iklan

Realita Trading Di New Normal Bagi Trader Forex

Penulis

+ -

New Normal mengubah banyak hal, termasuk aktivitas trading forex. Sebagai seorang trader, siapkah Anda mengalami hal-hal berikut?

iklan

iklan

Kemunculan virus COVID-19 adalah hal yang tidak pernah diduga oleh siapapun. Karena virus ini, banyak perubahan yang terjadi pada segala aspek kehidupan manusia. Mulai dari aspek ekonomi, industri, hingga prosedur aktivitas sehari-hari, harus disesuaikan dengan kondisi New Normal.

Aktivitas trading forex pun tidak luput dari kondisi New Normal. Meskipun tidak instan, Anda mungkin sedikit demi sedikit menyadari bahwa terjadi perubahan pola trading di New Normal.

Trading di new normal

Sebagai seorang trader forex, realita trading di New Normal apa saja yang harus dihadapi? Artikel berikut ini akan mengulas instrumen-instrumen favorit trader di kala New Normal, karakteristik yang perlu diperhatikan, serta hal-hal trivial yang mungkin luput dari perhatian Anda.

 

Kondisi Dunia Di New Normal

Seperti yang telah disoroti oleh para pakar, salah satu konsekuensi utama dari penyebaran virus adalah semakin lebarnya kesenjangan antara pihak berekonomi lemah dengan yang kuat. Negara-negara dengan perekonomian kuat akan lebih cepat bangkit dan pulih, sementara negara dengan perekonomian lemah terseok-seok mempertahankan stabilitasnya.

Kondisi dunia new normal (Baca juga: 3 Skenario Pasca Corona Dan Kiat Tradingnya)

Mata uang dalam pair-pair eksotis seperti USD/MXN, USD/TRY, serta USD/RUB akan terdorong dalam trend bullish jangka panjang dengan volatilitas yang tinggi. Karena itu, hanya para Carry Trader yang masih bertahan pada pair-pair tersebut. Bagi trader-trader pemula, akan lebih disarankan untuk memilih pair mayor seperti EUR/USD, GBP/USD, atau komoditas seperti minyak dan emas.

 

Kondisi Trading Di New Normal, Bergantung Pada Apa Saja?

Pada masa New Normal ini, perekonomian Amerika Serikat juga terkena guncangan hebat. Sekitar 10% dari populasi menganggur, produksi menurun, dan pemulihan berjalan lambat. Aktivitas trading yang lebih hati-hati pun membuat likuiditas tak selancar biasanya. Selain itu, tingkat inflasi yang rendah serta minat investasi yang menurun menjadi hambatan bagi ekonomi AS sebelum semuanya kembali ke kondisi pra-pandemi.

Meskipun demikian, Dolar AS akan tetap menjadi mata uang dunia dengan performa paling tangguh. Faktanya, ia memang cenderung lebih kuat dari rival-rivalnya, terutama Euro karena Uni Eropa masih kalang kabut menghadapi krisis internal dari negara-negara anggotanya. Karena itu, jika dilihat secara strategis, Dolar AS akan dilihat sebagai satu-satunya pilar stabilitas di pasar forex.

 

Cara Trading Pada Pair EUR/USD

Bagi trader forex, salah satu instrumen yang bisa dibilang "aman" untuk trading di New Normal adalah EUR/USD. Bisa dibilang, trading pair EUR/USD cukup mudah karena banyak sekali katalis yang bisa diandalkan.

Sebelum pandemi menghantam, salah satu fokus berita Zona Euro adalah ketimpangan antara negara-negara kaya versus negara-negara yang dililit utang. Ketika konflik semakin memuncak, Euro terkoyak. Para trader yang mengkhawatirkan prospek perekonomian Zona Euro berbondong-bondong memasang posisi Sell dan memburu Dolar AS. Tapi, itu adalah kondisi beberapa tahun lalu.

Sekarang, trader forex harus menghadapi beragam aspek yang lebih kompleks.

tips trading di new normal eurusd (Baca Juga: Tips Trading Pada Mata Uang EUR/USD)

 

Kondisi Pound Di Tengah New Normal

Sejak pembubaran Koloni Kerajaan Inggris 100 tahun yang lalu, Inggris telah menikmati status kekuatan ekonomi yang terpisah, kuat, dan unik. Bersanding dengan Euro dan Greenback, Pound Sterling menjadi salah satu mata uang yang cukup kuat di dunia. Meskipun masih disibukkan oleh hiruk pikuk pasca Brexit dan penanganan pandemi yang lambat, pergerakan GBP masih menawarkan peluang untuk ditradingkan. Apalagi, Inggris ternyata unggul lebih awal dalam hal vaksinasi ketimbang negara maju lainnya.

 

Apakah Minyak Cukup Menarik Sebagai Instrumen Trading Di New Normal?

Di awal terjadinya pandemi, penurunan harga minyak tidak bisa dihindari karena virus telah menyebabkan perlambatan permintaan global. Lockdown diberlakukan dimana-mana, mobilitas berkurang drastis, sehingga pasokan minyak pun melimpah. Namun memasuki masa New Normal, trader minyak telah menemukan secercah harapan baru.

Selama tidak terjadi konflik geopolitik seperti ketegangan AS-China, volatilitas akan terjaga. Dengan begitu, peluang menarik pada trading minyak di New Normal bisa dikatakan telah menemui babak baru.

Pada tahun 2021, minyak diperkirakan mencapai kisaran 50-60 USD. Karenanya, kenaikan harga minyak selama masa New Normal bisa dianggap sebagai peluang unik. Baik memasang posisi Sell maupun Buy, Anda tetap bisa mengeruk cuan jika masuk pada waktu yang tepat.

trading minyak di new normal (Baca Juga: Kupas Tuntas Trading Komoditas Minyak Bumi)

 

Kondisi Trading Emas Di Masa New Normal

Emas mengalami pergerakan yang liar selama pandemi COVID-19. Di tengah krisis, logam favorit umat manusia ini membuktikan dua hal.

Pertama: terkadang reaksi pasar bergerak berlawanan dengan berita yang keluar. Dalam kondisi seperti itu, strategi News Trading harus diterapkan dengan sangat hati-hati. Apalagi, emas bukanlah instrumen yang menarik untuk ditradingkan pada jangka waktu yang terlalu pendek (Scalping).

Kedua, sentimen ketidakpastian masih sangat menggelayuti pasar forex dan komoditas. Sebagai aset anti inflasi, emas sudah memiliki daya tariknya tersendiri. Itulah mengapa, pada masa awal pandemi, trader jangka panjang banyak yang memprediksi bahwa emas bisa naik hingga ke 1,800.

Yang lebih mengejutkan lagi, level itu telah tertembus pada bulan Agustus 2020, di mana emas telah mencapai level 2,000. Meskipun setelah itu terjadi pembalikan turun, dinamika harga emas selama masa krisis hingga ke masa trading di New Normal bisa menjadi pelajaran bagi trader logam mulia ke depannya.

trading di new normal (Baca Juga: Kaleidoskop Emas 2020, Raih Level Tertinggi Sepanjang Masa)

 

Yang Harus Dilakukan Ketika Trading Di New Normal

Terlepas dari instrumen-instrumen trading yang disarankan, cara trading di kala New Normal juga mencakup kiat-kiat penting yang bisa Anda masukkan dalam rutinitas baru. Apa sajakah itu?

 

Ikuti Perkembangan Berita Ekonomi

Ketika banyak kabar besar yang mengguncang pasar, analisa teknikal seringkali jadi tidak akurat. Level-level Support dan Resistance banyak tertembus karena aksi pelaku pasar di luar siklus yang biasa terjadi.

Di tahun 2020, kita telah melihat emas menembus level tertinggi sepanjang masa karena kekhawatiran pasar ketika angka penyebaran virus tengah meroket. Lalu pada momen selanjutnya, Greenback mulai digemari karena kabar pemulihan ekonomi AS yang terakselerasi.

Selain itu, perhatikan juga pasar finansial lainnya seperti saham dan pasar obligasi. Awal tahun 2021, terjadi kisruh saham Gamestop (GME) dan yield obligasi AS yang mengalami anomali. Teknik mengkombinasikan kabar dari berbagai pasar finansial ini disebut sebagai analisa intermarket.

trading dengan analisa intermarket di new normal (Baca Juga: Trading Dengan Analisa Intermarket)

 

Gunakan Strategi Yang Tepat

Bagi pemula, menentukan strategi yang tepat merupakan hal yang cukup menantang. Nah, di masa New Normal seperti saat ini, tak hanya pemula yang kesulitan. Para trader berpengalaman pun harus menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Jika Anda menggunakan strategi Scalping, pastikan bahwa kondisi Anda prima dan bisa fokus pada platform trading. Begitu juga jika Anda terbiasa trading ketika pasar sedang trending, jangan masuk pasar ketika ada rilis berita yang berpotensi memicu reaksi ekstrem. Sebaiknya, tunggu sampai pasar mencerna berita tersebut sehingga pergerakan harga bisa lebih mudah dianalisa.

 

Perhatikan Money Management

Modal trading forex sangatlah berharga, terutama dalam kondisi New Normal seperti ini. Ketika mulai trading forex, yang Anda inginkan tentulah memperoleh profit. Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana mempertahankan modal yang ada.

Karena itu, tinjau ulang kembali aturan Money Management Anda. Jika sebelumnya Anda memiliki batas toleransi risiko yang masih cukup tinggi, tak ada salahnya untuk menyesuaikan aturan risiko per transaksi dengan kondisi pasar terkini.

money management di new normal (Baca Juga: Memahami Money Management)

 

Tetap Jaga Kesehatan

Jika Anda masih bisa membaca artikel ini dalam kondisi sehat, atau pernah terinfeksi COVID-19 dan berhasil sembuh, maka hal itu sangat patut disyukuri. Pandemi COVID-19 telah memakan banyak korban. Karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental perlu mendapat perhatian ekstra. Lagipula, trading dalam kondisi tidak sehat akan mengurangi fokus dan kinerja analisa.

 

Jangan terbawa emosi ketika trading forex. Jika Anda mulai merasa stres, sebaiknya tutup dulu platform trading dan jangan membuka posisi apapun. Anda juga bisa belajar mengendalikan stres dalam trading agar terhindar dari eksekusi di luar rencana yang berujung pada kerugian.

Download Seputarforex App

295502
Penulis

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.

Belle
Tapi justru masa pandemi menguntungkan banget buat broker. Volume trading mereka sampai pecah rekor triliunan Dolar tuh

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone