Advertisement

iklan

Bank Sentral Pangkas Stimulus, USD/JPY Kalem

Penulis

+ -

Bank sentral Jepang mengumuman pemangkasan program pembelian saham dan meningkatkan rentang target yield obligasi JGB. Nikkei tumbang, tapi USD/JPY tak menanggapinya.

iklan

iklan

Seputarforex - Bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk memangkas program pembelian saham dalam pengumuman kebijakan hari ini (19/Maret), karena indeks Nikkei225 telah mencapai rekor tertinggi 30 tahun. Keputusan tersebut memukul kinerja bursa saham Jepang hingga -1.4 persen, tetapi kurs yen relatif stabil. Saat berita ditulis pada sesi Eropa, USD/JPY masih sideways pada kisaran 108.85.

USDJPY Daily Grafik  USD/JPY Daily via Tradingview.com

BoJ telah menjalankan pembelian saham berskala sekitar JPY6 Triliun per tahun sebagai bagian dari stimulus moneter masifnya sejak tahun 2016. Portofolio saham BoJ mencapai lebih dari USD450 miliar per 1 Maret, sehingga menjadikannya pemegang saham tunggal terbesar di bursa Tokyo. Namun, pembelian saham besar-besaran lebih lanjut dipandang tidak perlu dilakukan lagi dalam situasi saat ini.

BoJ mempertahankan pembelian saham hingga maksimum JPY12 Triliun per tahun, tetapi bank sentral hanya akan mengintervensi jika pasar jatuh alih-alih membeli saham terus-menerus seperti sebelumnya. Pada kesempatan yang sama, BoJ mempertahankan tingkat bunga acuan pada level -0.1 persen sembari meningkatkan rentang target yield obligasi dalam kebijakan YCC .

BoJ mengatakan bahwa yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10-tahunan akan diperbolehkan berfluktuasi antara -0.25 persen hingga +0.25 persen. Rentang ini lebih luas dibandingkan target yield JGB 10Y antara -0.20 persen hingga +0.20 persen yang diberlakukan sebelumnya.

"Penting untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara mempertahankan fungsi pasar dan mengendalikan suku bunga dengan memungkinkan suku bunga untuk berfluktuasi hingga tingkat tertentu," ungkap BoJ dalam pernyataan kebijakannya.

Pemangkasan stimulus moneter BoJ kali ini nyaris tak dipedulikan oleh partisipan pasar forex. Banyak pihak sudah memperkirakan BoJ bakal menghapus program pembelian sahamnya sejak jauh-jauh hari. Pasar juga lebih berfokus pada fluktuasi yield obligasi AS daripada Jepang . Selain itu, BoJ masih mempertahankan program pembelian obligasi dan suku bunga negatif tanpa rencana tapering sama sekali dalam waktu dekat.

"Tidak ada alasan bagi dolar-yen untuk bereaksi pada hasil penilaian BoJ terakhir, karena itu nyaris selaras dengan apa yang dilaporkan media lebih awal," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang Mizuho Securities, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Bagi dolar-yen, perubahan yield obligasi US Treasury merupakan penggerak yang lebih penting daripada perubahan yield JGB."

Download Seputarforex App

295410
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini