Advertisement

iklan

Dolar AS Bangkit Setelah Terguncang Oleh FOMC Mei

Penulis

+ -

Partisipan rapat FOMC menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin sesuai ekspektasi, tetapi mengeliminasi spekulasi seputar Fed rate hike yang lebih agresif.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat sekitar 0.3 persen ke kisaran 102.86 pada akhir sesi Asia (5/Mei), setelah sempat anjlok menyusul pengumuman hasil rapat FOMC yang agak mengecewakan bagi pelaku pasar. Para partisipan rapat FOMC menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin sesuai ekspektasi pasar, tetapi mengeliminasi spekulasi seputar "Fed rate hike" lanjutan yang lebih agresif.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Kurs dolar AS mengalami pergolakan hebat pada dini hari tadi. Greenback mencuat setelah pernyataan hasil rapat FOMC mengumumkan kenaikan suku bunga ke rentang antara 0.75%-1.00%, tetapi kemudian merosot gegara konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell.

Powell mengatakan bahwa "sebuah (kenaikan suku bunga dengan besaran) 75 basis poin bukanlah sesuatu yang dipertimbangkan secara aktif oleh komite". Alih-alih, Powell menegaskan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan dengan besaran 50 basis poin dapat diumumkan dalam beberapa rapat FOMC mendatang.

Pernyataan Powell meredam spekulasi tentang siklus kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif. Namun, pernyataan itu sebenarnya tidak mengusik ekspektasi suku bunga akhir siklus yang sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar. Fed Funds Futures masih memperhitungkan total kenaikan suku bunga sebanyak 200 basis poin sepanjang tahun 2022. Hal ini pula lah yang melatarbelakangi pemulihan posisi dolar AS dalam rentang konsolidasi pada pagi ini.

"The Fed tidak bisa (atau lebih baik lagi, tidak akan) menghalangi batasan hawkish yang telah ditetapkan pasar," kata Brian Daingerfield, kepala strategi forex G10 di NatWest Markets, dalam sebuah catatan kepada klien yang dikutip oleh Reuters, "Saya pikir tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa hari ini mewakili kejutan 'dovish' pertama oleh The Fed dibandingkan dengan ekspektasi pasar dalam lebih dari enam bulan."

Rival-rival utama dolar AS terpantau melemah selama perdagangan sesi Asia di tengah liburan bursa Jepang dan Korea Selatan. EUR/USD menurun 0.3 persen ke kisaran 1.0587, sementara USD/JPY menanjak nyaris 0.5 persen ke kisaran 129.70 lagi.

AUD/USD sempat membukukan lonjakan paling impresif hingga 2.2 persen seusai konferensi pers Powell. Aussie tersokong pula oleh keputusan kenaikan suku bunga RBA yang mengejutkan pada awal pekan. Namun, AUD/USD sudah mundur sekitar 0.4 persen ke kisaran 0.7227 saat berita ditulis.

GBP/USD mencatat penurunan harian paling parah hingga lebih dari 0.8 persen ke kisaran 1.2533. Sterling terbebani oleh kekhawatiran pasar menjelang pengumuman beberapa laporan ekonomi penting dari Inggris hari ini, termasuk suku bunga BoE, inflasi, dan hasil survei PMI.

Download Seputarforex App

297674
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.