Advertisement

iklan

Biaya Produksi Tinggi, Sentimen Produsen Jepang Melorot

Penulis

+ -

Kenaikan harga bahan baku dan energi kembali menekan sentimen produsen Jepang. Namun, ekonom memperkirakan sentimen akan kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan karena pemintaan global yang lebih kuat.

iklan

iklan

Seputarforex - Berdasarkan data Indeks Tankan yang dirilis pada hari Rabu (12/Januari), sentimen produsen Jepang dilaporkan menurun. Indeks sentimen melemah dari +22 menjadi +17, mencerminkan kondisi perekonomian yang sedang menghadapi tekanan dari tingginya biaya bahan baku dan harga energi.

Survei Tankan melakukan jajak pendapat terhadap 502 perusahaan besar dan menengah Jepang. Sekitar 254 perusahaan memberikan respon kurang positif dan mengatakan bahwa kondisi mereka masih ditekan oleh inflasi komoditas. Sementara itu, 248 sisanya memberikan pandangan lebih optimis karena permintaan global yang mulai kokoh.

Kenaikan biaya bahan baku dan energi memang memberikan andil cukup besar terhadap penurunan sentimen produsen Jepang di awal 2022. Pasalnya, harga bahan baku yang masih tinggi menyebabkan margin keuntungan kian terpangkas. Di sisi lain, produsen tidak punya banyak pilihan selain membiarkan margin keuntungan semakin menyusut daripada meneruskan kenaikan harga ke konsumen Jepang yang selama ini sangat sensitif terhadap harga.

"Kondisi permintaan pasar sebenarnya terus membaik, (namun) melonjaknya harga bahan baku dan bahan bakar menekan keuntungan kami," kata seorang manajer perusahaan pembuat kaca dan keramik dalam survei Tankan.

Meskipun dampak dari mahalnya biaya bahan baku masih menjadi beban, indeks sentimen produsen diperkirakan meningkat hingga +29 pada bulan April mendatang. Perkiraan ini didasari oleh prospek yang kuat pada sub sektor produk logam dan pembuatan mobil serta kendaraan bermotor.

USD/JPY tak banyak bereaksi selepas rilis data Tankan pagi ini. Terhadap Yen, Dolar AS naik 0.05 persen dan diperdagangkan di 115.34 saat berita ini ditulis. Meski masih bullish dalam perspektif jangka panjang, USD/JPY belum sepenuhnya pulih dari koreksi tajam yang terbentuk akhir pekan lalu.

USDJPY

 

Gubernur BoJ Optimis Inflasi Akan Meningkat Bertahap

Secara terpisah, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa inflasi konsumen diekspektasikan meningkat secara bertahap menyusul kenaikan biaya energi dan permintaan global yang semakin pulih tahun ini.

"Ekonomi Jepang meningkat sebagai trend, meskipun secara umum kondisi perekonomian masih rapuh yang disebabkan oleh pandemi," kata Gubernur Bank of Japan tersebut.

Jepang memang menjadi salah satu negara maju yang paling lambat pulih dari dampak pandemi. Permintaan domestik dan trend kenaikan upah masih rapuh, sehingga pemulihan ekonomi relatif belum stabil. Terlepas dari kondisi tersebut, ekonomi Jepang diproyeksikan tumbuh pada kuartal pertama 2022 meski dibayangi oleh penyebaran varian Omicron dan kenaikan harga komoditas.

Download Seputarforex App

297117
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini