iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga emas naik begitu data Non Farm Payroll memudarkan optimisme akan pemulihan ekonomi AS. Pasar pun lebih memilih emas sebagai aset safe haven.
NFP AS hanya bertambah 266,000 di bulan April, mematahkan ekspektasi pasar yang mengharap kenaikan sebanyak 978,000. Akibatnya, Dolar AS turun.
Harga emas naik karena penurunan ekspektasi suku bunga The Fed, konflik China-Australia, serta sentimen pasar terkait kebijakan BoE dan data ketenagakerjaan AS.
ADP Employment Change dan PMI Jasa AS naik di bawah ekspektasi. Dolar AS pun stabil menjelang data NFP AS yang sangat diantisipasi pasar minggu ini.
Harga emas merosot setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan perlu dinaikkan demi menjaga keseimbangan ekonomi.
Aktivitas manufaktur AS yang menurun membuat Dolar AS dan Yield Obligasi melemah. Harga emas naik merespon kondisi tersebut.
Profit taking dan serangkaian data ekonomi AS yang solid menjadi pijakan Indeks Dolar AS malam ini. Namun secara umum, Dolar AS masih beragam versus rival mayornya.
Harga emas turun ke level terrendah dua minggu akibat kenaikan yield obligasi AS dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi AS yang tercermin dalam data GDP Q1/2021.
The Fed menilai pemulihan ekonomi AS semakin baik. Namun, kenaikan inflasi yang masih bersifat sementara dan banyaknya pengangguran membuat stimulus ekonomi masih diperlukan.
The Fed diperkirakan tak mengumumkan perubahan kebijakan pekan ini. Harga emas minim pergerakan meski terdukung oleh komitmen suku bunga rendah bank sentral AS tersebut.
Pandemi virus Corona kian menjauhkan Jepang dari kenaikan inflasi, sehingga BoJ tak bisa beranjak dari moneter longgar. Yen pun melemah versus Dolar AS.
ECB tak menyediakan petunjuk baru yang diharapkan pasar tentang tapering stimulus. Selain itu, pemulihan ekonomi Eropa masih di belakang AS. Euro pun melemah.
Bank sentral Kanada menunjukkan optimisme dalam ekspektasi pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. Oleh karena itu, Dolar Kanada menguat versus Dolar AS.
Harga emas turun tipis, tetapi masih terdukung oleh ekspektasi fed rate hike, pelemahan dolar as, dan permintaan emas fisik dari India dan China.
Pasca lockdown dan vaksinasi, ekspektasi pasar akan solidnya data ekonomi Inggris sangat tinggi. Oleh sebab itu, GBP/USD naik menuju 1.40.
Kemajuan program vaksin Inggris yang selama ini menjadi pendukung utama Sterling mulai tersaingi oleh negara-negara maju lain.
Harga emas naik berkat pelemahan Dolar AS dan yield obligasi US Treasury. Pesimisme kenaikan suku bunga The Fed melatarbelakangi kondisi tersebut.
Harga emas naik karena inflasi AS yang menguat tak disertai dengan ekspektasi kenaikan suku bunga. Hal ini mendorong pelemahan Indeks Dolar AS.
Kenaikan inflasi AS direspon negatif oleh Dolar AS. Pasalnya, hal ini masih sesuai dengan skenario The Fed yang tak memperhitungkan kenaikan inflasi sebagai alasan Rate Hike.
Harga emas turun karena yield obligasi AS kembali menguat pasca laporan kenaikan inflasi produsen AS dan China. Namun, prospek jangka panjang emas masih bullish.
Apresiasi Dolar AS menurun karena aksi profit taking dan penurunan yield obligasi US Treasury. Sebaliknya, EUR/USD naik terdukung data PMI Zona Euro.
Penurunan Yield obligasi US Treasury dan Indeks Dolar AS malam ini memberi ruang bagi harga emas untuk naik mencapai level 1743.
PMI Manufaktur AS yang dirilis oleh ISM melonjak dari 60.8 ke 64.7 di bulan Maret. Namun, Dolar AS tergelincir karena peningkatan klaim pengangguran mingguan.
Harga emas kembali melesat ke atas level $1700. Namun demikian, para analis menilai penguatan emas masih dihadang oleh yield obligasi as.
Dolar AS menguat pasca pengumuman anggaran infrastruktur masif oleh Presiden Joe Biden. Pasar optimis jika hal ini dapat mendukung pemulihan ekonomi AS.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone