Advertisement

iklan

Prospek Euro Suram Gegara Aksi Balas Dendam Rusia

Penulis

+ -

Eropa harus menjalankan pembatasan konsumsi gas menjelang musim dingin. Akibatnya, harga gas Eropa meroket dan meningkatkan risiko resesi di kawasan Euro.

iklan

iklan

Seputarforex - Euro menghadapi tantangan baru, karena Rusia memangkas pasokan gas via jalur pipa Nord Stream 1 pada masa-masa genting menjelang musim dingin. EUR/USD sempat menguat pada sesi New York hari Rabu (27/Juli) lantaran hasil rapat FOMC The Fed yang tak seagresif ekspektasi pasar, tetapi relinya tertahan di kisaran 1.020 pada pembukaan sesi Asia hari Kamis (28/Juli). Sementara itu, EUR/GBP amblas ke rekor terendah sejak awal Mei.

EURUSD Daily Grafik EUR/USD Daily via TradingView

Perusahaan BUMN migas Rusia, Gazprom, pada hari Selasa mengumumkan adanya "masalah teknis" pada jalur pipa Nord Stream 1 seusai maintenance terjadwal bulan ini. Sebelum maintenance, jalur pipa terbesar yang menghubungkan Rusia-Eropa Barat ini beroperasi dengan kapasitas 40%. Tapi "masalah teknis" itu kemungkinan "mengharuskan" arus gas dikurangi sampai 20% kapasitas saja.

Pejabat Uni Eropa menuding sebenarnya "tidak ada masalah teknis". Sejumlah pakar menilai pemangkasan pasokan gas "bermotif politis" dan merupakan aksi balasan Moskow atas dukungan Uni Eropa bagi Ukraina.

Terlepas dari alasan di balik pemangkasan pasokan gas tersebut, Eropa harus menjalankan pembatasan konsumsi gas lebih dini menjelang musim dingin tahun ini. Akibatnya, harga gas Eropa meroket dan meningkatkan risiko resesi.

Financial Times melaporkan bahwa harga gas Eropa melonjak 30% dalam kurun waktu dua hari setelah pengumuman Gazprom. Harga kontrak borongan gas Eropa TTF untuk pengiriman tahun 2023 bahkan membukukan rekor tertinggi historis baru di atas EUR150 per MWh.

"Risiko bahwa Rusia memotong gas sepenuhnya dan melumpuhkan adidaya ekonomi seperti Jerman selama musim dingin, menggantung seperti pedang di atas euro," kata Marios Hadjikyriacos, Analis Investasi Senior di XM.com.

"Krisis pasokan kawasan euro memburuk, karena rekor risiko kekeringan memblokir rute kargo utama di Jerman dan risiko resesi jelas terlihat dalam data. Ketika dikombinasikan dengan krisis gas (aliran Nord Stream 1 bisa turun hingga 20%) dan absensi reli EUR setelah rapat ECB yang hawkish, kami tetap memasang posisi short EUR/USD dan mencari penembusan ke bawah paritas menuju 0.95 dalam beberapa minggu ke depan," kata Jordan Rochester, pakar strategi valas di Nomura.

Download Seputarforex App

298007
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.