Advertisement

iklan

Studi Atas Day Trading

Penulis

+ -

Trading day merupakan salah satu gaya trading paling terkenal. Kenali lebih dekat apa itu trading day beserta kelebihan dan kekurangannya.

iklan

iklan

Trading harian (day trading) sepertinya merupakan gaya trading aktif yang paling terkenal, bahkan sering dianggap sebagai arti dari trading aktif itu sendiri. Trading harian, sebagaimana namanya, adalah metode membeli dan menjual suatu instrumen dalam hari yang sama. Posisi transaksi ditutup pada hari yang sama dengan ketika open jual atau beli dilakukan. Secara tradisional, trading harian dilakukan oleh trader profesional, seperti spesialis atau market makers. Kendati demikian, sistem trading online yang berkembang pesat belakangan ini juga telah membuka peluang bagi trader pemula untuk melakukannya.

studi atas intraday sistem
Day trader adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan transaksi dengan gaya day trading. Misalnya membeli di sesi pertama dan kemudian menjual di sesi kedua atau sesi ketiga dalam satu hari. Gaya trading ini mengambil keuntungan dari fluktuasi harga harian. Kisarannya antara beberapa menit sampai jam per trading. Trader jenis ini bersifat spekulatif dan bertujuan mencari capital gain.


Forex Day Trading

Karena likuiditas yang tinggi dan penggunaan leverage, trading forex cocok untuk trading harian di mana Anda dapat memanfaatkan pergerakan harga bahkan dengan ukuran account yang sederhana seperti micro dan mini. Dengan pergerakan mata uang selama hari itu dan leverage yang dipakai, Anda dapat memperoleh keuntungan harian dengan menggunakan rasio laba rugi yang baik.

Dengan sistem yang bagus, Anda tidak  harus terpaku pada layar, karena Anda bisa menggunakan fitur-fitur otomatis yang terpasang pada chart. Jangka waktu trading yang biasanya berkisar antara 2-4 jam memungkinkan Anda untuk menggunakan time frame rendah sebagai acuan grafik trading.

Day Trader forex biasanya menggunakan time frame 4H atau 1H sebagai penentu long term trend-nya. Sedangkan untuk eksekusi harian mereka lebih suka menggunakan time frame 15M. Dikarenakan  time frame  dan  waktu  trading  yang  singkat,  target  profit mereka pun tidaklah terlalu besar, yaitu tidak lebih besar dari 100 poin. Target paling umum biasanya antara 30-50 poin. Karena target keuntungan yang tidak terlalu besar inilah mereka dapat melakukan pembukaan posisi beberapa kali dalam satu harinya. Bahkan saya pernah bertemu dengan seorang day trader yang bertrading hingga 13 lot dalam satu hari, padahal deposit awal yang dia masukkan hanya sebesar 500 USD! Jelas ia tergolong day trader yang sangat aktif.

Akan tetapi, strategi ini sering diledek oleh kalangan investor dan media massa sebagai strategi kacangan. Tetap saja, salkan strategi ini bisa menghasilkan uang, kenapa tidak? Meski memiliki beberapa kekurangan, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika seseorang melakukan day trading.


Kelebihan

Ketika  melakukan trading dengan pola day trader ada banyak kesempatan yang bisa diambil. Dikarenakan target profit yang dikejar tidak lebih dari 100 poin, kesempatan ini dapat timbul hampir setiap hari diberbagai jenis pasangan mata uang utama. Entah harga sedang berada dalam gelombang naik atau turun, seorang day trader mampu mendapatkan profit dari sana.  

Para  day trader  tidak  terlalu  memusingkan  tren jangka  panjang seperti seorang Swinger. Bagi mereka trading adalah hari ini. Dengan melihat pergerakan hari ini maka itulah kondisi market yang bisa diambil. Itu sebabnya mereka menggunakan time frame yang relatif lebih pendek seperti 15M atau 10M.

Kekurangan

Kekurangan dalam trading dengan pola seperti ini tentu saja ada. Jika pada seorang Swinger kelebihannya ada pada mudahnya pengontrolan posisi dan harga, hal ini justru menjadi kendala seorang day trader. Seorang day trader harus cukup kuat memantau pergerakan harga beberapa kali setiap harinya, karena jika tidak, mereka akan kehilangan kesempatan dalam pembukaan posisi.

Hal in berimbas pada besarnya kemungkinan seorang day trader mengalami tekanan psikologis yang diakibatkan perubahan harga dari detik ke detik. Anda yang sudah pernah membuka real account atau sedang menjalankan real account pasti tahu maksud saya. Pada real account, titik psikologis memegang peranan yang sangat penting jauh melebihi tekanan mana pun.

Kekurangan lainnya terletak pada besar resikonya. Semakin aktif seseorang membuka posisi maka resiko yang ditempuh juga akan semakin besar. Jadi alih-alih mendapatkan profit, seorang day trader yang tidak mahir membaca grafik acapkali mengalami loss dalam jumlah cukup besar dalam waktu singkat.

114828
Penulis

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Munif A.k
Day trading sangat berpotensi untuk membuat trader melakukan overtrade. Kalau tradingnya berakhir loss, dia akan lebih berpeluang terpengaruh emosi untuk melakukan open posisi lagi sebagai tindakan balas dendam, yang mana akan sangat berbahaya apalagi jika dilakukan dengan strategi martingale
Margo
klo marti mah pake gaya apa aja tetep bahaya gag mesti day trading. mo dipasang di swing pun juga malah berisiko kehilangan duit banyak walopun mungkin bakal seringan day trader loss nya. inti bedanya trading jangka pendek vs panjang dr segi loss kan emang dr frekuensi sm jumlahnya. di jangka pendek kaya day trading ini kecil tapi sering, di jangka panjang besar tapi jarang... kalo dipikir 2 sebenernya sama aja.
Hasri Bakri
Tapi nyatanya lebih banyak yang sudah sadar beranggapan bahwa day trading ini lebih beresiko karena salah satu kekurangannya adalah bisa mempengaruhi psikologi trading. Mungkin sih ya, ini tergantung dari masing-masing orangnya saja. Kalau emang suka cara trading yg lebih memicu adrenalin kayak day trading maka resikonya juga g akan lebih besar dari trader jangka panjang. Begitu pula sama trader jangka panjang yang emang dari sononya udah lebih cocok sama gaya yang santai.
Naufal Arya
kl suda punya rncn trdng yg bgs ane rasa day trader jg bkl punya peluang yg konsisten. prmslhn dlm day trading itu kn mnculnya pas trdr nggak bisa membatasi diri utk mengatasi rsk atau memperbanyak profit, nah kl sblmnya suda ada komitmen dlm rncn trdngx pst rskx jg bs diminnimalisir
Jefrihanum
@Naufal: Tapi kan peluang profitnya juga akan tambah kecil kalo kayak begitu? Misal setiap trading perharinya dibatasi pasti profitnya ga akan sebesar trading jangka panjang. Nah kalo dalam frekuensi trading yang dibatasi itu kemudian dapat loss ya target profitnya ga akan tercapai sebelum buka posisi tambahan buat mengatasi loss itu.
Naufal Arya
mk dr itu prlu ada rncn trdng biar trdr lbh siap mnghadapi loss. emang pd dsrx kn tiap trdr baik yg jngk pendek maupun pnjng hrs selalu siap utk mnrima kemungkinan trdng nggak brjln sesuai rncn. poin krusial dsni bkn dr cr mngtsi loss dgn membuka posisi baru, melainkan dr antisipasi trhdp kemungkinan loss dan evaluasi trdng utk mencegah kslhn yg sm terulang lg.
Jefrihanum
@Naufal: Masalahnya jarang ada daytrader yang berpikiran seperti itu, kebanyakan dari mereka yang saya jumpai lebih memilih untuk membuka posisi lagi untuk mengganti kerugian dari trading sebelumnya. Kalau dengan perhitunganyang bagus sih mungkin masih ada peluang ke arah situ, tapi kalau yang sekedar masuk aja lebih banyak ruginya daripada untungnya......
Hasri Bakri
Ada saja day trader yang seperti itu. Scalper saja ada yang profesional, pastilah day trader juga sudah ada yang pro. Dengan status pro itu jelas mereka g akan masuk tanpa rencana apalagi untuk sekedar mengganti kerugian dari loss sebelumnya.

Kalau dilihat dari sedikit banyaknya, sepertinya tidak ada ukuran pasti karna forex ini sistem trading yang g terpusat, tapi yang meungkin bisa dipastikan adalah sebagian besar day trader yang suka masuk tanpa rencana adalah pemula.
Baskoro
banyak kesempatan ndak selalu menguntungkan cz di forex makin sering sinyalny berarti makin rendah kualitasny alias ndak valid. sinyal yang bener2 bagus munculny jarang2, makany besar profit trader long term lebih banyak walaupun bisa lebih jarang daripada trader intraday. untung-untung ambil sinyal yang berkualitas rendah, lah klo ndak bisa membedakan mana sinyal false dn yang sebenarnya? bukannya untung malah buntung. apalagi klo belom punya strategi exit, kapan musti cut loss kapan musti dibiarkan, dimana bisa taruh stop loss dan tp
Hasri Bakri
Benar, ini lah salah satu yang menyebabkan kenapa day trading banyak dipandang sebelah mata, karena sinyal peluang yang diambil validitasnya masih kurang. Namun demikian ini kembali lagi ke preferensi masing-masing. Apa lebih senang sering profit tapi rela terima dalam jumlah kecil, atau lebih suka sekalian dapat profit besar tapi rela tunggu lama. Semua orang pasti ingin sering profit dalam jumlah besar, tapi dalam trading semua pasti ada resiko jadi trader juga harus siap realistis dan menyesuaikan dengan gaya trading yang sesuai dengannya.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini