iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Data ekonomi Inggris gagal menjadi katalis bagi pound sterling di tengah beragam ketidakpastian terkait situasi pandemi dan geopolitik kawasan.
Sikap hawkish BoC kontras dengan arah kebijakan Federal Reserve, sehingga berpotensi untuk terus menekan USD/CAD dan memperkuat dolar Kanada di pasar forex.
Pound tertopang oleh tingginya tingkat vaksinasi, tapi pasar kini kembali menyoroti kemungkinan penundaan pembukaan 21 Juni ke beberapa pekan ke depan.
Komentar Janet Yellen mencegah aksi jual dolar AS yang lebih masif pasca-rilis data NFP. Namun, USD tetap membutuhkan dukungan data ekonomi berikutnya.
Reli euro belakangan ini menumbuhkan harapan untuk tren bullish lebih lanjut, tetapi pakar strategi forex dari Credit Suisse justru menilai EUR/USD takkan melampaui 1.2350.
Pound terdongkrak oleh kegigihan PM Boris Johnson mempertahankan rencana awalnya untuk mengakhiri semua pembatasan sosial pada 21 Juni mendatang.
Kenaikan skor PMI Manufaktur AS menopang upaya rebound dolar, tetapi data tersebut juga meningkatkan ketidakpastian menjelang rilis data Non-farm Payroll.
Pergerakan dolar Australia terbebani oleh keinginan bank sentral Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat 0.1 persen hingga tahun 2024.
Pound sterling mundur dari rekor tertinggi tiga tahunnya gegara imbas dari kekhawatiran tentang dampak penyebaran varian COVID India terhadap perekonomian Inggris.
Seorang pejabat bank sentral Inggris (BoE) menyampaikan opini hawkish yang mendorong pound melonjak kemarin. Namun, reli GBP/USD hari ini (28/Mei) terhadang oleh resistance kuat.
Pemerintah memangkas proyeksi ekonomi Jepang untuk kedua kalinya dalam tahun ini, sehingga memukul bursa saham setempat dan menekan nilai tukar yen.
Dolar AS tertopang oleh pendapat para pejabat The Fed yang berbeda-beda selama beberapa hari terakhir, sebagian dovish dan sebagian hawkish.
Pelaku pasar yang optimistis terhadap prospek pemulihan ekonomi global lebih memilih aset-aset non-safe haven ketimbang dolar AS.
GBP/USD mendaki ke puncak tertinggi sejak 24 Februari, sementara EUR/GBP melemah 0.25 persen dan GBP/JPY naik 0.2 persen.
Isu tapering sempat mendongkrak kurs dolar AS, tetapi para analis mengingatkan bahwa arah kebijakan The Fed tetaplah anti-tapering.
Pound melonjak berkat rilis data tenaga kerja Inggris yang mengungguli ekspektasi. Namun, ada risiko anyar yang muncul seiring dengan penyebaran varian virus COVID-19 baru.
USD melanjutkan pelemahannya terhadap semua mata uang mayor, karena karamnya ekspektasi pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga AS.
Dolar Australia tertekan oleh rilis data ekonomi China yang mengecewakan, sementara risiko penurunan harga komoditas mulai menjadi sorotan pasar.
Sentimen risk-off mulai merebak lantaran buruknya data ekonomi China dan menjamurnya kembali kebijakan lockdown COVID-19 di seantero Asia. Tetapi, sikap dovish The Fed meredam minat beli dolar AS.
Upaya penguatan dolar AS mulai menghadapi perlawanan dari sisi teknikal dan fundamental. Khususnya karena The Fed tetap enggan menaikkan suku bunga meski inflasi Amerika Serikat meninggi.
Pasar spontan mendorong reli dolar AS seusai rilis data inflasi AS, tetapi analis menilai data tersebut takkan memotivasi The Fed untuk segera menaikkan suku bunga.
Pound terhalang oleh ambang resistance yang vital secara teknikal, tetapi kabar terbaru tentang ekonomi Inggris sebenarnya cenderung bullish.
Pelaku pasar optimistis terhadap pound sterling berkat pengumuman tapering BoE, serta berakhirnya penghitungan suara pemilu Skotlandia tanpa gejolak signifikan.
Rilis data payroll AS pekan lalu amat mengecewakan, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga dan mendorong pelemahan dolar AS.
Dolar AS berkubang dalam beragam spekulasi menjelang rilis data Nonfarm Payroll yang kemungkinan bakal mencetak kenaikan fantastis sampai nyaris satu juta.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone