Advertisement

iklan

5 Indikator Volatilitas Untuk Trading Forex

Penulis

+ -

Volatilitas merupakan pedang bermata dua bagi trader. Dengan 5 indikator volatilitas ini, trader dapat memantaunya dengan baik untuk meningkatkan peluang sukses.

iklan

iklan

Volatilitas di pasar forex itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, volatilitas yang tinggi memberikan peluang lebih besar bagi trader untuk menghasilkan profit dalam waktu singkat. Di sisi lain, pasar yang lebih volatile juga menimbulkan lebih banyak risiko bagi trader. Bagaimana cara trader mengantisipasi volatilitas yang seperti ini? Salah satu caranya dengan memantau indikator volatilitas.

Ada lima (5) indikator volatilitas yang dapat dipergunakan oleh trader dengan mudah. Kelima indikator ini biasanya sudah tersedia pada platform trading forex, khususnya bila Anda menggunakan Metatrader4 (MT4) atau Metatrader5 (MT5).

 

1. Bollinger Bands

Bollinger Bands tampil dalam bentuk tiga pita yang mewakili satu garis Moving Average dan dua garis lain dengan standar deviasi tertentu dari MA. Ketika jarak antara dua pita terluar melebar, volatilitas pasar meningkat. Sedangkan jika jarak antar pita menyempit, artinya volatilitas berkurang.

Indikator Volatilitas Forex - Bollinger Bands (Baca juga: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands)

 

2. Average True Range (ATR)

Indikator ATR tampil dalam sub-window di bawah layar grafik harga utama. Semakin tinggi garis ATR pada grafik harga suatu pasangan mata uang, maka makin tinggi pula lah ekspektasi volatilitas untuk pair tersebut. Akan tetapi, ATR termasuk lagging indicator karena dihitung berdasarkan harga historis.

Sifat lagging ini mengurangi akurasi ATR. ATR kemungkinan baru menunjukkan kenaikan setelah volatilitas pasar meningkat cukup tinggi, sehingga mengakibatkan Anda "ketinggalan kereta". Meski demikian, ATR merupakan indikator volatilitas yang cukup layak dipergunakan untuk trading pada jangka menengah-panjang.

Indikator Volatilitas Forex - ATR (Baca juga: Membaca dan Memanfaatkan Indikator ATR)

 

3. Keltner Channel

Indikator volatilitas yang satu ini memiliki tampilan mirip dengan Bollinger Bands. Akan tetapi, rumus pembuatan dan cara membaca Keltner Channel berbeda dengan BB.

Keltner Channel terdiri dari dua pita yang digambar berdasarkan ATR dari Exponential Moving Average (EMA) 20 hari pada grafik harga pair forex terkait. Volatilitas yang tinggi terjadi ketika grafik harga menembus ke atas atau ke bawah kedua pita Keltner Channel. Apabila harga tembus ke atas, maka kecenderungan tren selanjutnya akan bullish. Sedangkan jika harga tembus ke bawah, maka kecenderungan tren selanjutnya akan bearish.

Indikator Volatilitas Forex - Keltner Channel (Baca Juga: Tips Trading Menggunakan Keltner Channel untuk Day Trader)

 

4. Parabolic Stop and Reverse (Parabolic SAR)

Parabolic SAR sangat populer di kalangan trader Indonesia, tetapi jarang yang mengetahui fungsi ekstra-nya sebagai indikator volatilitas. Perpindahan titik Parabolic dari bawah ke atas grafik harga menandakan momentum bullish. Sedangkan perpindahan titik Parabolic dari bawah ke atas grafik harga menandakan momentum bearish.

Trader biasanya memanfaatkan perpindahan titik sebagai sinyal beli/jual. Namun, perpindahan titik itu sebenarnya juga menandakan kondisi pasar lebih volatile dari sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa ada yang menyarankan agar trader menunggu beberapa titik dulu sebelum open posisi. Membuka posisi dalam kondisi volatile itu berisiko lebih tinggi.

Indikator Volatilitas Forex - Parabolic SAR (Baca juga: Mengenal Indikator Parabolic SAR dalam Trading Forex)

 

5. Indikator Momentum (Rate of Change/ROC)

Indikator Momentum pada platform Metatrader juga dikenal sebagai indikator Rate-of-Change (ROC). Indikator ini menganalisis kecepatan pergerakan harga, sehingga dapat pula dijadikan sebagai indikator volatilitas. Semakin positif angkanya, maka sinyal beli (buy) semakin kuat. Semakin negatif angkanya, maka sinyal jual (sell) semakin kuat. Tapi perubahan dari positif ke negatif (atau sebaliknya) juga dapat mengisyaratkan adanya peningkatan momentum dan volatilitas pasar.

Indikator Volatilitas - Momentum (Baca juga: 3 Cara Menggunakan Indikator Momentum)

Volatilitas pasar bisa menjadi teman ataupun musuh trader. Kuncinya adalah bagaimana kita memahami volatilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk meraih profit dengan risiko serendah-rendahnya. Jika sudah menguasai skill yang dibutuhkan, meraup profit saat volatilitas tinggi pun bukan hal yang mustahil. Dalam hal ini, kelima indikator volatilitas ini dapat membantu Anda untuk memahami pasar lebih dalam, tetapi kesuksesan trading tetap berada di tangan Anda. Salam profit!

125491
Penulis

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Heri

Mau tanya suhu, pair apa saja yg paling volatile dalam trading?

Seputarforex

Biasanya, pilihan pair forex selain mayor mempunyai volatilitas tinggi, seperti pair cross dan eksotik, terutama yang berhubungan dengan GBP. Namun tingkat volatilitas pair ini bisa berubah-ubah. Anda bisa mendapatkan data ter-updatenya dengan mem-bookmark halaman berikut: Tabel Pemantau Volatilitas Forex.