Advertisement

iklan

Dolar AS Gelisah Menyambut Sepekan Padat Data

Penulis

+ -

Dolar AS melemah tipis, sementara pelaku pasar ambil ancang-ancang menjelang serangkaian sejumlah event penting dari Amerika Serikat pekan ini.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis ke kisaran 91.70-an dalam perdagangan hari Senin (28/Juni) di tengah volatilitas yang relatif rendah. Pelaku pasar ambil ancang-ancang menjelang serangkaian sejumlah event penting dari Amerika Serikat pekan ini. Mulai dari pidato para pejabat The Fed, rilis hasil survei PMI (Purchasing Managers' Index), hingga publikasi data Non-farm Payroll akan silih berganti mempengaruhi pasar global.

DXY Daily

Laporan pengeluaran konsumsi personal (PCE) pada akhir pekan lalu berakhir flat, karena angka-angkanya meleset dari ekspektasi. Indeks harga PCE inti hanya naik 0.5 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2021, padahal konsensus mengharapkan kenaikan sampai 0.6 persen. Meski demikian, laju barometer inflasi favorit The Fed ini masih berada pada rentang cukup tinggi secara tahunan.

"Kenaikan dalam PCE inti menjadi 3.4 persen Year-on-Year pada Mei adalah lonjakan terbesar sejak 1992, dan pasar tetap berhati-hati (mengantisipasi) kalau The Fed akan menormalisasi (kebijakan) lebih awal," ungkap para analis dari Maybank Singapura dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Non-farm Payroll akan menjadi laporan ekonomi berikutnya yang menjadi pusat perhatian pasar. Para ekonom berharap NFP menambah 675,000 pekerjaan selama periode Juni 2021. Apabila terealisasi, berarti pengetatan pasar tenaga kerja terus berlanjut dan berpotensi mengatrol USD. Tapi jika data aktualnya mengecewakan, NFP justru berpotensi mendorong USD jatuh signifikan.

Yukio Ishizuki, pakar strategi senior dari Daiwa Securities, mengatakan, "Tergantung pada hasil data payroll, pasar bisa mulai memperhitungkan lebih banyak peluang untuk sebuah kenaikan suku bunga (The Fed) tahun depan."

Beberapa hari seusai  rapat FOMC pada pertengahan bulan Juni, kontrak berjangka Fed Funds Rate untuk Desember 2022 telah hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 0.25 persen pada akhir tahun depan. Hal ini mendorong para spekulan untuk memangkas posisi short terhadap USD secara besar-besaran, padahal para pejabat The Fed masih maju-mundur antara sikap dovish dan hawkish . Ketua The Fed Jerome Powell juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga tak hanya berpatokan pada inflasi.

Pasar akan memantau pernyataan dua Presiden The Fed dalam beberapa hari ke depan, kalau-kalau mereka menyampaikan petunjuk baru tentang arah kebijakan The Fed. Presiden The Fed New York, John Williams, akan berpartisipasi dalam sebuah diskusi panel di Bank for International Settlements (BIS) hari ini. Sedangkan Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, akan menyampaikan pidato dalam sebuah konferensi pasar internasional pada hari Selasa.

Download Seputarforex App

295951
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini