Advertisement

iklan

Cara Trading Akurat Dengan Kombinasi Trendline Dan Fibonacci

Penulis

+ -

Ternyata, cara trading akurat sangat mudah dilakukan hanya dengan mengkombinasikan Trendline dan Fibonacci. Bagaimana caranya?

iklan

iklan

Memiliki strategi trading yang jelas dan terbukti menghasilkan profit konsisten adalah impian setiap trader. Namun untuk memperolehnya, trader biasanya perlu melalui banyak proses serta lika-liku yang menguras mental dan modal. Karena trading forex bersifat bebas, hal ini menciptakan lahirnya beragam strategi trading.

cara trading akurat

Salah satu cara trading akurat paling umum adalah menggunakan metode kombinasi atau menggabungkan dua atau lebih elemen tertentu seperti indikator, metode analisa, hingga tool-tool pendukung lainnya. Tujuan utamanya adalah mempertajam akurasi sinyal trading untuk memanfaatkan peluang semaksimal mungkin.

Nah pada artikel ini, penulis akan coba mengulas cara trading akurat dengan mengkombinasikan dua tools paling sering digunakan olah trader, yaitu Trendline dengan Fibonacci.

 

Menemukan Major Trend Dengan Trendline

Agar cara trading akurat dengan metode ini berjalan lancar, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menemukan major trend. Ada banyak metode untuk menemukan major trend, salah satunya adalah menggunakan indikator Moving Average. Adapun cara lainnya yaitu dengan menggambar Trendline seacara manual sesuai arah trend terkini.

Pada dasarnya, Trendline adalah tool bawaan sebagian besar platform trading yang memiliki fungsi untuk menarik garis subyektif pada trend naik atau turun. Jadi, dalam hal ini sangat memungkinkan terjadi perbedaan hasil gambar Trendline setiap trader.

 

Cara Mudah Menggambar Trendline

Secara garis besar, berikut adalah beberapa langkah untuk menggambar Trendline pada chart:

  • Lakukan identifikasi Support dan Resistance dengan menemukan level-level harga tertinggi (Swing High) dan Terendah (Swing Low) pada sebuah grafik harga. Dalam hal ini, level High berperan sebagai Resistance dan level Low adalah Support.
  • Tarik Trendline dari Resistance dan Support yang berdekatan. Trendline atas sebagai level Resistance, sedangkan Trendline bawah sebagai level Support. Untuk menarik garis Trendline ini, setidaknya dibutuhkan minimal dua titik atau lebih yang bisa dihubungkan. Dengan kata lain, semakin panjang Trendline yang bisa ditarik, maka semakin kuat pula level Support dan Resistance.
  • Jangan memaksakan menggambar Trendline apabila memang tidak memungkinkan; boleh jadi kondisi pasar memang sedang tidak menentu (choppy).

Agar lebih mudah dipahami, silahkan lihat contoh gambar di bawah ini:

trendline

Keterangan:

  • Jika garis Trendline cenderung mengarah ke bawah, artinya pasar sedang dalam kondisi downtrend. Sebaliknya, jika cenderung ke atas artinya sedang uptrend.
  • Trendline yang panjang merefleksikan major trend.

 

Memanfaatkan Garis-Garis Fibonacci Retracement

Langkah berikutnya adalah memahami penggunaan Fibonacci Retracement. Pada dasarnya, garis-garis visual ini mampu menunjukkan titik potensi retrace dari periode kenaikan (Swing High) atau penurunan (Swing Low) yang telah terbentuk. Dalam penggunaannya, trader forex biasanya hanya fokus pada Fibonacci Retracement yang didasarkan pada beberapa rasio penting, yaitu 23.6%, 38.2%. 50.0%. 61.8%. dan 76.4%.

Dalam kondisi tren bullish, saat terbaik untuk membuka posisi trading adalah jika retracement minimum-nya mencapai sekitar garis Fibonacci 38.2%. Sedangkan dalam tren bearish, retracement yang bisa dimanfaatkan adalah sekitar garis Fibonacci 61.8% atau bahkan 76.4%. Apabila terjadi retracement lengkap mencapai 100%, besar kemungkinan akan terjadi perubahan tren signifikan.

 

Cara Menggambar Garis Fibonacci

Singkatnya, garis Fibonacci dapat ditarik dari sisi chart paling kiri ke kanan. Ketika terjadi kondisi tren bullish yang berubah menjadi bearish seperti dalam chart GBP/USD di bawah ini, Anda perlu mencari titik tertinggi (Swing High) di sisi kiri, kemudian menariknya hingga titik terendah (Swing Low) yang terdapat pada sisi paling kanan dalam chart.

fibonacci GBP/USD (Baca Juga: Kesalahan Dalam Menggunakan Fibonacci Retracement)

 

Sebaliknya, ketika terjadi kondisi tren bearish yang berubah menjadi bullish seperti dalam chart EUR/USD di bawah ini; Maka Anda perlu mencari titik terendah (Swing Low) di sisi kiri, kemudian menariknya hingga titik tertinggi (Swing High) yang terdapat pada sisi paling kanan dalam chart.

fibonacci EUR/USD

Untuk pemula, sangat disarankan belajar cara manarik garis-garis Fibonacci dengan benar terlebih dahulu. Pasalnya, salah menarik garis Fibonacci bisa mengurangi tingkat akurasi trading.

 

Kombinasi Trendline Dan Fibonacci Sebagai Cara Trading Akurat

Cara trading akurat dengan kombinasi Trendline dan Fibonacci ini akan digunakan untuk skenario entry Sell dan Buy. Seperti yang dilansir dari Freeforexcoach.com, sebelum menggunakan metode trading ini, trader perlu memahami beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Major trend sudah ditemukan dan setidaknya memiliki Swing High atau Swing Low untuk ditarik dengan garis Trendline.
  • Menggambar garis-garis Fibonacci Retracement pada gelombang ayunan berikutnya.
  • Perhatikan pertemuan level Fibonacci dan Trendline.
  • Tunggu konfirmasi setelah harga berhasil mencapai titik pertemuan level Fibonacci dan Trendline.
  • Agar lebih maksimal, lakukan konfirmasi dengan price action.

 

Skenario Trading Sell

Jika major trend yang berhasil ditemukan cenderung bergerak ke bawah (menurun), besar kemungkinan skenario trading yang bisa digunakan adalah Sell. Sebelum melakukan entry posisi, perhatikan beberapa hal ini:

  • Dua Swing High resistance yang terhubung dengan Trendline.
  • Titik pertemuan Trendline dan level Fibonacci 61.8%.
  • Aksi harga (price action) yang mengindikasikan bearish reversal di titik pertemuan.

Sell Entry

 

Sinyal Sell valid akan terlihat seperti gambar berikut:

Sell Entry Terkonfirmasi

 

Skenario Trading Buy

Sinyal Buy akan muncul pada major trend yang cenderung naik. Sebelum melakukan entry posisi Buy, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Dua Swing Low support yang terhubung dengan Trendline.
  • Titik pertemuan Trendline dan level Fibonacci 61.8%.
  • Aksi harga yang mengindikasikan bullish reversal di titik pertemuan.

Lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah ini:

Buy Entry

 

Dengan demikian, penampakan sinyal Buy valid akan terlihat seperti ini:

Skenario buy terkonfirmasi

Secara keseluruhan, cara trading akurat menggunakan Fibonacci Retracement dan Trendline fokus pada bagaimana mengidentifikasi sinyal dari pantulan harga di level retracement yang searah dengan major trend. Sehingga, jika ditemukan harga berhasil breakout garis Trendline, maka skenario trading ini tidak berlaku.

 

Selain dengan Trendline, Fibonacci Retracement juga bisa dikombinasikan dengan indikator teknikal yaitu RSI. Ingin tahu strateginya? Simak di Kombinasi Fibonacci Dan RSI Dalam Trading Forex.

295643
Penulis

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywriting, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini