iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

iklan

iklan

Inflasi produsen China melonjak ke level tertinggi 12 tahun karena semakin mahalnya harga komoditas yang mengerek biaya produksi. Namun, kenaikan ini belum terasa di tingkat konsumen.
Indeks kepercayaan konsumen turun di bulan Juni karena meningkatnya kekhawatiran terhadap lockdown selama dua minggu di Melbourne. Pair AUD/USD nyaris tidak bereaksi.
Meski masih terkontraksi, GDP Jepang kuartal pertama direvisi naik karena adanya penyesuaian data belanja modal dan pengeluaran pemerintah.
Lonjakan impor China didorong oleh kenaikan permintaan barang luar negeri. Sementara itu, laju ekspor sedikit melambat karena mahalnya harga bahan baku.
Harga minyak turun dari level tertinggi 2 tahun karena aksi profit taking investor. Para pelaku pasar tengah mengantisipasi hasil pembicaraan nuklir AS-Iran.
Dolar hari ini bergerak terbatas menanti data ketenagakerjaan AS. Investor masih wait and see karena hasil data tersebut bisa menjadi petunjuk mengenai outlook kebijakan The Fed ke depan.
Perekonomian Australia meningkat karena optimisme yang mengerek konsumsi dan berpengaruh terhadap sektor properti, bisnis, serta investasi.
Harga minyak melonjak hingga menembus level psikologis $70 per barel, dipicu oleh optimisme peningkatan permintaan saat kawasan Eropa dan AS memasuki musim panas.
Perlambatan aktivitas manufaktur China dipicu oleh kenaikan harga komoditas dan kemacetan pasokan yang berorientasi ekspor. Namun, sektor jasa masih melaju seiring dengan keberhasilan China mengendalikan pandemi.
Kenaikan output industri Jepang tidak terlepas dari semakin pulihnya permintaan dari China dan AS. Namun, ekonomi Jepang diperkirakan merosot di kuartal kedua karena lockdown.
Kenaikan kasus Corona yang memicu diberlakukannya pembatasan membuat tingkat pengangguran naik dan ketersediaan lapangan kerja menurun. BoJ diyakini siap merespon pelemahan ini dengan kebijakan longgar.
RBNZ mengindikasikan kenaikan suku bunga pada akhir tahun 2022. Hal ini memicu penguatan signifikan pada pergerakan Dolar New Zealand versus Dolar AS.
Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa belum ada indikasi Iran mau tunduk terhadap komitmen nuklir. Harga minyak naik karena hal ini mengendurkan prospek melimpahnya pasokan minyak.
Pelemahan Dolar AS pada perdagangan awal pekan masih berlanjut setelah pejabat The Fed mengatakan bahwa pengetatan kebijakan tidak mungkin dilakukan dalam kondisi pandemi.
Prospek damai AS-Iran berpotensi meningkatkan pasokan minyak di pasar global, sehingga menekan harga minyak yang saat ini juga dibebani oleh kenaikan inflasi dan kenaikan kasus COVID-19 di Asia.
Lonjakan ekspor Jepang disebabkan oleh meningkatnya permintaan global. Hasil ini sukses menopang Yen di tengah penguatan Dolar AS setelah rilis notulen The Fed.
Penurunan sentimen konsumen Australia dipicu oleh kondisi perekonomian yang tidak sebaik ekspektasi meski RBA telah mengucurkan stimulus masif. AUD/USD masih stabil pasca rilis data ini.
Pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah Jepang memukul sektor konsumsi sehingga menekan data GDP kuartal pertama. Namun, Yen menguat versus Dolar AS karena semakin redupnya prospek tapering The Fed.
Perlambatan output industri China dipicu oleh lesunya aktivitas manufaktur karena kemacetan pasokan dan kenaikan harga komoditas yang membebani biaya produksi.
Ekspor China meningkat tajam karena permintaan dari AS dan Eropa telah kembali normal. Impor juga melonjak di tengah semakin pulihnya permintaan domestik China.
Harga minyak stabil di tengah ekspektasi pemulihan permintaan dari kawasan Eropa dan AS. Namun, tsunami COVID-19 di India yang mulai menyebar ke negara sekitar masih menjadi kekhawatiran.
Dolar AS menguat setelah kemarin bergerak hati-hati. Investor masih diliputi ketidakpastian menjelang rilis beberapa data fundamental penting sepanjang pekan ini.
Sebagai Menkeu AS, Yellen berpendapat jika rencana pemerintahan Biden tidak akan menyebabkan inflasi tak terkendali karena dilakukan secara bertahap.
Kenaikan harga rumah di Australia dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga rendah RBA yang memicu antusiasme pengajuan KPR. Namun, hal ini tak menopang AUD/USD
Perlambatan ekspansi sektor manufaktur China melambat cukup signifikan dari rilis periode sebelumnya. PMI non manufaktur pun mencerminkan hal serupa.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone