Advertisement

iklan

Pengumuman Bank Sentral Mengecewakan, GBP/USD Terancam

Penulis

+ -

Keputusan kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) diikuti oleh retorika yang lebih dovish, sehingga memicu aksi jual atas pound sterling.

iklan

iklan

Seputarforex - Pound sterling bergolak pada perdagangan hari Kamis, lantaran keputusan kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) diikuti oleh retorika yang lebih dovish. GBP/USD melandai ke kisaran 1.3140, selaras dengan sikap The Fed yang lebih hawkish daripada BoE, meskipun sterling masih unggul versus euro dan yen Jepang saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari Jumat (18/Maret).

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Hasil rapat Komite Kebijakan Moneter (MPC) kemarin menunjukkan 8 anggota menyokong kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan hanya 1 anggota yang merekomendasikan kenaikan 50 basis poin. Keputusan final MPC BoE menaikkan suku bunga dari 0.50% menjadi 0.75%, disertai dengan serangkaian panduan yang bernada lebih hati-hati terkait kenaikan suku bunga lanjutan di masa depan.

BoE menyatakan masih perlu menaikkan suku bunga dalam bulan-bulan mendatang, tetapi mengingatkan bahwa ekspektasi pasar untuk suku bunga mencapai 2.0% pada akhir tahun ini terlalu ekstrem. Sikap BoE lantas memicu kemerosotan pound sterling lintas mata uang lain.

"Aksi jual GBP merefleksikan kekecewaan awal di antara partisipan pasar bahwa pembaruan kebijakan BoE tak se-hawkish yang diperkirakan sebelumnya," kata Lee Hardman, analis mata uang dari MUFG.

Sebelum pengumuman keputusan BoE, pasar sempat memperhitungkan kenaikan suku bunga lanjutan sebanyak total 134 basis poin sampai akhir tahun 2022. Namun, jumlahnya merosot jadi 123 basis poin saja pada hari Jumat pagi ini.

BoE mengakui perang Rusia-Ukraina dapat melonjakkan laju inflasi, kemungkinan hingga sekitar 8% pada kuartal kedua dan bahkan dapat meningkat lagi pada periode selanjutnya. Di saat yang sama, mereka memaparkan kekhawatiran bahwa inflasi yang terlalu tinggi akan menggerogoti daya beli individual dan mengancam kesehatan ekonomi Inggris. Sedangkan laju inflasi yang sangat tinggi tersebut kemungkinan jatuh dengan cepat dalam jangka menengah setelah tekanan dari mancanegara mereda. Pertimbangan-pertimbangan ini membuat BoE segan merencanakan siklus kenaikan suku bunga lanjutan yang agresif.

Chris Beauchamp, kepala analis pasar IG, mengungkapkan, "Tak ada yang dapat menuduh BoE tergesa-gesa, tetapi bahkan tempo kenaikan (suku bunga) baru-baru ini tampak terlalu cepat. Sehingga pound kehilangan sejumlah keunggulannya terhadap beragam mata uang, dan dapat mengalami kesulitan dalam jangka pendek seiring dengan pasar menelaah nada (BoE) yang lebih dovish."

Kabar dari medan perang Rusia-Ukraina masih simpang siur. Laporan media massa mengungkap bahwa kedua pihak tengah mendiskusikan suatu tipe status netral bagi Ukraina, yang mirip dengan Austria dan Swedia (Austria dan Swedia merupakan anggota Uni Eropa yang berada di luar aliansi militer NATO -red). Rusia tampaknya menyambut baik ide tersebut, sedangkan kepala negosiator Ukraina mengatakan bahwa status semacam itu akan memberikan jaminan keamanan internasional bagi Kyiv. Namun, terlepas dari kemajuan dalam perundingan tersebut, Rusia hingga kini terus membombardir kota-kota di Ukraina.

Download Seputarforex App

297500
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.