Advertisement

iklan

CySEC Larang Broker-Broker Siprus Berikan Bonus Deposit

Penulis

+ -

Setelah AMF Prancis yang diberitakan melakukan pengetatan pengawasan pada broker-broker forex yang tidak memilki ijin atas penawaran layanan binary option, kali ini giliran regulator Siprus, CySEC yang menggemparkan dunia forex dengan mencetuskan wacana peraturan baru.

iklan

iklan

Setelah AMF Prancis yang diberitakan melakukan pengetatan pengawasan pada broker-broker forex yang tidak memilki ijin atas penawaran layanan binary option, kali ini giliran regulator Siprus, CySEC yang menggemparkan dunia forex dengan mencetuskan wacana peraturan baru. Wacana ini digadang-gadang dapat merombak total perubahan industri forex retail karena kemungkinan dapat mengurangi pendapatan para broker.

Pada 23 Januari kemarin, CySEC telah membuat outline program prioritas yang akan mereka laksanakan pada tahun 2014, salah satunya adalah pengetatan kontrol atas perusahaan-perusahaan yang terlisensi oleh CIF. Ada empat poin rencana regulasi yang disampaikan oleh Ketua Komisi CySEC, Demetra Kalogerou.

hukum
Poin pertama adalah mengenai bonus atau hibah yang dimanfaatkan untuk trading yang diberikan oleh broker kepada para kliennya, nantinya hanya akan diijinkan pada kondisi-kondisi tertentu saja. Peraturan ini dibuat atas dasar bahwa para klien pasti diharuskan untuk mendepositkan sejumlah uang jika ingin melakukan trading pada broker-broker yang teregulasi oleh CIF. Biasanya, deposit tidak boleh ditarik kembali atau baru boleh ditarik apabila klien telah melakukan sejumlah aktivitas trading tertentu.

Oleh karena itu, CySEC hanya akan memberikan ijin, apabila broker memperbolehkan klien untuk menarik uangnya kapanpun ia inginkan. Peraturan ini rencananya akan lebih dikhususkan pada broker-broker yang menawarkan trading binary option.

Poin kedua adalah, bahwa pembatasan dalam hal penarikan tersebut dianggap menyalahi undang-undang Layanan Investasi dan Regulasi Pasar. Pasalnya, para trader harus terlebih dahulu melakukan aktivitas trading dan baru boleh melakukan penarikan keuntungan apabila telah mencapai volume trading tertentu. CySEC menganggap bahwa hal seperti demikian tidaklah adil dan cenderung merugikan trader forex, terutama klien broker-broker binary option.  

Poin ketiga
yaitu, berdasarkan dokumen peraturan CIF pasal 12 ayat (2) (j) dana pasal 36 (1) bahwa lembaga-lemabaga broker teregulasi CIF yang dipercaya untuk memegang dana klien wajib melindungi hak-hak kliennya serta bertindak jujur, adil, dan profesional apabila memang berniat menyediakan sebuah layanan investasi bagi para klien.

Terakhir, Kalougerou menyinggung masalah hukum terkait manfaat keuangan yang akan didistribusikan pada para klien. Misalnya, saat menampilkan iklan sebuah bonus, broker harus menyebutkan secara rinci seputar kondisi dimana dana akan dikreditkan. Klien berhak untuk mendapatkan penjelasan yang rinci tentang bagaimana skema bonus itu nanti akan diaplikasikan dan harus diberikan hak untuk memisahkan uang deposit mereka dengan kredit dari bonus tersebut. Klien harus memperoleh akses untuk dapat memantau bonus mereka tanpa mempengaruhi modal mereka atau bahkan tanpa harus melakukan deposit tertentu untuk bisa memperoleh bonus tersebut.

Sekali lagi, poin-poin di atas masih berupa rancangan. Sekilas, poin-poin di atas benar-benar sangat melindungi klien dan dapat diartikan sebagai peringatan awal bagi para broker yang tengah memberikan bonus deposit. Namun CySEC akan melakukan tinjauan kembali dan mengklarifikasi lebih jauh sebelum mensahkannya. 


Berita Broker Pressrelease



155334
Penulis

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini