iklan

Mengapa Trading Dengan Daily Chart Dianggap Lebih Baik?

Penulis

Pernah mengalami kegalauan dalam trading forex, bingung menganalisa sinyal di time frame kecil? Jika demikian, Daily Chart bisa jadi solusinya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, terdapat anggapan jika trading di time frame besar akan lebih menguntungkan daripada di time frame kecil. Salah satu time frame besar yang dimaksud adalah Daily Chart. Lantas, benarkah trading dengan Daily Chart lebih baik dari trading di Chart lain? Untuk menjelaskannya, mari pertama-tama membahas manfaat trading dengan Daily Chart

 

1. Menghindari Overtrading

Ketika memperhatikan chart dalam trading, Anda sebenarnya sedang berusaha menemukan sinyal-sinyal yang tepat untuk masuk pasar. Perlu Anda ketahui, sinyal-sinyal pada chart dengan time frame di bawah Daily (misal 4-hour, 1-hour, 30-min, dsb) kurang dapat diandalkan dibanding Daily, karena banyak terdapat 'Noise' di dalamnya. Daily Chart menghilangkan Noise-Noise tersebut sehingga sinyal yang ditampilkan lebih akurat.

Berikut adalah contoh Noise dari sinyal Crossing MA 10 dan MA 50 pada chart 1-hour:

Chart 15 menit

Bandingkan dengan Daily Chart forex yang 'bersih' dari Noise, sehingga sinyal Crossing MA lebih mudah dibaca:

Daily chart

Melalui trading dengan Daily Chart, Anda bisa trading dengan kuantitas sinyal yang lebih rendah, tapi kualitasnya lebih tinggi. Jika Anda telah memahami Daily Chart, trading pada chart 4-hour atau 1-hour akan lebih mudah dan lebih besar peluangnya untuk sukses. Dari pengalaman penulis, chart di bawah 1-hour terlalu banyak Noise, sehingga informasi berupa sinyal-sinyal yang ditampilkan banyak yang salah atau menyesatkan. Inilah mengapa, trading dengan Daily Chart sangat ampuh untuk menghindarkan diri dari kebiasaan Overtrading.

Mungkin Anda tidak sering masuk pasar jika trading dengan Daily Chart, tetapi probabilitas ketepatan sinyal dalam trading akan lebih besar, sehingga juga memperbesar peluang keuntungan.

 

2. Mengatasi Rasa Takut Masuk Pasar

Jika ada terlalu banyak sinyal tak berkualitas di suatu chart, Anda akan semakin tidak percaya diri dan takut masuk pasar. Biasanya, hal ini terjadi karena Anda tidak fokus pada analisa teknikal yang dilakukan.

Jika pola pikir "takut masuk pasar" terus dipelihara, maka trading forex tidak akan mencapai kesuksesan. Dalam trading forex, satu-satunya keadaan yang bebas risiko adalah saat tidak ada posisi yang dibuka. Namun tentu saja, keadaan itu tidak akan menghasilkan keuntungan apapun. Sebagai trader, Anda tentu perlu mencari dan memanfaatkan peluang secara aktif.

Cara terbaik yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah tetap membuka posisi setelah melalui pertimbangan realistis dan proporsional, karena terlalu banyak pertimbangan juga merugikan. Nah, Daily Chart yang menjadi gambaran besar dari pergerakan harga dan minim Noise bisa menjadi solusi. Daily Chart bisa memfilter sinyal-sinyal palsu yang berseliweran di time frame kecil, sehingga Anda bisa lebih tenang dalam mengambil peluang, menjadi lebih percaya diri saat membuka posisi, dan secara otomatis tak lagi dibayangi rasa takut masuk pasar.

 

3. Mencegah Over-Analyzing

Banyak trader yang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mendapatkan dan menganalisa data-data teknikal. Mereka yakin bahwa prediksi atau analisa para pakar dapat memberikan informasi pergerakan harga pasar. Padahal, keseluruhan variabel-variabel tersebut telah tercermin secara natural dan sederhana dalam alur pergerakan harga di chart.

Strategi Price Action

(Baca Juga: Strategi Trading Price Action)

Penulis rasa, Daily Chart paling mewakili gambaran pasar. Jika Anda tidak fokus trading dengan Daily Chart, mungkin Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk sinyal-sinyal yang tidak jelas di time frame kecil. Pada akhirnya, Anda akan masuk pasar dengan lebih 'menduga-duga', daripada analisa logis pada gerakan harga (Price Action) di Daily Chart.

Dengan Daily Chart, Anda bisa trading dengan cara 'Set And Forget', atau 'masuk pasar dan tinggalkan'. Anda tidak perlu memantau pergerakan harga tiap jam atau bahkan dari menit ke menit, cukup 30 menit setiap harinya untuk menganalisa trading Anda dengan fokus pada Daily Chart. Selain itu, tentu saja Anda harus paham strategi trading yang efektif pada Daily Chart.

 

4. Menghentikan Kecanduan Trading

Dengan asumsi bahwa time frame kecil memberikan data yang lebih akurat karena lebih banyak sinyal, banyak trader yang keluar masuk pasar hingga kecanduan. Memang benar mereka mendapatkan banyak data dan sinyal, tetapi bukan berarti gambaran tersebut akurat. Singkat kata, banyak sekali formasi dan pola gerakan harga yang tidak penting di time frame kecil.

Untuk mengetahui apa yang telah digambarkan dalam time frame kecil secara menyeluruh, kita mesti melihat ke time frame yang lebih besar. Hal inilah yang sering dilupakan oleh para trader yang kecanduan trading. Seharusnya, mereka fokus pada gambaran pasar yang relevan yaitu pada Daily Chart.

Jika Anda telah paham dan mengerti bahwa sinyal-sinyal pada Daily Chart lebih signifikan dibanding dengan time frame yang lebih rendah, Anda tentu tidak akan sering masuk pasar. Mereka yang kecanduan trading biasanya main pada time frame rendah. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Noise yang terlalu padat berpotensi memancing trader untuk lebih sering menaruh posisi.

Trading Daily

(Baca Juga: Beberapa Mitos Trading Dengan time frame Daily)

 

5. Memastikan Konsistensi Hasil Trading

Jika Anda menggunakan time frame yang terus berubah-ubah setiap kali trading, kemungkinan besar hasil yang Anda peroleh menjadi tidak konsisten (kadang untung kadang rugi). Hal ini terjadi karena Anda sering masuk pasar tetapi dengan probabilitas sukses yang rendah, serta sulit untuk dimonitor. Perlu diketahui bahwa time frame yang Anda pakai akan menunjang akurasi sinyal.

Semua sinyal trading pada Daily Chart lebih jelas dan kuat dibanding time frame yang lebih kecil, sehingga lebih efektif dan bisa konsisten dalam trading untuk jangka waktu lama, karena reliabilitas sinyal trading dengan Daily Chart lebih tinggi. Harap diingat bahwa keberhasilan dalam trading ditentukan oleh konsistensi hasil trading Anda. Dan jika ingin meningkatkan hasil trading Anda, seyogyanya Anda memahami analisa pasar dari perspektif yang lebih relevan seperti tercermin pada Daily Chart.

Dari 5 poin di atas, berikut adalah rangkuman yang dapat Anda pelajari dengan mudah:

Daily Chart

 

Yang Perlu Diperhatikan Saat Trading dengan Daily Chart

Trading dengan Daily Chart yang sesi penutupannya berlangsung pada 05:00 PM (waktu New York) penting untuk dicermati. Pada jam tersebut, pasar trading Amerika ditutup dan pasar New Zealand dibuka (Overlap). Harga Closing sangat penting, karena menunjukkan kondisi bull dan bear yang telah settle pada hari itu. Sesi New York merupakan pasar terbesar kedua di dunia setelah London dalam hal Volume tradingnya, sehingga, harga penutupan yang tercipta dari pasar itu dapat dijadikan acuan signifikan.

 

Selama ini, time frame manakah yang sering Anda gunakan? Atau Anda masih bingung dalam menentukan time frame yang sesuai? Ajukan pertanyaan Anda pada kolom komentar di bawah, atau bergabunglah pada forum tanya jawab khusus time frame untuk langsung berbincang dengan ahlinya. 

97957
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Sugeng Setiyono

Pak Martin ,saya menganalisa chart 4h,lalu saya op untuk waktu 1h,apakah benar hal ini saya lakukan. ?Terimakasih

Martin S

Bisa. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca: Sistem Trading Triple Screen

Ghosttd
Menurut saya malah gini.

Pergerakan time frame rendah mewakili/membentuk pergerakan time frame lebih tinggi. Misal kita OP di H1, maka yg akan kita analisis pergerakan detailnya ada di time frame lebih rendah, bisa di M15 atau M30. Sederhananya untuk pembentukan 1 candle di H1, kalau kita proyeksikan ke M15 akan butuh 4 penciptaan candle, sehingga di situ memungkinkan arah market bergerak kemana.

Kalau dibalik OP di H1 dan menganalisa time frame H4 atau Daily, bagaimana kita tahu arah market akan kemana kalau time frame H1 lebih dulu bergerak menciptakan pembentukan candle dari time frame H4 atau Daily??
Martin S
@ Ghosttd:
Time frame tinggi digunakan untuk melihat arah trend yang sebenarnya. Semakin tinggi time frame maka arah trend akan ditampilkan lebih akurat dibandingkan dengan time frame rendah. Pada time frame rendah, trader sering kali terjebak pada kondisi saat terjadi koreksi. Tetapi jika ingin ambil koreksinya bisa saja, SL dan TP bisa ditentukan dengan batas-batas support dan resistance. Meski demikian, jika sudah terbiasa dan nyaman dengan cara trading Anda, silahkan gunakan cara tsb.
Andri
Pak Martin salam kenal,

Dalam tulisan bapak, harga penutupan pkl 05.00 pm bisa menjadi acuan yg signifikan apa maksudnya ? apakah jika penutupan bearish maka harga pembukaan nanti akna berlanjut bearish ? seandainya benar maka sebaiknya saat pembukaan kita cut loss saja ? Tks
Martin S
@ Andri: Mengenai acuan pada harga penutupan pasar New York, itu berdasarkan pendapat darisumber artikel ini yang ditulis oleh trader profesional, Nial Fuller. Untuk pergerakan arah trend di hari berikutnya, tentunya akan ditentukan dari sinyal yang mungkin muncul pada hari pembukaan. Jika price action menunjukkan trend continuation, maka akan terjadi penerusan arah trend, sebaliknya jika price action menunjukkan sinyal reversal, maka akan terjadi pembalikan arah trend.
Susilo
Trading daily chart bagusnya pada time 15m atau 5m ya?
Martin S
@ Susilo:Kalau Anda bermaksud trading dengan chart daily maka time frame yang digunakan adalah time frame daily. Kalau bermaksud trading dengan chart 15 menit maka time frame yang digunakan adalah time frame M15, dst.Untuk memahami time frame dalam trading forex, silahkan baca: Pengertian Time Frame Dalam Forex
Sugeng
Selamat malam bung Martin. Mau tanya, pada daily time frame(D1) untuk Op 0.01 lot selama seharian, modal minimal berapa dolar? Mohon untuk ulasannya terkait dengan modal yang minim, juga saran terbaiknya. Terimakasih Bung.
Martin S
@ Sugeng:Dalam hal ini Anda harus memperhitungkan ketahanan dari modal disesuaikan dengan satuan pip. Jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD) maka dengan ukuran 0.01 lot, nilai per pip-nya adalah USD 0.1.Anda bisa set ketahanan untuk 1000 (seribu) pip. Dengan demikian modal yang dibutuhkan minimal adalah 1000 pip x USD 0.1 = USD 100.Kalau Anda trading XAU/USD, maka untuk ukuran 0.01 lot nilai per pip-nya = USD 0.01. Dengan modal USD 100, maka Anda bisa menahan sekitar 10000 pip XAU/USD.Jadi menurut kami Anda bisa dengan modal minimal USD 100.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone