Advertisement

iklan

Analis: Pound Jatuh Terbatas Saja Pasca Pengumuman BoE

Penulis

+ -

Pengumuman bank sentral Inggris (BoE) kemarin memang mengecewakan, tetapi analis dari bank-bank ternama menilai aksi jual hanya akan berlangsung sementara.

iklan

iklan

Seputarforex - Kurs pound sterling melemah dua hari beruntun, karena pengumuman terbaru dari bank sentral Inggris (BoE) gagal memenuhi ekspektasi pasar. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari Jumat ini (25/Juni), GBP/USD telah jatuh ke kisaran 1.3900-an dan EUR/GBP melambung kembali ke rentang 0.8590-an. Namun, analis dari bank-bank ternama menilai pengumuman BoE hanya akan memicu aksi jual jangka pendek saja.

GBPUSD Daily Grafik  GBP/USD Daily via Tradingview.com

BoE memberi isyarat tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga dalam pengumumannya kemarin, meskipun meyakini outlook ekonomi bakal terus membaik. Semua peserta rapat kebijakan setuju untuk membiarkan suku bunga tetap, dan hanya satu anggota -Andy Haldane- yang menyarankan agar mengurangi skala Quantitative Easing sebesar GBP50 miliar. Absensi dukungan mayoritas bagi mosi pengurangan QE dan kenaikan suku bunga ini mengecewakan sebagian pelaku pasar.

"Sterling menjadi korban aksi jual jangka pendek karena BoE tidak memenuhi kebutuhan bullish GBP dalam hal taruhan normalisasi (kebijakan moneter)," kata Mathias Van der Jeugt, seorang analis dari KBC Markets, "GBP/USD menjelang (pengumuman BoE) berupaya menaklukkan angka besar 1.40 (support sebelumnya), tetapi setelahnya (justru) jatuh ke area bawah 1.39. Rentang perdagangan jangka pendek menjadi 1.38-1.40. "

Meski demikian, patut untuk dicatat bahwa BoE tidak benar-benar menyampaikan pesan bernada dovish ataupun anti-kenaikan suku bunga dalam pengumumannya. Pengumuman BoE hanya "terlalu hambar" jika dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebelumnya, atau jika dibandingkan dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed mulai tahun 2023 .

Kamal Sharma, pakar strategi FX dari Bank of America, berpendapat, "Bahwa GBP melemah setelah keputusan (BoE) adalah gejala dari sebuah pasar yang kemungkinan mengharapkan terlalu banyak, terlalu dini dari BoE."

"(Meski merosot tajam) pound masih memiliki bid yang relatif baik," ujar Paul Spirgel, seorang analis pasar Reuters, "Sterling bisa bertahan dalam rentang terbarunya."

Para analis dari Barclays dan Capital Economics sekarang menilai BoE tidak akan mengubah suku bunga hingga tahun 2022. Sedangkan para ekonom dari ING Bank mensinyalir BoE paling cepat mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023, kisaran waktu yang sama dengan proyeksi permulaan kenaikan suku bunga The Fed.

Sayangnya, mayoritas pelaku pasar masih memperhitungkan proyeksi kenaikan suku bunga BoE mulai tahun 2022 dalam kurs pound di pasar forex. Dengan demikian, pound kemungkinan akan terus bergerak volatile sembari pasar meralat proyeksi kenaikan suku bunga BoE agar selaras dengan perkembangan terbaru.

Download Seputarforex App

295937
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini