Advertisement

iklan

3 Indikator Day Trading Paling Efektif Bagi Pemula

Penulis

+ -

Apa saja indikator ampuh untuk strategi day trading yang bisa digunakan pemula? Bagaimana cara menggunakannya?

iklan

iklan

Dengan adanya puluhan jumlah indikator day trading di luar sana, tentu saja membuat trader, khususnya pemula, jadi kebingungan memilih dan mempelajarinya satu per satu. Aktivitas trading tentunya bakal lebih efisien jika Anda sudah paham indikator apa saja yang efektif, bukan? Lalu, apa saja 3 indikator day trading tersebut? 

indikator day trading (Baca Juga: Indikator Teknikal: Pengertian Dan Macam-Macamnya)

Jangan khawatir, ketiganya adalah indikator populer yang sudah pasti tidak asing lagi di telinga Anda, yaitu Kanal Donchian, Moving Average, dan Stochastic Oscillator. Dari sekian banyak indikator day trading, mengapa ketiga indikator ini?

  • Kanal Donchian berguna untuk menyoroti trend serta periode dalam strategi day trading.
  • Moving Average menambah akurasi strategi day trading di semua time frame jangka pendek.
  • Stochastic merupakan indikator momentum yang disukai day trader karena gampang dimengerti dan memiliki tingkat akurasi relatif tinggi.

Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai cara menggunakan masing-masing indikator:

 

1. Kanal Donchian

Kanal Donchian diciptakan oleh seorang trend-follower bernama Richard Donchian pada pertengahan abad ke-20 untuk membantunya mengidentifikasi trend.

Kanal Donchian terdiri dari tiga garis yang dihasilkan oleh perhitungan Moving Average, masing-masing sebagai pita atas, pita bawah, serta pita tengah atau garis median. Pita atas menandai harga tertinggi selama suatu periode, sedangkan pita bawah menandai harga terendah. Area antara pita atas dan bawah inilah yang dinamakan Kanal Donchian. Kanal ini sangat bermanfaat bagi day trader untuk mengawasi grafik ber-time frame pendek, seperti 1 menit, 5 menit, atau 1 jam.

Baca Juga: Kiat Sukses Trading Forex Di Time Frame Kecil

Berikut adalah pengaplikasian Kanal Donchian pada beberapa sesi trading.

kanal donchian

Kanal Donchian membantu Anda mengamati kondisi pasar, apakah sedang ranging, uptrend, atau downtrend. Secara tradisional, Kanan Donchian juga digunakan untuk mengidentifikasi posisi breakout, titik di mana harga bergerak keluar menembus Support atau Resisten.

Anda dapat menggunakan Kanal Donchian 100-periode bila ingin mengamati trend jangka panjang. Atau, bisa juga memanfaatkan jumlah candle dalam satu sesi, dan menggunakannya sebagai basis periode lookback pada trading Anda.

Misalnya saja, pada suatu sesi trading, Anda menghitung ada 81 candle. Maka Anda dapat menggunakannya sebagai periode lookback bagi Kanal Donchian untuk melacak trend terbaru.

Baca Juga: Trading Breakout dengan Indikator Donchian Channel

 

2. Moving Average

Moving Average merupakan tool analisa teknikal sederhana, dan biasanya menjadi indikator day trading pertama yang dipelajari para trader pemula. Moving Average digunakan untuk mengidentifikasi arah trend harga mata uang atau menentukan level Support maupun Resisten dinamis.

Setting Moving Average dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan, sehingga Anda bebas memilih periode waktu apapun, apakah 15-periode, 20-periode, bahkan sampai 200-periode. Semakin pendek rentang waktu yang digunakan, maka akan semakin sensitif terhadap perubahan harga, begitu juga sebaliknya. Semakin panjang periode waktu Moving Average, semakin besar lagging-nya.

Jadi, Moving Average 200-periode tentunya memiliki tingkat lagging yang jauh lebih besar daripada 20-periode karena mengandung informasi harga selama 200 hari terakhir.

Intinya, tidak ada setting periode yang mutlak, sehingga pastikan terlebih dahulu mana yang bekerja paling cocok dengan strategi Anda. Moving Average berperiode pendek biasanya digunakan oleh trader jangka pendek, sedangkan periode besar lebih cocok untuk trader jangka panjang.

Banyak-banyaklah bereksperimen dengan periode berbeda-beda sampai menemukan setting paling tepat bagi strategi Anda. Manfaatkan juga fasilitas akun demo agar tidak kehilangan uang sungguhan, ya.

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh grafik di bawah ini yang menunjukkan price action dengan indikator Simple Moving Average (SMA) 20-periode.

moving average

  1. Ketika harga bergerak menjauhi garis SMA-20 secara konsisten, maka pasar sedang mengalami trend. Harga yang bergerak di bawah SMA-20 seperti pada gambar di atas membuktikan adanya downtrend.
  2. Di sisi lain, pada pasar ranging, dorongan menjauh dari Moving Average tampak tidak berkelanjutan.
  3. Moving Average juga membantu mengidentifikasi kongesti harga. Hal ini tercermin pada sekumpulan candle yang tumpang tindih dengan garis SMA-20.

 

3. Stochastic Oscillator

Diciptakan George C. Lane pada akhir 1950-an, Stochastic Oscillator ialah indikator day trading populer untuk memprediksi pembalikan trend (reversal). Karena fokus pada momentum, Stochastic juga berguna mengidentifikasi level overbought dan oversold dalam forex, saham, indeks, serta instrumen trading lainnya.

Indikator Stochastic dapat dipakai baik oleh trader profesional maupun pemula. Dengan bantuan tools seperti Moving Average, garis trend, atau level Support-Resisten, Stochastic dapat membantu meningkatkan akurasi trading dalam menemukan titik entry dan exit yang akurat.

Sama seperti Moving Average, Anda juga bisa mengkustomisasi setting indikator ini sesuai kebutuhan. Contohnya, grafik di bawah ini menggunakan setting %K period: 5, %D period: 3, dan Smoothing Period: 3 untuk menangkap berbagai sinyal dan divergensi.

stochastic oscillator

 

Gabungan Ketiga Indikator

Grafik berikut menunjukkan contoh penampakan dari gabungan 3 indikator day trading.

kombinasi 3 indikator

Pada grafik di atas, crossing Stochastic di area overbought terjadi lebih dulu ketika harga masih ranging. Ini menandakan peluang jual yang layak dicermati, tapi belum terkonfirmasi. Beberapa waktu kemudian, harga mulai menurun dan konfirmasi dari kanal Donchian pun muncul. Ketika SMA-20 melandai dan bergerak di atas harga, hal ini menandakan bahwa trend intraday saat itu adalah bearish.

 

Kesimpulan

Contoh di atas merupakan bukti bagaimana tiga indikator day trading dapat bekerja sama menemukan peluang terbaik bagi Anda. Selain ketiga indikator day trading tersebut, Anda bisa mengkombinasikan indikator-indikator lain seperti MACD dan Stochastic, atau MACD dan RSI.

Namun seperti kita ketahui, tidak ada strategi "holy grail" dalam trading. Sehingga sebaik apapun Anda menggunakan kombinasi indikator day trading, risiko kerugian dari sinyal palsu tetaplah ada.

Oleh karena itu, perbanyak latihan agar dapat memahami kapan dan bagaimana menggunakan suatu indikator dengan cerdas. Anda juga sebaiknya tidak mengacuhkan price action ketika menggunakan indikator. Sebagai gantinya, pertimbangkan memakai pola candlestick price action demi meningkatkan keakuratan analisa Anda.

Satu hal yang perlu dicatat ialah, terlalu banyak menggunakan indikator juga tidak bagus, lho . Pikirkan baik-baik apakah indikator day trading tambahan benar-benar bermanfaat. Ingatlah untuk selalu trading sesederhana mungkin, terlebih bila Anda seorang pemula.

 

Tidak semua indikator day trading bisa digabungkan. Maka, apabila Anda tertarik belajar tentang indikator apa saja yang cocok dikombinasikan, silahkan menyimak artikel berjudul Penggabungan Beberapa Indikator.

297466
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com