Advertisement

iklan

Christina Qi, Pemimpin Hedge Fund Yang Menginspirasi Perubahan

Penulis

+ -

Christina Qi merupakan satu dari segelintir pengusaha muda yang sukses membangun perusahaan Hedge Fund. Bagaimana kisahnya? Yuk, intip lewat artikel berikut ini.

iklan

iklan

Hedge fund adalah investasi alternatif yang menggunakan berbagai metode seperti derivatif leverage, short-selling, dan strategi spekulatif lainnya untuk mendapatkan pengembalian yang mengungguli pasar yang lebih luas.

Perusahaan Hedge fund biasanya mengenakan minimum $1 juta dan menargetkan individu dengan kekayaan bersih tinggi. Akibatnya, bisnis Hedge Fund selalu membawa risiko lebih tinggi daripada investasi tradisional. Tapi hal tersebut rupanya tak membuat Christina Qi bimbang.

Christina Qi mendirikan perusahaan Hedge Fund HFT bernama Domeyard dengan dua rekannya ketika masih berada di asrama kampus. Dengan berbagai rintangan dan suka-duka, Domeyard lalu menjadi perusahaan yang sukses dan masuk jajaran 50 Hedge Fund terbaik saat ini.

Kemudian Christina move on dan mendirikan perusahaan lain dengan visi mengatasi masalah besarnya biaya pembuatan data keuangan, yang merupakan momok bagi banyak perusahaan dalam berbagai industri.

christina qi

Berdirilah perusahaan bernama Databento, yang bertujuan menyajikan data keuangan berstandar tinggi untuk industri, tapi dengan harga murah, sehingga memudahkan banyak tim perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang lebih cepat.

Baca Juga: 10 Perusahaan Hedge Fund Terbesar Di Dunia

Nah, tanpa panjang-lebar lagi, mari kita simak kutipan wawancara dengan Christina berikut ini.

 

1. Masih ingat tidak, kapan dan bagaimana Anda berkenalan dengan dunia trading?

Karir saya sebetulnya bermula dari serangkaian kegagalan. Saya dulunya magang di bagian trading sebuah bank, dan salah satu tugasnya adalah menyusun strategi pasar saham untuk proyek final kami. Karena latar pendidikan saya adalah MIT, saya memutuskan menggunakan kemampuan teknis saya sepenuhnya kala itu, dan menghasilkan strategi arbitrase dalam bentuk statistik.

Naifnya saya ketika itu, saya tidak menyadari bahwa para pialang di lantai bursa tidak begitu paham dengan paparan saya yang terlalu matematis. Saya sedih karena tidak mendapatkan potensi keuntungan sama sekali. Karena saya tidak bergelar PhD, saya tidak diterima di bidang High Frequency Trading saat itu. Pilihan satu-satunya adalah dengan belajar trading di malam hari di masa kuliah, mencoba sesi trading waktu Jerman pada jam 3 dini hari, lalu kuliah pada pagi dan siangnya.

Perusahaan Hedge Fund kami, Domeyard LP, terlahir dari serangkaian pengalaman ini. Saya baru menyadari betapa sulitnya membangun usaha Hedge Fund, betapa hebatnya mengelola dana trading miliaran dolar dalam sehari, dan betapa berharganya "kesalahan-kesalahan pendiri" yang kita bisa lakukan.

Baru-baru ini saya memulai perusahaan penyedia data, Databento, untuk mengurangi penghalang antara perusahaan Hedge Fund dengan para trader. Kami satu-satunya perusahaan yang menyediakan data High Frequency Trading (HFT) yang berkualitas dalam bentuk layanan a la carte, dengan tujuan membantu banyak perusahaan bertumbuh dan mengembangkan produk mereka.

Data keuangan kami sangat rinci, tetapi klien dapat memilih secara mandiri bagian yang mereka inginkan dengan mudah. Ini adalah bentuk usaha yang sangat berbeda dengan usaha Hedge Fund saya sebelumnya. Yah, bisa dibilang ini lebih memberi makna dibandingkan banyak hal lain yang telah saya kerjakan.

 

2. Apa gaya trading yang Anda pilih saat awal memulai? Apakah terjadi perubahan?

Kami telah mendalami HFT selama delapan tahun, terhitung sejak pendirian perusahaan. Semua berjalan alami bagi kami, tidak lain karena keunggulan kami adalah dalam aspek teknologi.

Ada jutaan transaksi yang terjadi setiap harinya. Untuk bisa memahami gejala yang sedang terjadi, kami mengamati data yang ada menggunakan sudut pandang yang spesifik lalu mencatat beberapa peluang yang mungkin dilewatkan oleh orang lain.

Kami mungkin mencoba dan gagal beberapa kali sampai sebuah platform trading menyadari hasil kerja kami. Mungkin ini perumpamaan yang menakutkan, tapi menurut saya betapa mengerikannya jika kita harus memasang posisi trading long-term hanya berdasar pada ramalan ekonomi makro yang tidak pasti.

Pemodelan data kami sendiri sebetulnya sangatlah tradisional dan berdasarkan data-data. Hukum angka-angka besar yang penting juga kami pertimbangkan—saat Anda harus melakukan ribuan trade per hari, hasilnya akan ditentukan oleh keahlian Anda, bukannya keberuntungan. Kami tidak pernah menuntut Assets Under Management (AUM), mengingat portofolio kami bisa berkembang puluhan bahkan ratusan kali lipat dalam sehari.

Tidak seperti dugaan banyak orang tentang HFT, Domeyard tidak pernah melakukan order flow di depan. Kami selalu melakukan trading secara intra-market, artinya menggunakan data pasar yang sedang berjalan, dan menggunakan data pasar yang kredibel untuk melengkapi data alternatif kami. Inilah kunci strategi kami.

Server kami yang dibangun dan ditempatkan di data center banyak klien kami, yang bahkan raknya masih disewa lewat pihak ketiga. Di luar flow ini, HFT sangat bermanfaat, dan berbagai kendala yang kami alami ketika itu datang dari para administrator bursa, para pengacara, bagian perekrutan, dan lain-lain.

 

3. Anda mendirikan perusahaan Hedge Fund bidang HFT bersama dua rekan pada 2012. Bisakah Anda ceritakan secara umum bagaimana perjalanannya, sehingga kini nilai trading Anda mencapai 7,1 miliar dolar dalam sehari dengan ribuan transaksi?

Yah, butuh hampir tiga tahun sampai perusahaan berjalan lancar. Begitulah sulitnya membangun Hedge Fund di masa-masa sekarang. Itu juga menunjukkan kurangnya pengalaman kami sebagai anak kuliahan yang mendirikan perusahaan waktu itu.

Saya sering bilang ke orang-orang bahwa Anda bisa melakukannya dengan lebih baik. Anda harus tahu kekuatan dan kelemahan diri sendiri, punya tim yang solid, punya penasihat, rekanan provider yang tepat, dan orang-orang yang mengawasi, menjadi pemimpin yang baik, dan saling belajar.

Rasanya lama sekali sampai kami menemukan investor di tahap-tahap awal. Maksud saya, siapa yang mau menjadi investor di perusahaan Hedge Fund yang portofolio-nya masih nol, orang-orangnya masih muda, apalagi dalam bidang yang kontroversial seperti HFT?

Tapi ternyata, ada beberapa investor yang memang melirik perusahaan-perusahaan Hedge Fund yang baru berdiri. Ada juga para investor veteran yang mau menanamkan modalnya pada bisnis yang nantinya jadi besar. Meski begitu, tetap saja sulit untuk menemukan orang-orang seperti mereka ini.

Nah, begitu kami berhasil meraup investasi tahap awal ini, banyak yang lalu tertarik berinvestasi di tahap kedua, sehingga kami akhirnya membuat daftar tunggu untuk calon-calon investor yang semakin bertambah. Luar biasa sekali, bagaimana situasi berubah drastis ketika Anda sudah berhasil menjalankan sebuah bisnis yang dipercayai orang.

Dalam hal launching, nasihat saya bagi Hedge Fund pemula adalah janganlah membuka pesanan terlalu dini. Ini bukan Silicon Valley di mana Anda bisa meluncurkan produk pertama yang biasa saja dan perlahan mengembangkannya dengan feedback dari para pengguna awal. Tidak. Ini lebih mirip Theranos, mereka berurusan dengan nyawa manusia, dan tidak ada toleransi sekecil apapun dalam urusan kesehatan.

Dalam Hedge Fund, Anda berurusan dengan dana asli, keuntungan yang nyata, begitupun kerugian. Apapun hasilnya, akan tercatat sebagai reputasi Anda sepanjang masa. Kadang-kadang, Wall Street hanya memberikan satu kesempatan. Jadi, daripada meratapi kondisi keuangan yang belum baik, ada pentingnya menyiapkan waktu dan segala halnya sampai betul-betul siap.

 

4. Anda kan membangun Domeyard di sebuah apartemen dan menaruh server di dalam lemari pakaian waktu itu. Ada cerita menarik lagi soal ini sampai akhirnya punya kantor sendiri?

Oh iya. Ini sebetulnya kutipan dari buku saya, The Finance Snake: A Memoir About My Billion-Dollar Hedge Fund.
Kami menyewa apartemen dekat kampus MIT sebelum meluncurkan perusahaan.

Harganya 3x lebih murah dibandingkan gedung kantor yang ukurannya sama. Kami mengakali sistem listrik apartemennya untuk server-server yang kami taruh di dalam lemari. Dan karena itu sebetulnya apartemen tempat tinggal, saya tidur di kamar utama yang cukup mewah untuk ukuran anak kuliahan.

Suatu malam, polisi menggerebek kamar kami. Mereka kira kami menjalankan bisnis ganja di sana, dan mereka sangat terkejut saat mendapati server di dalam lemari pakaian kami. Ternyata, unit kami menyedot listrik paling banyak, melebihi listrik penghuni lain bahkan kalau digabungkan.

Malam itu juga kami diusir, dan kami pindah ke coworking space WeWork keesokan harinya. Biaya sewa kami naik 3x lipat, dan ruangan WeWork kami hanya sekotak ruangan sempit dikelilingi dinding-dinding kaca. Investor kami menganggapnya seperti kamar kos.

Ya, memang aromanya seperti kamar kos, karena kami bertujuh hidup di ruangan sempit yang ventilasinya minim itu. Setelah itu kami pindah ke apartemen punya seorang teman, dan saya tidur di sofa selama beberapa waktu.

 

5. Anda membangun sistem Hedge Fund ini kan dari bawah ya, yang dalam bayangan saya pastilah menyita banyak waktu, belum lagi pro dan kontranya. Apakah Anda memang memilih membangun sistem sendiri dari awal, ketimbang membeli software yang sudah jadi?

Kami tidak punya banyak pilihan ketika itu. Dalam hal "membeli atau membuat", kami mau tidak mau harus membuat dari awal, karena kami tidak begitu ahli dalam hal platform trading HFT waktu itu. Terlebih lagi, kami tidak punya banyak uang, jadilah kami membuat semuanya dari nol. Kekurangannya, ini memakan waktu yang sangat lama, dan ada banyak penundaan di sana-sini karena satu dan lain hal. Jadi target peluncuran kami meleset berkali-kali, dan saya sempat frustrasi waktu itu.

 

6. Bisa tolong ceritakan apa itu Databento, dan bagaimana bisa membantu orang-orang di dalam maupun di luar industri? (Dan rasanya ada cerita unik dalam pemilihan namanya juga, bisa jelaskan bagaimana akhirnya memilih nama Databento?)

Saat dalam proses meluncurkan perusahaan Hedge Fund waktu itu, kami menghabiskan lebih dari 1 juta dolar hanya untuk membeli data. Ada beberapa startup yang menjual data lebih murah waktu itu, tapi kualitasnya sangat jelek dan ditujukan untuk trader ritel.

Akhirnya kami meluncurkan Databento untuk membangun sistem data berkualitas tinggi, tapi dengan harga ritel yang lebih murah, memudahkan banyak perusahaan melakukan pengembangan bisnis dengan lebih cepat. Alih-alih bekerjasama lewat seorang sales, perusahaan dapat langsung membeli, menggunakan dan membagikan rangkaian data keuangan yang terdigitalisasi, langsung di dalam infrastruktur perusahaannya.

Nama "Databento" sendiri mengumpamakan kita membeli potongan-potongan kecil yang beraneka ragam di dalam sebuah set data. Daripada membeli data full lewat platform tradisional, sistem kami memudahkan para pengguna membeli hanya yang benar-benar diperlukan. Seperti halnya memilih potongan-potongan kecil untuk ditata dalam kotak makanan bento.

 

7. Apa motivasi utama Anda dalam membangun Databento? Apa yang berusaha Anda capai dengan jenis pelayanan seperti ini?

Banyak startup dan Hedge Fund meminta konsultasi dengan kami beberapa tahun terakhir ini, dan kami menyadari bahwa setiap orang menghadapi masalah yang sama dalam hal menemukan infrastruktur data yang lebih baik. Saya beruntung karena pernah membangun Hedge Fund selama bertahun-tahun. Saya ingin menyumbangkan perubahan yang berarti bagi generasi-generasi selanjutnya, dengan cara menyelesaikan satu tantangan besar itu.

Kami juga berhasil menarik perhatian perusahaan-perusahaan dan institusi besar yang kasusnya beraneka ragam, semisal strategi launching produk dan strategi, backup data, atau membantu mereka transisi ke kerja remote dan penghematan biaya.

 

8. Apa yang membedakan perusahaan Anda dengan penyedia data yang lain?

Pertanyaan ini sebenarnya mirip dengan bagaimana kami melakukan diferensiasi di Hedge Fund kami. Tujuan kami adalah menjadi kuat di tidak cuma satu, tapi beberapa lini:

  • Penawaran produk yang terbaik adalah yang utama. Kami bisa secara bersamaan menawarkan data yang berkualitas tinggi, dengan sederet fungsi API yang terperinci, lalu menawarkannya dalam bentuk-bentuk kecil agar lebih murah.
  • Lalu terkait harga, kemudahan pemakaian dan pengelolaan, serta pengalaman pengguna yang lebih memuaskan.

 

9. Anda punya program online mirip "Black Mirror – Bandersnatch" di mana para pengguna akan berinteraksi dan mengambil keputusan bersama terkait masa depan perusahaan Hedge Fund ini, dan akan memengaruhi arah dan keputusan-keputusan strategis perusahaan di masa depan. Bisa Anda jelaskan sedikit mengapa program ini Anda gratiskan, serta pelajaran apa yang Anda bisa diambil dari sini?

Saya memang terinspirasi dari Bandersnatch, dan ingin membuat versi startup dari sebuah Hedge Fund sehingga orang bisa ikut merasakan dengan realistis, bagaimana jatuh bangun membuat sebuah perusahaan dan berbagai konsekuensi dari berbagai keputusan bersama.

Sekarang, sudah lebih dari 1,000 orang bergabung sejauh ini. Tiap sesi ending-nya berbeda. Saya terkejut menyaksikan orang-orang bisa mengambil keputusan yang berbeda dari sesi satu ke sesi lainnya. Kami sudah mengalami dua kali ending yang mengecewakan, tapi belum juga menemukan ending yang terbaik.

Yang menyenangkan dari sesi-sesi ini adalah kesempatan untuk bertemu dan berkenalan. Para peserta bertukar akun LinkedIn dan Twitter, melanjutkan diskusi mereka bahkan setelah sesi kami selesai. Lewat Bandersnatch, saya ikut mempertemukan beberapa orang yang lalu mendirikan perusahaan bersama, dan banyak orang datang dari seluruh dunia.

Selain itu saya juga memelopori penggalangan dana dan versi Hedge Fund teknologi dari Bandersnatch. Semuanya gratis karena rasanya menyenangkan.

 

10. Nasihat apa yang akan Anda berikan kepada versi muda diri Anda 8 tahun lalu, yang berdasarkan pengalaman Anda sejauh ini?

Jangan lupakan nilai moralmu, dan jangan terganggu dengan apapun yang ingin mencederainya.

 

11. Anda menerbitkan buku di 2021 membahas pengalaman di industri HFT. Apa yang membuat Anda menuliskan semua ini lalu kemudian memublikasikannya?

Menyelesaikan buku ini ibarat menghilangkan beban berat di kedua pundak saya. Sudah sejak lama sekali, saya merasa malu atas banyak kesalahan yang saya dan kami buat selama menjalankan Hedge Fund.

Lewat cerita-cerita lucu inilah, saya mencoba merinci apa-apa yang telah menjadi prinsip kami sejak awal, perjuangannya, dan akibat-akibat dari ngototnya kami ketika merasa paling benar waktu itu.

Satu dari sekian banyak kesalahan saya adalah menganggap setiap orang layak disebut sebagai Partner. Sebagai rekan. Ketika itu, terdengarnya rasional. Saya masih muda dan perlu mempekerjakan orang yang usianya 3x lebih tua.

Jadi menyematkan predikat Partner kepada setiap orang kan maksudnya membuat mereka merasa lebih dihargai. Tapi oh, ternyata, itu malah merugikan kami.

Kami pernah punya seorang manager office, yang tugasnya adalah membersihkan dapur, menjadwalkan rapat, dan mencetak dokumen. Kami merasa tidak enak lalu mengangkatnya sebagai Partner, sama seperti karyawan lainnya.

Baca Juga: 5 Peluang Karir Yang Bisa Anda Kejar Di Industri Forex

Lalu apa yang ia lakukan setelahnya? Meminta gaji setengah juta Dolar per tahun dan meminta dipanggil Managing Partner. Orang-orang mengejar peningkatan karir di industri ini, dan mereka merasa memerlukan gelar yang pas yang mencerminkan pengalamannya.

Buku ini juga menceritakan dengan gamblang bagaimana gaya hidup mewah para milyuner. Semisal, satu orang terkaya Asia berinvestasi di perusahaan kami. Belakangan kami tahu, dia berinvestasi hanya biar saya membantu anaknya masuk Harvard. (Spoiler: anaknya gagal masuk Harvard)

Lakukan proses pengecekan dan due diligence sendiri sebelum menerima investor. Jangan mengulangi kesalahan saya.

 

12. Kami lihat di sini Anda memenangkan banyak perlombaan, termasuk lomba piano dan Mahjong. Adakah hobi lain, dan bagaimana Anda menikmati waktu santai di luar pekerjaan?

Saya menonton anime dan bermain board game di waktu-waktu santai. Menulis buku juga sebetulnya jadi kegiatan relaksasi yang baik. Dan saya harap Anda bisa menikmati isi buku saya, yang terbit di 2021.

Juga, jika Anda tertarik memulai sebuah investasi atau perusahaan sendiri, atau mengembangkan portofolio trading Anda, saya harap Anda bisa ikut ke Databento dan bergabung dengan diskusi kami di Bandersnatch.

 

Selain Christina Qi, Anda juga bisa memetik kisah sukses pendiri perusahaan hedge fund terbesar dunia, Brigewater Associates dalam artikel berjudul Kunci Sukses Si Raja Hedge Fund, Ray Dalio.

297831
Penulis

Menggeluti minat di bidang ekonomi kreatif, trading, startup, dan crypto. Berpengalaman 10 tahun di jurnalisme dan 5 tahun di ekonomi kreatif dan marketing.