Advertisement

iklan

Outlook Kurs Dolar AS dan Pasar Forex Tahun 2021

Penulis

+ -

Kurs dolar AS kemungkinan bearish, sedangkan dolar Australia dan mata uang komoditas lain lebih bullish. Euro dan pound cenderung netral karena latar belakang lebih dilematis.

iklan

iklan

Pasar forex sangat terdampak oleh pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020. Sentimen risk-on dan risk-off semakin mempengaruhi kecenderungan trader membeli dan menjual valas. Pelaku pasar terus menerus menyesuaikan portofolio berdasarkan barometer aset mana yang berisiko lebih rendah/lebih tinggi, dibanding berdasarkan fundamental yang mendasari setiap aset. Alhasil, rilis data ekonomi semakin sering diabaikan dan tak berdampak pada pergerakan mata uang individual.

Bagaimana dengan outlook kurs dolar AS dan pasar forex tahun 2021? Mayoritas analis menilai perhatian trader perlahan-lahan akan kembali ke data-data ekonomi fundamental dan kebijakan bank sentral. Akan tetapi, isu seputar pandemi masih akan menjadi sorotan utama. Fluktuasi forex tahun 2021 kemungkinan akan sangat ditentukan oleh persepsi pasar tentang negara mana yang pulih lebih cepat dan negara mana yang relatif lebih tertinggal, serta implikasi kebijakan otoritas setempat.

 

Dolar AS: Bearish

Dolar AS mencetak penguatan impresif pada kuartal pertama tahun 2020 berkat aksi risk-off yang menguntungkan aset-aset safe haven. Semakin besar kekhawatiran pasar terhadap dampak pandemi COVID-19, semakin kuatlah USD. Namun, posisinya merosot drastis dalam bulan-bulan berikutnya menyusul progres riset vaksin COVID-19 yang menggembirakan . Indeks dolar AS (DXY) yang dibuka pada level 96.50 pada Januari 2020, akhirnya ditutup pada level 89.92 pada akhir tahun.

DXY Monthly

Mayoritas analis dari bank-bank dealer terkemuka dunia sepakat bahwa dolar AS akan semakin terdepresiasi dalam tahun 2021, seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi global. Semakin banyak data ekonomi yang menunjukkan pemulihan ekonomi dari negara mana pun (termasuk Amerika Serikat), kurs dolar AS kemungkinan semakin bearish.

Arah kebijakan Federal Reserve yang solid dovish juga mendukung ekspektasi bearish USD. Berdasarkan proyeksi FOMC terakhir, bank sentral akan mempertahankan suku bunga nyaris nol hingga tahun 2023.

"Dalam basis valuasi, menggunakan model Behavioural Equilibrium Exchange Rate (BEER) milik kami, dolar punya banyak ruang untuk terdepresiasi. Dan suku bunga AS yang sangat rendah ini dapat menyelaraskan kepentingan komersial dan kebijakan para manajer bank sentral (lainnya) dan mempercepat tren de-dolarisasi global -yang sempat terhenti pada tahun 2020," papar Chris Turner, dalam dokumen Outlook FX 2021 yang diterbitkan oleh ING.

 

Dolar Australia: Bullish

Sebagai salah satu mata uang high risk yang juga berperan sebagai proxy Renminbi, Aussie mencetak kinerja berkebalikan dengan USD pada tahun 2020. Meski sempat merosot signifikan pada tiga bulan pertama, Dolar Australia rebound fantastis hingga mampu tutup tahun pada posisi tertinggi sejak 2018.

AUDUSD Monthly

Faktor utama yang menjadi motor apresiasi AUD/USD adalah kenaikan harga komoditas global. Sebagai negara eksportir neto untuk beragam jenis komoditas, Australia malah mendulang cuan di era pandemi . Apalagi permintaan komoditas dari China tetap tinggi, meskipun hubungan diplomatik kedua negara memburuk.

Dolar Australia terpantau melemah dalam perdagangan bulan Januari 2021, tetapi para analis masih optimis terhadap kelanjutan tren bullish-nya. Ray Attrill, Kepala Strategi FX di NAB, menilai pelemahan dolar Australia kemungkinan hanya temporer. NAB memperkirakan kurs AUD/USD akan naik ke 0.77 pada akhir Maret, 0.80 pada akhir Juni, dan 0.83 pada akhir tahun 2021.

"Kecuali (jika terjadi) aksi jual risiko yang jauh lebih dalam atau berlarut-larut, harga komoditas yang relevan dengan Australia-lah yang menjadi kunci pendukung reli AUD di paruh kedua tahun 2021," ungkap Attrill.

 

Pound Inggris: Netral

Poundsterling mengalami jatuh-bangun tajam sepanjang tahun 2020, tetapi berhasil tutup tahun dengan manis. Keberhasilan PM Boris Johnson menandatangani kesepakatan dagang pasca-brexit dengan Uni Eropa telah menggenjot GBP/USD hingga menembus resistance 1.35, level yang belum pernah dikunjungi sejak Referendum Brexit pada bulan Juni 2018.

GBPUSD Monthly

Upaya reli Poundsterling berikutnya terjegal oleh temuan mutasi virus COVID-19 yang lebih menular dan lebih mematikan di Inggris. Data-data ekonomi Inggris selama paruh pertama tahun 2021 kemungkinan menampilkan citra yang lebih buruk akibat pengetatan lockdown dalam upaya membendung virus. Meski demikian, pelaku pasar menyambut baik program vaksinasi Inggris yang tergolong paling maju di dunia .

Perkara ini dapat membatasi reli GBP juga, sehingga outlook-nya cenderung lebih netral dibanding mata uang mayor lain. Reli bullish GBP/USD kemungkinan akan tergantung juga pada seberapa bearish-nya USD ke depan. Selain itu, pelaku pasar akan menyoroti apakah kebijakan bank sentral dan pemerintah Inggris bakal mendorong atau menghambat pemulihan ekonomi terakselerasi.

 

Euro: Netral

Single Currency termasuk salah satu mata uang mayor berkinerja terbaik pada tahun 2020, karena isu pandemi telah membuat pasar lebih mengkritisi USD ketimbang mempermasalahkan rapuhnya perekonomian Zona Euro. Tapi apresiasi euro sebenarnya cukup dilematis.

EURUSD Monthly

Kondisi ekonomi Zona Euro masih mengecewakan dengan laju inflasi sudah masuk ke teritori negatif ( CPI Desember 2020 -0.3% YoY ). Di sisi lain, kebijakan moneter bank sentral Eropa (ECB) sudah terlalu longgar. Suku bunga negatif dan Quantitative Easing yang lebih besar biasanya identik dengan nilai tukar mata uang yang lebih rendah.

Ketangguhan euro saat ini termasuk paradoks yang terlahir sebagai efek samping pandemi COVID-19. Sejak EUR/USD tembus level 1.20, pejabat ECB semakin sering mempermasalahkan apresiasi kurs euro yang berpotensi menghambat kenaikan inflasi dan menggerogoti daya saing ekspor Zona Euro. Akan tetapi, ECB saat ini sudah kehabisan amunisi untuk mencegah penguatan euro.

Kebanyakan pakar menilai ECB hanya bisa melontarkan retorika belaka, tetapi tidak akan melakukan intervensi nyata. Bagi sebagian pendukung bullish EUR, kondisi ECB kehabisan amunisi ini lah yang kemungkinan justru "memancing" pelaku pasar untuk menantang bank sentral dengan mendorong EUR/USD ke rekor tertinggi baru. Bagi pendukunng bullish EUR lainnya, depresiasi USD merupakan faktor penggerak utama.

Petr Krpata dari ING berpendapat euro akan menguat terhadap dolar AS, tetapi lebih melemah terhadap mata uang Eropa lainnya. Alasannya, tren bearish USD lebih dari cukup untuk mengimbangi kelesuan euro dan mendorong kenaikan EUR/USD. ING memperkirakan EUR/USD akan lengser ke 1.20 pada kuartal I/2021, kemudian naik ke 1.22 pada kuartal kedua, 1.23 pada kuartal ketiga, dan menjejak 1.25 pada kuartal keempat.

Download Seputarforex App

295071

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Desta
Sekarrang sudah ada vaksinasi jadi Dolar AS kayaknya bullish deh.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini