Advertisement

iklan

Kurs Pound Sterling Terancam Melemah Tahun 2022

Penulis

+ -

Dua hal berpotensi membebani kurs pound sterling, yakni estimasi kenaikan suku bunga BoE yang berlebihan dan lemahnya kepemimpinan PM Boris Johnson.

iklan

iklan

Seputarforex - Pound sterling menampilkan kinerja yang cukup baik pekan ini. GBP/USD beranjak dari kisaran 1.3200 sampai mendekati 1.3400 lagi, sementara EUR/GBP terus-menerus merosot dari level 0.8550-an. Namun, sejumlah analis menilai mata uang ini bakal berkinerja lebih buruk tahun depan.

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Salah satu faktor yang mendongkrak Sterling saat ini adalah keputusan tak terduga BoE menaikkan suku bunga pekan lalu. Pernyataan yang menyertai keputusan itu juga membuat pelaku pasar bertaruh lebih agresif pada Sterling, sampai-sampai memperkirakan BoE bakal menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2022. Sayangnya, analis menilai estimasi itu terlalu berlebihan.

"Dalam pandangan kami, pasar masih memperhitungkan terlalu banyak kenaikan suku bunga BoE untuk 2022. Kami mengantisipasi bahwa sebagiannya akan ambyar dalam bulan-bulan mendatang dan ini dapat semakin membebani pound," kata Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank, "Kami memperkirakan EUR/GBP merayap naik menuju 0.87 selama tahun depan."

Foley dan timnya di Rabobank juga memproyeksikan adanya risiko politik yang akan menghadang pound sterling. Risiko politik itu bukan berkaitan dengan sisa-sisa masalah brexit, melainkan justru lemahnya kepemimpinan PM Boris Johnson di tengah gelombang COVID-19 yang silih-berganti.

"Walaupun PM Johnson menunda mengumumkan langkah-langkah yang lebih ketat setelah peluncuran Plan B pada awal bulan ini, banyak acara besar telah dibatalkan di Inggris dan sektor perhotelan menderita karena orang-orang memilih untuk menjauh," lanjut Foley, "Meskipun tidak ada pemilihan umum yang akan segera terjadi di Inggris, kepemimpinan Johnson terlihat lemah. Ini tidak memperkuat kepercayaan pada Inggris pasca-Brexit dan, setidaknya, akan menggerogoti pound."

Stephen Gallo, Kepala Strategi FX Eropa di BMO Capital Markets, menyampaikan padangan senada. Katanya, "Mungkin akan ada tantangan kepemimpinan dalam partai Konservatif di 2022, tetapi risiko pemilu dadakan cukup rendah. Namun, isu referendum kemerdekaan Skotlandia kedua dapat mengekang apresiasi GBP mulai semester kedua ke depan... Risiko ini tercermin dalam proyeksi GBP/USD 12M kami. Proyeksi 3M dan 12M kami masing-masing 1.29 dan 1.32."

Download Seputarforex App

297017
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.