Advertisement

iklan

Dolar Terkapar Akibat Penurunan Ekspektasi Bunga The Fed

Penulis

+ -

Pelaku pasar terus menurunkan ekspektasi suku bunga The Fed dan menjual dolar AS, karena menganggap Amerika Serikat berisiko mengalami resesi.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) bergerak menuju rekor terendah satu bulan dalam perdagangan sesi Asia hari Senin (1/Agustus). Pelaku pasar terus menurunkan ekspektasi suku bunga The Fed mendatang dan menjual dolar AS, karena menganggap Amerika Serikat berisiko mengalami resesi.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Serangkaian data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan situasi ekonomi yang memburuk. Data GDP Amerika Serikat untuk kuartal II/2022 tercatat -0.9 persen (Quarter-over-Quarter), padahal konsensus sebelumnya mengharapkan pertumbuhan 0.5 persen pada kuartal kedua seusai kemunduran sampai -1.6 persen pada kuartal pertama.

Dengan ini, data GDP AS berarti telah bertumbuh negatif selama dua kuartal beruntun. Media massa dan analis biasanya menganggap situasi seperti ini sebagai resesi teknikal. Walaupun Ketua The Fed Jerome Powell dan Menkeu AS Janet Yellen sama-sama menegaskan bahwa AS tidak sedang mengalami resesi, kekhawatiran tetap meluas di pasar keuangan.

Data belanja konsumsi personal (PCE) pada hari Jumat mengisyaratkan laju inflasi bertumbuh paling pesat sejak tahun 2005. Namun, laporan hasil survei sentimen konsumen oleh University of Michigan menunjukkan penurunan ekspektasi inflasi mendatang.

Konsekuensinya, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed lanjutan dalam bulan-bulan mendatang akan berskala lebih kecil. Data pasar kini menunjukkan 31% peluang saja untuk kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi pada rapat FOMC tanggal 21 September, sedangkan peluang untuk kenaikan sebesar 50 basis poin justru meningkat sampai 69%.

Yield obligasi US Treasury semakin menjauh dari rekor tertinggi yang sempat tercapai pada bulan Juni. Saat berita ditulis, yield US Treasury 10Y terpuruk pada kisaran 1.661%. Greenback pun melemah terhadap rival-rivalnya di pasar forex.

"Ekspektasi suku bunga AS tampaknya telah memuncak pada Juni," papar pakar strategi dari Jefferies dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters, "Dalam semua pengukuran kami, dolar tampak overvalue."

Pelaku pasar berikutnya akan memantau paket data tenaga kerja AS yang diterbitkan pada hari Jumat, khususnya Non-farm Payroll. Terdapat pula jadwal rilis data hasil survei PMI Manufaktur ISM nanti malam, JOLTs pada hari Selasa, serta PMI Non-manufaktur ISM pada hari Rabu.

Di luar AS, beberapa bank sentral utama bersiap untuk mengumumkan perubahan kebijakan suku bunga. Bank sentral Australia (RBA) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada hari Selasa, disusul oleh bank sentral Inggris (BoE) dengan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada hari Kamis.

Download Seputarforex App

298022
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.