Advertisement

iklan

Profil Penulis : A Muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Peraturan pembatasan Plan B akan kedaluwarsa pada 26 Januari, sehubungan dengan tanda-tanda penurunan jumlah kasus COVID-19 dan tingkat hospitalisasi di Inggris.
Harga minyak mentah tipe Brent mencapai level USD89.17 per barel, mencetak rekor tertingginya sejak Oktober 2014.
Pound sterling gagal pulih seusai rilis data tenaga kerja Inggris kemarin, tetapi kembali menggeliat dalam perdagangan sesi Eropa hari ini.
Pasar kini memperkirakan empat kali pengumuman kenaikan suku bunga The Fed sepanjang tahun 2022, dengan skala kenaikan lebih besar per pengumuman "Fed rate hike".
Data tenaga kerja Inggris memuat tambahan 184k karyawan ke dalam payroll pada Desember 2021, lebih banyak dibandingkan prakiraan analis yang sebesar 120k.
Sejumlah faktor yang berkontribusi antara lain stabilisasi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan konsistensi BoJ mempertahankan suku bunga rendah.
Langkah bank sentral China mendongkrak kurs comdoll dan mata uang berisiko lebih tinggi, sehingga indeks dolar AS lengser tipis.
Ada kekhawatiran kalau Quantitative Tightening (QT) dapat membatasi potensi kenaikan suku bunga The Fed.
Boris Johnson menghadapi desakan dari kalangan partainya sendiri dan partai oposisi agar mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri (PM) Inggris.
Rilis data inflasi AS menunjukkan pertumbuhan harga-harga di tingkat konsumen yang tak jauh mengungguli ekspektasi pasar.
Kurs EUR/GBP mengawali tahun 2022 dengan ambruk ke rekor terendah sejak Februari 2020. Hal ini lantaran proyeksi suku bunga bank sentral Inggris (BoE) yang lebih hawkish.
Menjelang pemilu federal Australia, sejumlah politisi ingin meninjau mandat bank sentral. Peninjauan ini berpotensi memicu kenaikan suku bunga lebih cepat.
Dolar Komoditas masih gagah melawan Greenback, tetapi EUR/USD melempem meskipun data Non-farm Payroll AS pekan lalu mengecewakan.
Spekulasi seputar empat kali kenaikan suku bunga The Fed akan semakin santer jika rilis data Non-farm Payroll nanti malam mengungguli ekspektasi.
Rilis notulen rapat FOMC mendukung ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Maret 2022, sehingga kurs dolar AS menguat kembali.
Fokus pasar forex tahun 2022 kemungkinan akan terpusat pada kebijakan bank sentral. Dolar AS tetap perkasa, sedangkan yen dan euro berprospek paling bearish.
Kurs dolar AS dan dolar Kanada jadi jawara pasar forex tahun 2021, sementara yen Jepang dan euro menempati posisi paling belakang. Penggerak utamanya: kebijakan bank sentral.
Pasangan mata uang USD/JPY tancap gas pada awal pekan dan kini bertengger dekat posisi tertinggi satu bulan.
Dua hal berpotensi membebani kurs pound sterling, yakni estimasi kenaikan suku bunga BoE yang berlebihan dan lemahnya kepemimpinan PM Boris Johnson.
Pasar menghentikan aksi ambil untung atas dolar AS, kemudian beralih memberi aplaus bagi keputusan hawkish The Fed.
Hasil rapat FOMC The Fed, MPC BoE, Dewan Gubernur ECB, Dewan Kebijakan BoJ, dan MPC Norges Bank pekan ini sama-sama lebih hawkish daripada ekspektasi pasar.
Bank sentral Jepang mengumumkan pemangkasan atas stimulus darurat khusus masa pandemi, tetapi mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar.
Keputusan bank sentral Inggris sangat mengejutkan, karena pasar baru saja menghapus ekspektasi "BoE rate hike" pada pekan lalu. Alhasil, kurs pound meroket.
Ekspektasi pasar menjelang pengumuman seusai rapat FOMC nanti malam terbilang sangat hawkish, sehingga muncul kemungkinan meleset dari prakiraan.
Data inflasi Inggris mencapai rekor tertinggi satu dekade, sehingga menghadirkan ketidakpastian baru menjelang rapat kebijakan BoE besok.
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini