Advertisement

iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Dolar AS dan pasar FX lebih terpengaruh oleh fluktuasi sentimen risiko global ketimbang keputusan The Fed yang sudah lama diantisipasi.
Aset safe haven seperti dolar AS dan emas relatif stabil lantaran banyak faktor, khususnya masalah utang Evergrande dan penantian hasil rapat FOMC.
Sejumlah analis mensinyalir pound sterling akan terus tertekan menjelang rapat kebijakan bank sentral Inggris (BoE) pada hari Kamis.
Indeks dolar AS mengunjungi rekor tertinggi sebulan pada kisaran 93.45, sebelum surut kembali ke kisaran 93.00.
Data penjualan ritel Inggris terlalu mengecewakan hingga sejumlah analis memprediksi BoE bakal gagal menaikkan suku bunga pada awal tahun depan.
Sejumlah bank sentral utama akan menggelar rapat kebijakan reguler pada pekan depan, sedangkan tiga negara besar akan mengadakan pemilu sepanjang sisa bulan ini.
Data GDP New Zealand terbaru menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat daripada ekspektasi sebelumnya. Tapi NZD/USD hanya melonjak sejenak.
Sebagian pelaku pasar berharap rilis data penjualan ritel AS nanti malam akan memberikan dukungan bagi rencana tapering The Fed dan memperkuat dolar AS.
Gubernur RBA Philip Lowe memperkirakan jam kerja karyawan merosot akibat lockdown beberapa waktu lalu, sehingga mencederai pasar tenaga kerja Australia.
Data tenaga kerja Inggris menunjukkan pemulihan lanjutan, sehingga payroll kembali ke tingkat pra-pandemi dan pound terangkat ke 1.3880-an.
Rebound bermula ketika Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengobrol via telepon pada hari Kamis malam.
Federal Reserve mungkin tidak mengumumkan tapering pada rapat tanggal 21-22 September mendatang, tapi tetap bakal melakukannya sebelum akhir tahun.
Sterling mencuat setelah pejabat top bank sentral Inggris menyampaikan pernyataan yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga lebih awal.
Kenaikan pajak Inggris berisiko menekan belanja rumah tangga yang berperan penting sebagai motor pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi.
Dolar Australia jatuh dari kisaran 0.7400 ke 0.7350-an terhadap dolar AS, serta melemah terhadap dolar New Zealand, pound sterling, dan mata uang mayor lain.
Indeks dolar AS berkonsolidasi pada 92.20-an akibat kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global dan aksi ambil untung menjelang rapat sejumlah bank sentral.
Presiden Bundesbank berpendapat kebijakan moneter longgar masih layak diberlakukan, tetapi ECB juga harus bersiap-siap mengakhiri program pembelian obligasinya.
Dolar AS lesu lantaran data ADP untuk bulan Agustus meleset jauh, sementara laporan Juli juga direvisi jadi lebih rendah.
Pergerakan dolar AS relatif terbatas, sementara pelaku pasar menantikan data Non-farm Payroll AS terbaru yang akan terbit besok lusa.
EUR/USD terpantau hanya naik tipis sampai 1.1831, meskipun rilis data inflasi Zona Euro menunjukkan rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Sejumlah analis baru-baru ini merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris dan outlook Sterling ke depan. Nomura kini memperkirakan GBP/USD makin bearish.
Dolar AS cenderung tertekan dalam beragam pasangan mata uang mayor, sembari menantikan katalis pasar berikutnya.
Dolar AS bergerak terbatas karena kekhawatiran pasar terhadap varian Delta mulai memudar, tapi kegelisahan terkait simposium Jackson Hole masih cukup besar.
Euro bergerak relatif flat terhadap beragam mata uang mayor, seolah mengesampingkan data GDP Jerman yang baru saja dirilis.
Rebound NZD/USD berlanjut menyusul kenaikan harga komoditas global dan beredarnya komentar hawkish dari seorang pejabat bank sentral New Zealand (RBNZ).
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini