai mata uang dunia. Meskipun banyak mata uang lain telah menjadi alat transaksi internasional, namun Dolar AS tetap paling mendominasi.

Oleh karena begitu besarnya pengaruh Dolar AS, peristiwa ekonomi, politik, maupun sosial Amerika Serikat kerap memicu pergerakan signifikan di sebagian besar segmen pasar finansial.

fakta dolar as(Kunjungi juga: Kumpulan Berita Dolar AS Hari Ini)

Di pasar forex sendiri, sekitar 90% perdagangan kerap melibatkan Dolar AS. Pasangan mata uang mayor yang terkenal likuid pun selalu ditandingkan terhadap Dolar AS. Hal ini sekaligus turut menjelaskan peran Dolar AS yang sangat berdampak bagi para pelaku pasar.

 

2. Fakta Dolar AS Sebagai Safe Haven

Sebelum peristiwa 11 September 2001, Dolar AS dianggap mata uang safe haven utama karena pandangan bahwa Amerika Serikat memiliki pasar finansial paling aman dan maju di dunia. Sayangnya, insiden 9/11 membuat kepercayaan pasar terhadap mata uang AS jeblok. Investor asing termasuk bank-bank sentral mengurangi kepemilikan Dolar AS mereka, karena tingkat suku bunga turun dan ketidakpastian meningkat.

Dolar AS turun

Terlepas dari gejolak tersebut, Dolar rupanya masih bertahan sebagai salah satu aset safe haven. Di masa pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian, permintaan terhadap uang cash sempat meningkat tajam dan Dolar AS-lah yang menjadi sasaran utama para investor. Hal ini sempat menyebabkan emas yang selama ini dikenal sebagai safe haven klasik merosot cukup tajam. Tak heran jika Morgan Stanley menempatkan Dolar AS sebagai aset safe haven teratas di tahun 2020.

 

3. Dolar AS Sebagai Patokan Nilai Tukar Mata Uang Lain

Meskipun banyak orang mengetahui bahwa Dolar AS memiliki dampak kuat pada nilai tukar berbagai mata uang, sangat sedikit yang memahami istilah dollar peg.

Dollar peg adalah kondisi dimana sebuah negara menentukan nilai tukar mata uangnya terhadap Dolar AS. Bank sentral negara yang bersangkutan akan mengendalikan nilai tukar mata uangnya agar naik turun dengan stabil seiring pergerakan Dolar AS.

Dolar AS sebagai patokan nilai tukar

Dollar peg telah menjadi kebijakan yang diikuti banyak negara berkembang untuk mengantisipasi risiko terhadap gejolak keuangan atau masalah ekonomi, seperti inflasi maupun deflasi. Setidaknya 66 negara berkembang mematok mata uang mereka ke Dolar AS atau menggunakannya sebagai alat pembayaran sah.

Baca Juga: Pengertian Inflasi Pada Perekonomian Dunia

 

4. Relasi Dolar AS Dan Imbal Hasil Obligasi

Fakta Dolar AS berikutnya berhubungan dengan imbal hasil obligasi. Seperti kita ketahui, pasar keuangan AS termasuk yang terbesar di dunia, sehingga investor cenderung bereaksi cepat terhadap perubahan imbal hasil yang ditawarkan aset AS.

Dolar dan imbal hasil obligasi(Baca Juga: Pengertian Obligasi Dan Cara Kerjanya Di Pasar Keuangan Global)

Investor cenderung tertarik pada aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Jika imbal hasil aset di Amerika Serikat lebih rendah sedangkan imbal hasil aset di tempat lain meningkat, investor otomatis akan menjual aset AS mereka dan membeli aset asing.

Jika imbal hasil aset AS naik sementara imbal hasil asing turun, maka investor akan terpikat ke pasar AS sehingga meningkatkan demand (permintaan) Dolar AS.

 

5. Pasar Saham Memengaruhi Dolar AS

Secara tak langsung, Dolar AS berpengaruh pada pasar saham juga, lho. Saat pasar saham AS berada dalam trend naik, maka investasi asing akan mengalir masuk. Sementara jika pasar saham anjlok, investor lokal kemungkinan besar bakal melepas kepemilikan saham dan mencari peluang di tempat lain.

Selain itu, proses merger dan akuisisi perusahaan, terutama yang melibatkan dana besar, juga sangat memengaruhi Dolar AS. Hal ini karena perusahaan pengakuisisi akan membeli atau menjual menggunakan Dolar AS untuk membiayai transaksi.

Pasar Saham AS(Baca Juga: Macam - Macam Aksi Korporasi Dan Pengaruhnya Pada Pasar Saham)

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), lebih dari 61% cadangan bank asing terdiri dari Dolar AS. Banyak dari cadangan tersebut berbentuk tunai atau obligasi AS. Ditambah, sekitar 40% utang dunia pun berupa Dolar AS.

Bisa disimpulkan, status Dolar AS sebagai mata uang dunia didasarkan pada kekuatan ekonomi Amerika Serikat serta dominasi pasar finansialnya. Meskipun defisit besar dan utang mencapai triliunan dolar, kepercayaan dan keyakinan terhadap kemampuan Amerika Serikat untuk membayar utangnya masih menopang Dolar AS sebagai mata uang paling redeemable dalam memfasilitasi perdagangan dunia.

 

Demikianlah deretan fakta Dolar, AS mata uang paling berpengaruh di dunia. Jika tertarik mengetahui serba-serbi menarik lain tentang Greenback, Anda bisa menyimak artikel berjudul 10 Mata Uang Terburuk Di Dunia Versus Dolar AS.

295562
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone