Advertisement

iklan

PMI Manufaktur Dan JOLTs AS Turun, Dolar Tetap Stabil

Penulis

+ -

PMI Manufaktur ISM maupun data Job Openings AS sama-sama meleset dari ekspektasi. Indeks Dolar AS tergelincir, tetapi USD/JPY tetap menguat.

iklan

iklan

Seputarforex - The Institute for Supply Management (ISM) yang menerbitkan data PMI Manufaktur AS melaporkan penurunan indeks ke 58.7 pada bulan Desember. Level tersebut turun dari periode sebelumnya dan gagal memenuhi ekspektasi pencapaian di 60.0. Secara historis, angka kali ini juga menjadi yang terendah sejak Januari 2021.

pmi-manufaktur-as

Masalah kekurangan suplai bahan mentah menjadi penyebab utama. Di tengah pemulihan ekonomi dari krisis karena COVID-19 ini, lonjakan permintaan tidak seimbang dengan ketersediaan barang. Kondisi inilah yang juga memicu kenaikan inflasi AS saat ini.

Sementara itu, JOLTs Job Openings turun dari 11.09 juta ke 10.562 juta di bulan November. Padahal, analis mengestimasikan perolehan sebesar 11 juta.

"Pengunduran diri besar-besaran belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, dan justru mencetak rekor baru. Pertanyaannya adalah mengapa, dan jawabannya saling bertolak belakang," komentar Robert Frick, ekonom di Navy Federal Credit Union, "Di satu sisi, kelelahan dan ketakutan terhadap COVID terus terjadi, tetapi di sisi lain, warga Amerika masih yakin untuk mencari pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi seiring dengan banyaknya pembukaan lapangan kerja saat ini."

 

Indeks Dolar Tergelincir, USD/JPY Makin Tangguh

Pasca rilis kedua data ekonomi di atas, Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir 0.15% ke 96.08. Akan tetapi, USD/JPY menguat 0.67% ke 116.08, tertinggi sejak Januari 2017. Secara keseluruhan, Dolar relatif stabil versus mata uang mayor lainnya.

usdjpy

Joe Manimbo dari Western Union Business Solution mencermati jika USD/JPY saat ini lebih terpengaruh oleh pergerakan yield dibandingkan dengan isu lainnya. Potensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini menghidupkan minat risiko dan menjadi katalis utama yang menekan Yen Jepang.

"Poin utama di sini, memang (perkembangan Omicron) masih belum dapat diprediksi. Namun sejauh ini, pasar belum merasakan indikasi bahwa hal itu akan memberikan gangguan berarti pada pemulihan ekonomi. Sorotan utama tertuju pada kebijakan bank-bank sentral dan bagaimana mereka akan mendorong naik suku bunga," kata Manimbo.

Download Seputarforex App

297073
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.