iklan

5 Tools Terbaik Untuk Menentukan Stop Loss Forex

Penulis

+ -

Dalam menentukan Stop Loss forex, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Lima tools berikut dapat Anda manfaatkan dengan mudah dan praktis, tanpa mengunduh aplikasi tambahan.

iklan

iklan

Banyak trader forex yang salah paham dalam mengaplikasikan Stop Loss. Namun, ada satu hal yang sebaiknya kita sepakati bersama, yaitu: Jangan nekat masuk pasar tanpa memasang Stop Loss!

Jika tidak menentukan Stop Loss forex, Anda berisiko menderita kerugian yang besar dalam satu kali trading. Selain itu, Anda akan lebih sulit menerapkan manajemen modal yang baik tanpa penerapan Stop Loss.

Membiasakan diri untuk memasang Stop Loss secara konsisten sangat penting, karena menghilangkan aspek emosional dan impulsif. Pada banyak kasus, kedua hal tersebut bisa mengakibatkan overtrading yang berujung pada kerugian.

Namun, jika Anda tidak benar-benar tahu kapan waktunya keluar pasar dan sembarangan memasang Stop Loss, hasilnya akan sama saja: manajemen risiko yang diaplikasikan tidak bisa maksimal.

tools terbaik untuk menentukan stop loss

 

Apa Sajakah Tools Terbaik Untuk Menentukan Stop Loss?

Ketika Anda tahu cara menentukan Stop Loss dan punya alasan kuat dalam menempatkannya, Anda tidak akan terlalu tergoda untuk melanggar aturan Stop Loss dan mematuhi rencana awal. Dikutip dari Tradeciety, b erikut ini adalah 5 tools terbaik untuk menentukan Stop Loss, disertai penjelasan mengenai keuntungan dan kerugian masing-masing.

 

1. Menentukan Stop Loss Dengan Bollinger Bands

Bagi para trader yang menganut strategi trend-following, Bollinger Bands adalah tools yang hebat untuk mendeteksi dimana Anda harus meletakkan Stop Loss. Ketika sedang terjadi Uptrend, Anda akan melihat harga bergerak lebih tinggi di dekat Bollinger Bands terluar.

Tren yang kehilangan momentum akan mulai merosot dari band (pita) terluar dan tertarik ke pita tengah (Middle Band). Perlu diingat bahwa pita di tengah adalah Moving Average (MA). Jadi selama tren harga masih kuat, harga cenderung menjauh dari MA; namun begitu harga kehilangan momentum, pergerakannya akan kembali mendekati garis MA tersebut.

Dalam menghadapi hal ini, akan ada 2 reaksi:

  • Trader penganut trend-following akan menempatkan Stop Loss mereka di atas/di bawah garis tengah dan memasang posisi searah dengan pergerakan tren.
  • Trader konservatif akan menempatkan Stop Loss di luar Bollinger Band luar yang berlawanan dengan arah tren.

menentukan stop loss dengan bollinger band

 

2. Kombinasi Trendline Dan Support- Resistance

Selain Bollinger Band, Trendline adalah alat yang terkenal untuk menentukan Stop Loss. Sebagai level support resistance alami, garis tren digunakan oleh banyak trader.

Meskipun begitu, strategi menentukan Stop Loss menggunakan Trendline juga memiliki kekurangan karena cenderung subyektif. Akibatnya, kita bakal kesulitan menentukan letak sumbu atau badan Candlestick yang bisa dijadikan acuan menarik Trendline.

Oleh karena itu, sebaiknya tentukan garis tren yang menghubungkan ekstrem (sumbu harga) sehingga Anda berada di sisi yang lebih aman ketika memasang Stop Loss. Cara ini juga sekaligus menghindarkan Anda dari sinyal palsu jika terjadi lonjakan volatilitas. Selain itu, beberapa ahli menyarankan untuk menambahkan beberapa titik setelah garis tren untuk menentukan Stop Loss forex yang ideal.

6 Tools Terbaik Untuk Menentukan Stop

 

3. Manfaatkan Level Fibonacci Untuk Menentukan Stop Loss

Level Fibonacci juga bertindak sebagai support resistance. Karena itu, konsep penempatan Stop Loss pada support resistance juga berlaku jika Anda menggunakan tool teknikal ini. Setelah menemukan titik entry trading yang potensial dan pola berurutan pada indikator Fibonacci, Anda dapat menggunakan level retracement sebagai Stop Loss.

Akan tetapi, Anda tidak selalu dapat menemukan pola berurutan, terutama dalam kondisi ranging atau di awal tren. Dengan demikian, menggunakan metode Fibonacci untuk menentukan Stop Loss forex tidak selalu berhasil 100% setiap saat.

fibonacci untuk menentukan stop loss

 

4. Menentukan Stop Loss Menggunakan Moving Averages

Dari penjelasan di atas, kita telah beberapa kali membahas tentang Moving Average. Indikator yang satu ini memang terkenal "newbie-friendly" dan mudah dipahami.

Prinsipnya adalah: Ketika harga membentuk suatu tren, harga akan menjauh dari garis MA. Ketika tren melambat dan hendak berbalik, harga akan kembali bergerak di sekitar garis MA.

Moving Average yang paling sering digunakan adalah MA periode 50, 100, dan 200. Level-leve ini dianggap sebagai support resistance alami, sehingga bisa sangat berguna untuk menjadi acuan Stop Loss Anda.

Sebagai catatan, jangan menempatkan Stop Loss tepat pada titik Moving Average. Tambahkan jarak antara Moving Averages dan titik Stop Loss. Menentukan Stop Loss forex tepat di garis Moving Average akan meningkatkan risiko Stop Loss Anda "terjemput" lebih awal ketika terjadi banyak noise di pasar.

Menentukan stop loss forex dengan MA

 

5. Memasang Stop Loss Menggunakan ATR (Average True Range)

Metode Stop Loss ATR merupakan pendekatan dinamis karena ukuran Stop-nya bervariasi berdasarkan volatilitas pasar. Semakin tinggi volatilitas, maka semakin besar pula periode ATR-nya. Memperbesar jarak Stop Loss saat volatilitas meningkat sangatlah penting karena bisa menghindarkan kerugian atas pergerakan ekstrem.

Saat volatilitas rendah, ATR akan menunjukkan nilai yang rendah sehingga Anda bisa menyesuaikan Stop Loss agar berjarak lebih kecil. Dalam kondisi ini, Stop Loss lebar tidak diperlukan.

Selain itu, indikator ATR juga bisa bekerja dengan baik ketika digabung dengan indikator lainnya. Contohnya saja ketika  Anda menggunakan support dan resistance, Anda cukup menambahkan beberapa poin di atas support atau resistance saat nilai ATR sedang tinggi.

memasang stop loss dengan atr

(Baca Juga: Membaca Dan Menggunakan Indikator ATR)

 

Stop Loss Hanya Salah Satu Solusi, Bukan Juru Selamat

Stop Loss adalah salah satu cara untuk membatasi kerugian dan membantu manajemen risiko Anda. Jika Anda memasang posisi Buy pada harga tertentu dengan harapan harga naik, namun harga justru floating di sekitar harga entry, itu artinya analisis Anda salah dan trading tidak berjalan seperti yang diantisipasi.

Jika harga tidak bergerak sesuai keinginan Anda, Stop Loss adalah tools yang membantu untuk segera menutup posisi trading. Meskipun begitu, menggunakan Stop Loss bukan berarti sama sekali tidak ada risiko dalam trading. Risiko salah memasang Stop Loss tetap ada, sehingga belajar menentukan Stop Loss forex dengan cara-cara di atas sangat penting untuk diterapkan.

 

Trading adalah aktivitas dengan probabilitas yang tinggi. Jika Anda memiliki kesempatan untuk keluar dari pasar dengan kerugian seminim mungkin, keluarlah dan jangan berharap pada yang belum pasti. Banyak trader profesional menggunakan konsep ini ketika ide trading mereka ternyata berlawanan dengan kondisi pasar.

Download Seputarforex App

295617
Penulis

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone