Advertisement

iklan

Cara Memanfaatkan Yum-Yum Continuation dalam Trading

Penulis

+ -

Peluang trading dari trend tidak hanya melalui pullback, tapi juga breakout harga. Pola Yum-Yum Continuation bisa menghadirkan strateginya.

iklan

iklan

Pola Yum-Yum Continuation adalah pola harga berkelanjutan yang digunakan untuk melihat peluang dengan strategi trend following. Ulasan mengenai pola ini bersumber dari buku price action berjudul The Ultimate Trading Guide karya John R. Hill, George Pruitt, dan Lundy Hill.

Teknik trading dengan Yum-Yum Continuation pada dasarnya memanfaatkan tren yang sudah ada dan mengidentifikasi peluang open posisi jika terjadi breakout. Yum-Yum Continuation bisa Anda temukan di semua instrumen trading, termasuk forex. Berikut syarat-syarat konfirmasi polanya:

  • Bullish Yum-Yum Continuation: Ketika ada tren naik, sebuah candle bullish besar breakout dari swing high terakhir. Rentang candle breakout kira-kira lebih besar dari rerata 10 periode sebelumnya.
  • Bearish Yum-Yum Continuation: Ketika tren sedang turun, terbentuk candle bearish besar yang kemudian menembus swing low terakhir. Seperti halnya syarat candle di pola bullish, rentang candle breakout untuk Bearish Yum-Yum Continuation hendaknya lebih besar dari rerata 10 periode sebelumnya.

Berikut adalah contoh Bearish Yum-Yum Continuation yang terdapat di chart EUR/USD time frame daily:

Pola Yum Yum Continuation

 

Cara Menerapkan Strategi Yum-Yum Continuation

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pola perdagangan Yum-Yum Continuation ini merupakan price pattern yang cukup sederhana dan bisa Anda lakukan dengan mudah.

Berikut adalah langkah-langkah trading dengan pola Yum-Yum Continuation:

 

1. Identifikasi Tren

Hal penting lainnya yang juga perlu Anda lakukan adalah menentukan tren yang sedang berlangsung. Strategi Yum-Yum Continuation ini akan mengambil keuntungan berdasarkan tren yang ada. Tanpa tren yang pasti, apakah naik ataupun turun, maka pola perdagangan ini tidak akan bekerja dengan baik.

Anda bisa menggunakan bantuan metode price action ataupun indikator seperti Moving Averages untuk mengkonfirmasi tren pasar yang sudah ada. Tren naik terjadi ketika harga konsisten mencetak harga tertinggi secara berkelanjutan, sedangkan tren turun sebaliknya.

Tetapkan seperti apa tren pasar yang ada, lalu setelah itu Anda bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.

 

2. Tandai Swing High atau Swing Low Terbaru

Sudahkah Anda menetapkan jenis tren pasar? Jika sudah, maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menandai level tertentu. fungsinya adalah jika suatu waktu level yang Anda tandai itu tertembus, maka hal tersebut menjadi tanda untuk melakukan open posisi.

Level yang perlu Anda berikan tanda adalah swing high terakhir jika harga dalam tren naik. Sedangkan jika tren turun, yang perlu Anda tandai adalah swing low terbaru.

 

3. Amati Tren Breakout

Mungkin Anda terbiasa melihat breakout harga. Namun yang perlu Anda perhatikan di sini adalah tren breakout. Lalu apa sebenarnya tren breakout tersebut?

Baca juga: Makna Bounce dan Breakout dalam Forex

Tren breakout adalah ketika harga sedang dalam tren lalu terjadi penembusan level tertinggi (dalam tren naik) atau terendah (dalam tren turun). Sehingga, tren berlanjut karena mendapatkan momentum penerusan yang signifikan.

 

4. Pasang Indikator

Dalam strategi ini, Anda dianjurkan menggunakan indikator Average True Range (ATR) periode 10 dan indikator volume.

Hanya dua indikator itu saja yang akan Anda gunakan dalam pola trading Yum-Yum Continuation. ATR periode 10 digunakan sebagai skala yang mengkonfirmasi kekuatan candle breakout, sementara bar indikator volume mengidentifikasi kemunculan candle breakout.

Pola Yum-Yum Continuation hanya valid apabila candle breakout menembus swing high atau low terakhir. Pada penembusan tersebut, sinyal bisa dikonfirmasi dengan penunjukan bar volume berukuran besar dan nilai ATR di atas 10 yang saling bertepatan.

 

5. Atur Posisi Buy Stop atau Sell Stop 

Hal lain yang juga perlu Anda atur adalah masalah posisi buy stop ataupun sell stop untuk pending order. Ini adalah aturan yang bisa Anda gunakan:

  • Jika tren sedang naik, maka siapkan buy stop di harga tertinggi (high) candle breakout.
  • Jika tren sedang turun, siapkan order sell stop di harga terendah (low) candle breakout.

Sebagai catatan, jika pending order tidak tereksekusi dalam 1 sampai 3 bar, maka pertimbangkanlah untuk membatalkan transaksi. Hal ini karena breakout biasanya menandakan urgensi pasar untuk mendorong harga bergerak kencang ke arah penembusan. Jika tidak ada pergerakan besar setelah breakout, maka penembusan yang terjadi sebelumnya hanyalah sinyal palsu ( false break ).

 

6. Sesuaikan Stop Loss dan Take Profit

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menggunakan trailing stop loss dengan mengikuti setiap bar yang bergerak searah posisi Anda. Cara tersebut akan berperan sebagai stop loss sekaligus take profit dan sangat sesuai dengan metode trend following.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menentukan Trailing Stop

Untuk posisi buy, lakukan trail pada low setiap candlestick bullish. Sedangkan untuk posisi sell, target trailing stop dapat diposisikan pada high setiap candlestick bearish.

 

Kesimpulan

Pola Yum-Yum adalah setup trading untuk penerusan tren. Jadi, selalu pastikan untuk mendeteksi tren terlebih dulu sebelum mencari posisi entry.

Pada umumnya, ada 2 pendekatan yang biasa dilakukan dengan strategi trend following:

  1. Entry saat pullback. Cara ini menawarkan rasio risk/reward yang lebih baik, tetapi peluang keberhasilannya lebih rendah karena yang dicari di sini adalah top atau bottom tren yang lebih kecil.
  2. Menunggu sampai terjadi breakout di puncak atau dasar tren. Karena penembusan terjadi di titik krusial, potensi profit dari cara ini lebih menjanjikan. Namun, rasio risk/reward yang dihasilkan relatif kurang ideal.

Strategi trading dengan pola Yum-Yum Continuation menggunakan pendekatan kedua karena memanfaatkan breakout saat momentum tren masih tinggi. Ukuran candle yang menjadi acuan breakout merupakan ekspansi bar range untuk meminimalisir risiko false break. Hal ini bisa semakin disempurnakan dengan sinyal indikator Bollinger Bands. Pasalnya, channel-channel Bollinger Bands yang menyempit dan melebar juga bisa mengindikasikan breakout.

297847
Penulis

Memulai trading sejak 2015, penulis tertarik dengan investasi saham jangka panjang. Seorang News-junkie dan tertarik dengan berbagai analisis fundamental untuk forex dan saham. Saat ini menulis berbagai artikel tentang finansial, forex, saham, dan komoditas sambil trading di sela jam kerja.