iklan

Profil Penulis : EXCO

adalah broker yang berbasis di St. Vincent and the Grenadines dan terdaftar dengan nomor registrasi 25143 IBC 2018. Layanan trading yang ditawarkan meliputi leverage hingga 1:500, spread mulai 0.5 pips, deposit mulai 10 USD, dan kebebasan trading dengan beragam instrumen seperti forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto.

iklan

iklan

Setelah terguncang oleh perubahan sentimen yang cukup drastis, Euro mulai menguat meski hanya dalam kisaran terbatas. Sebaliknya, Pound sudah bullish sejak kemarin.
Sentimen jangka pendek untuk Euro dan Pound beralih ke sisi bearish menjelang event berdampak penting hari ini. Secara teknikal, keduanya telah turun di bawah level EMA.
Ketika EUR/USD cenderung wait and see di sekitar level EMA 200, GBP/USD lebih dulu melonjak dan meninggalkan support EMA 77. Seperti apa proyeksi teknikal jangka pendeknya?
Pergerakan Euro terhadap Dolar AS masih rentan bearish di bawah EMA 200. Sementara itu, GBP/USD berisiko merosot di bawah 1.41.
Euro sempat menjulang di atas EMA 200, sementara Pound kembali tertekan di bawah EMA 77. EUR/USD terancam melorot hingga S1, begitu pula dengan GBP/USD yang terancam turun menuju 1.41.
Sentimen pergerakan EUR/USD dan GBP/USD berbalik bearish dan terancam melemah lebih lanjut jika tekanan jual masih mendominasi.
Setelah mencetak reli dalam beberapa hari terakhir, momentum kenaikan Euro dan Pound mulai melambat. Kedua mata uang tersebut kini sama-sama bergerak di bawah EMA.
EUR dan GBP sama-sama bullish setelah kemarin berhasil naik signifikan dari area EMA. EUR/USD membidik level 1.225, sementara GBP/USD bergerak ke 1.425.
Baik Euro maupun Pound sempat dikejutkan oleh tekanan seller akhir pekan lalu. Meskipun begitu, penurunan harga sudah terkoreksi dan pergerakan saat ini relatif stabil.
Setelah berbalik melemah hingga melintasi support 1.22, Euro masih kesulitan bangkit. Sementara itu, pembalikan Pound menunggu konfirmasi breakout EMA 77.
Euro dan Pound sama-sama terjun di bawah EMA dan membalik bias perdagangan dari bullish menjadi bearish. Meskipun begitu, kedua pair tersebut mulai pulih hari ini.
Di saat kenaikan Euro terbentuk secara meyakinkan, reli Pound masih tersendat oleh risiko koreksi di area EMA 77. Apakah bias bullish kedua mata uang tersebut masih berlanjut?
EUR/USD jeblok hingga mencapai kisaran 1.21, sementara GBP/USD sempat turun menyentuh 1.415. Mampukah kedua pair tersebut memastikan pemulihan?
Setelah menguat signifikan, Euro berkonsolidasi sementara Pound mulai membentuk penurunan. Mampukah kedua mata uang ini melanjutkan reli?
Kemerosotan signifikan di hari sebelumnya mulai diimbangi oleh upaya penguatan EUR/USD di atas Pivot. GBP/USD saat ini juga semakin mendekati EMA 77
Tidak seperti EUR/USD yang masih memperpanjang reli bullish-nya, GBP/USD memerlukan faktor penunjang karena cenderung bergerak datar pada hari ini.
Baik Euro maupun Pound sama-sama bullish versus Dolar AS. EUR/USD melaju di atas 1.22, sementara reli GBP/USD berpeluang mendukung harga di atas 1.42.
EUR/USD berpeluang menanjak ke level R1 meski dibayangi tekanan seller. Di sisi lain, Pound masih menguat dan berupaya menggapai 1.1415.
Sentimen bullish masih berpihak pada Euro dan Pound. Meskipun begitu, EUR/USD telah menguji Pivot kemarin sementara GBP/USD stabil di atas area 1.41.
Euro dan Sterling sama-sama menguat akhir minggu lalu. Namun, kedua mata uang tersebut memiliki nasib yang berbeda di awal minggu ini. Bagaimana proyeksi lengkapnya?
Penguatan Euro terlihat stabil di atas EMA 200, sementara Pound kembali menguat setelah terguncang di bawah EMA 77. Bagaimana proyeksi keduanya jelang rilis NFP AS?
Kenaikan EUR/USD saat ini hampir menyentuh EMA 200. Akan tetapi, GBP/USD justru diliputi ketidakpastian di sekitar EMA 77. Statement BoE bisa menjadi katalis penting berikutnya.
Trend penurunan EUR/USD masih kencang dan mengantarkan harga ambles di bawah 1.20. Di sisi lain, GBP/USD justru naik menguji 1.39.
EUR/USD jeblok setelah turun di bawah Pivot Point, sementara Pound rentan melemah di bawah 1.38. Pemulihan kedua pair tersebut masih bergantung pada kembalinya bias bullish.
EUR dan GBP terperosok cukup signifikan di bawah level EMA. Namun saat ini, keduanya menunjukkan koreksi tipis versus Dolar AS.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone