iklan

Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian Dan Mata Uang

Penulis

+ -

Meski berbanding terbalik dengan inflasi, dampak deflasi tetap buruk bagi perekonomian. Inilah 4 dampak deflasi serta pengaruhnya pada nilai tukar mata uang.

iklan

iklan

Deflasi adalah suatu periode dimana tingkat harga-harga barang dan jasa merosot secara umum. Ini tidak termasuk dalam siklus ekonomi yang normal, dan dampak deflasi terhadap perekonomian tidak sesederhana yang diperkirakan masyarakat awam.

Pada awalnya, ekonom memperkirakan deflasi akan cepat bisa diatasi, tetapi pada kenyataannya belum ada satu negara pun yang bisa mengatasi kerusakan akibat deflasi hingga ekonomi kembali berjalan normal. Sebagai contoh Hong Kong yang pernah mengalami periode deflasi pada tahun 2002 dan hingga kini belum bisa memperbaiki dampak akibat deflasi tersebut. Jepang yang mengalami masa deflasi panjang sejak awal tahun 1990, hingga kini masih berusaha memulihkan pertumbuhan ekonominya.

Mengapa banyak negara tak suka kalau harga-harga barang dan jasa merosot? Ini karena dampak deflasi amat buruk dan bisa berlangsung dalam waktu sangat lama.

 

Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian

1. Merosotnya pendapatan berbagai perusahaan.

Agar bisa tetap kompetitif, perusahaan-perusahaan harus menurunkan harga. Padahal, jika keadaan ini berlangsung terus-menerus maka keuntungan sektor bisnis yang mencakup industri, manufaktur, perdagangan, bahkan perumahan dan jasa akan merosot tajam. Pada akhirnya, mereka juga bisa mengalami kerugian.

Dalam keadaan normal, keuntungan sektor bisnis memang bisa turun, tetapi akan mengalami recovery. Berbeda halnya dalam perekonomian yang sedang mengalami deflasi. Pemulihan takkan terjadi meskipun mereka melakukan efisiensi dalam produksi atau mengurangi biaya belanja material yang harganya terus turun. Mereka akan mengalami kerugian besar bila keadaan deflasi terus berlangsung, hingga harus menghentikan aktivitasnya.

 

2. Pengurangan gaji dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebagai akibat dari poin pertama, banyak perusahaan yang akan mengurangi pengeluaran dengan berbagai cara. Diantaranya: menghentikan sebagian usaha, mengurangi gaji para karyawan, merumahkan sementara karyawan yang dianggap kurang produktif, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja. Dalam laporan ketenagakerjaan nasional, tingkat pengangguran meningkat dan lowongan kerja merosot. Dengan demikian, dampak deflasi ini jauh lebih buruk dari dampak inflasi.

Dampak Deflasi - ilustrasi

 

3. Perubahan pola pengeluaran konsumen.

Hubungan antara deflasi dan pengeluaran konsumen relatif agak kompleks dan sulit diperkirakan. Namun, umumnya dalam keadaan deflasi pada mulanya mereka akan memanfaatkan turunnya harga-harga sehingga pengeluaran konsumen naik tajam. Setelah gaji mereka berkurang atau bahkan tidak bekerja lagi akibat dari poin kedua, mereka akan mengurangi pengeluarannya dengan tajam pula, sehingga angka pengeluaran konsumen akan berubah turun tajam.

Penurunan belanja masyarakat, pada gilirannya, makin memperparah kemerosotan pendapatan perusahaan-perusahaan yang telah terjadi pada poin pertama. Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana akibat jangka panjangnya bila deflasi tidak cepat ditanggulangi.

 

4. Anjloknya investasi dan harga-harga saham.

Akibat dari poin pertama, para investor tentu akan menahan dananya sambil menunggu peluang pasca deflasi. Karena banyak perusahaan merugi, tentu saja harga sahamnya merosot, dan efek domino ini akan berlangsung dengan cepat hingga indeks harga saham negara terkait anjlok. Para investor tentu tidak akan menahan portofolio-nya di saham negara tersebut, mengalihkan modalnya ke aset keuangan atau negara lainnya.

 

5. Turunnya iklim kredit.

Akibat dari poin pertama dan kedua, para kreditur akan membatasi pinjaman kreditnya atau menahan diri dengan tidak mengambil kredit baru. Banyak perusahaan leasing (properti, mobil, dan lainnya) yang mengalami kesulitan pada saat deflasi akibat banyak peminjam yang default (gagal bayar). Bank telah menurunkan suku bunga pinjaman, tetapi hanya sedikit yang bersedia meminjam.

 

Dampak Deflasi Terhadap Nilai Tukar Mata Uang

Secara umum, deflasi adalah suatu keadaan dimana jumlah barang yang beredar melebihi jumlah uang yang beredar, sehingga harga barang-barang menjadi turun dan nilai uang meningkat (kebalikan dari inflasi). Sebagai contoh, nilai tukar Yen yang cenderung terus menguat terhadap US Dollar selama periode deflasi berat sejak tahun 1990-an hingga awal tahun 2013.

Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian Dan Mata
Dampak berantai dari menguatnya nilai tukar mata uang adalah makin mahalnya produk-produk ekspor. Akibatnya, hal ini mengakibatkan turunnya daya saing produk suatu negara di pasar internasional. Permintaan mancanegara atas produk negara tersebut bakal merosot, kemudian penurunan pesanan akan mengganggu kinerja sektor industri dan manufaktur domestik.

Guna mengatasi masalah penurunan daya saing produknya di pasar internasional, bank sentral tentu akan berusaha dengan keras untuk memperlemah nilai tukar mata uangnya. Hal ini pernah dilakukan Bank of Japan (BoJ) dengan membeli US Dollar secara besar-besaran, setiap kali nilai tukar Yen mengalami apresiasi hingga mencapai kisaran tertentu yang dianggap terlalu mahal.

Secara umum, berikut adalah rangkuman dampak deflasi yang bisa Anda pahami dengan mudah:

Infografi Dampak Deflasi

 

Deflasi bisa menyebabkan berbagai kerugian meski pada awalnya dapat membantu nilai tukar mata uang menguat. Lantas, apa saja yang pada awalnya menyebabkan deflasi? Simak info lengkapnya di artikel ini .

183254
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Antonie
apakah dengan memperlemah nilai tukar mata uang, suatu negara bisa berusaha keluar dari deflasi? bagaimana sebenarnya penjelasan dari hubungan itu?
Martin S
@ Antonie:
Bukan memperlemah mata uang secara langsung, tetapi dengan kebijakan quantitative easing (QE) yang menyebabkan jumlah uang beredar naik sehingga penawaran mata uang meningkat dan nilai tukar dengan sendirinya akan turun (melemah). QE dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan.
Roby Tarno

Di saat semua negara bingung karena mengalami inflasi ternyata ada ya beberapa negara yang bingung karena deflasi tiada henti. Sebetulnya enak harga barang bisa lebih murah, tapi tidak sesederhana itu.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone