Advertisement

iklan

Inflasi AS Terakselerasi, Dolar Melonjak

Penulis

+ -

Data inflasi AS tetap fantastis pada Mei 2022, sehingga mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan nilai tukar dolar AS.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) menguat nyaris 0.9% ke kisaran 104.20 seusai publikasi data inflasi AS pada awal sesi New York. Data menunjukkan pertumbuhan inflasi AS tetap fantastis pada Mei 2022, sehingga mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif dalam bulan-bulan mendatang.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan pertumbuhan indeks harga konsumen mencapai 1% (Month-over-Month) pada bulan Mei 2022. Capaian itu lebih tinggi daripada estimasi konsensus yang sebesar 0.7%, maupun pertumbuhan bulan April yang cuma 0.3%.

Laju inflasi tahunan pun terakselerasi dari 8.3% menjadi 8.6%, dan bukannya stagnan seperti yang diperkirakan pasar sebelumnya. Ini merupakan tingkat inflasi tertinggi sejak Desember 1981, sekaligus mementahkan perkiraan para pejabat AS tentang akan segera melambatnya laju kenaikan harga-harga. Dengan demikian, Federal Reserve hampir pasti menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin dalam dua atau tiga kali rapat berikutnya - salah satunya pada hari Rabu mendatang.

"Setelah tingkat inflasi AS jatuh dari 8.5% menjadi 8.3% pada April, meningkatlah spekulasi bahwa itu berarti puncak (inflasi) sudah berlalu. (Tapi) kenaikan baru ini mengakhiri (spekulasi) itu," kata Dr. Christoph Balz, ekonom senior Commerzbank, "Karenanya, semua mengarah pada kenaikan suku bunga lebih lanjut yang signifikan. Kami memperkirakan kenaikan suku bunga masing-masing sebanyak 50 basis poin pada tiga rapat The Fed berikutnya. Pada akhir tahun, suku bunga acuan semestinya berada pada 3.00%, dan mencapai 3.50% pada musim semi 2023. Tapi bahkan dengan prakiraan ini, risikonya jelas condong pada sisi kenaikan suku bunga (The Fed) yang lebih kuat lagi."

Bursa saham Wall Street sontak memerah. Indeks Dow Jones membentuk gap ke bawah yang sangat lebar pada pembukaan sesi, kemudian jatuh lebih lanjut sekitar 2.5%. Sedangkan yield obligasi AS langsung meroket menyusul kabar tersebut, demikian pula nilai tukar dolar AS.

Greenback berjaya melawan rival-rival utamanya di pasar FX. EUR/USD merosot sekitar 1% ke kisaran 1.0500-an, melanjutkan penurunan yang telah berlangsung sejak rilis hasil rapat ECB yang mengecewakan. Sementara itu, GBP/USD ambruk nyaris 1.2% ke level 1.2343.

Dolar AS juga menimalkan pelemahannya terhadap yen yang sempat terjadi hari ini lantaran pemerintah Jepang mengumumkan intervensi nilai tukar guna mencegah depresiasi yang berlebihan. Saat berita ditulis, USD/JPY telah beranjak dari rekor terendah harian 133.63 sampai kisaran 134.00.

Download Seputarforex App

297804
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.