Advertisement

iklan

Tips Menggunakan Parabolic SAR Untuk Scalping

Penulis

+ -

Salah satu strategi trading yang menjanjikan profit dan loss dalam waktu cepat adalah Scalping. Artikel kali ini akan mengulas bagaimana cara menggunakan Parabolic SAR untuk Scalping.

iklan

iklan

Menjadi trader yang profit tentu merupakan impian semua orang. Beragam gaya trading lantas dicoba guna menemukan style terbaik saat berburu profit. Pun, keberadaan pelbagai jenis indikator teknikal turut menjadi pertimbangan utama dalam menemukan kunci sukses trading forex.

Berbicara mengenai ragam indikator teknikal, ada banyak sekali model yang bisa Anda gunakan. Mulai dari yang sederhana seperti Moving Average, hingga yang tampak rumit sekelas Ichimoku Kinko Hyo. Biasanya, penggunaan indikator-indikator tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing trader sesuai gaya trading. Dalam artikel kali ini, tim Seputarforex berkesempatan mengulas bagaimana cara menggunakan indikator Parabolic SAR untuk Scalping. Lantas, apa itu Scalping dan indikator Parabolic SAR? Bagaimanakah keduanya bisa dikombinasikan?

Menggunakan Parabolic SAR untuk Scalping

 

Sekilas Pandang Tentang Scalping

Scalping adalah strategi trading yang digunakan pada time frame rendah, misalnya M1, M5, M15, atau M30. Trader pengguna strategi Scalping -atau biasa disebut sebagai Scalper- umumnya memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan sesegera mungkin. Untuk itulah mereka memasang posisi di time frame rendah, sehingga nilai profit serta loss-nya bisa diketahui dengan cepat.

Prinsip trading yang dipegang oleh para Scalper ini adalah "sedikit tapi sering"; membuka posisi antara puluhan hingga ratusan dalam sehari, dengan rata-rata keuntungan per posisi trading sekitar 5-15 pips saja. Pun, menjadi seorang Scalper memerlukan ketepatan dan tingkat konsentrasi tinggi untuk mendapat keuntungan di pasar forex yang bergerak cepat. Jadi, strategi ini tidak dapat dilakukan selama jam kantor atau ketika Anda tidak bisa fokus pada platform trading.

Aplikasi Mobile Untuk Trading (Baca Juga: 5 Aplikasi Mobile Untuk Belajar Trading Forex)

Selain menuntut konsentrasi tingkat tinggi, Anda juga tidak diperbolehkan merasa galau saat hendak entry. Hal ini karena harga akan bergerak sangat cepat, sehingga bisa saja kesempatan itu hilang karena Anda terlalu lama mikir. Strategi Scalping juga bisa menjadi sangat menegangkan dan berisiko tinggi, terutama bagi trader pemula yang belum tamat belajar forex.

Secara sepintas, mendapatkan keuntungan dalam jumlah kecil memang tampak gampang. Namun, untuk memperoleh profit kecil secara konsisten tidaklah mudah, apalagi jika pasar cenderung volatile . Adanya pelebaran spread secara tiba-tiba bisa menjadi bumerang bagi para Scalper yang kurang teliti. Alih-alih mengumpulkan profit, kondisi ini bisa jadi berujung pada kerugian. Oleh karena itu, Anda harus selalu waspada jika spread mendadak melebar, serta menerapkan setup Money Management yang baik.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang Scalper?

Jika iya, maka Anda bisa mencoba mengkombinasikan strategi Scalping dengan indikator teknikal, salah satunya Parabolic SAR. Tujuan digunakannya indikator ini tak lain adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi harga saat ini, sehingga Anda pun bisa menentukan titik entry dengan tepat.

Agar bisa entry akurat (Baca Juga: 3 Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading)

 

Apa Itu Indikator Parabolic SAR?

Parabolic SAR (PSAR) adalah salah satu indikator teknikal yang dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul "New Concept In Technical Trading Systems". Indikator yang sifatnya lagging ini kerap digunakan saat kondisi pasar tengah trending, sehingga bisa digunakan untuk strategi Trend Following. SAR sendiri merupakan akronim dari Stop And Reverse, yang berfungsi sebagai penanda harga berhenti dan berpotensi berbalik arah (Reversal).

Jika dilihat secara visual, indikator Parabolic SAR terdiri atas titik-titik yang bisa berpindah posisi sesuai kondisi harga. Apabila harga tengah Uptrend, maka titik-titik PSAR akan berada di bawah candle. Sebaliknya bila harga tampak melemah dalam serangkaian Downtrend, maka titik-titik PSAR berada di atas candle. Agar lebih jelas, perhatikan contoh penggunaan indikator PSAR pada chart EUR/USD berikut ini:

Indikator Parabolic SAR untuk Scalping

Layaknya indikator lagging yang lain, Parabolic SAR juga menyimpan beberapa kelemahan. Salah satunya adalah indikator ini tidak bisa digunakan saat kondisi pasar sedang sideways (konsolidasi). Pada kondisi demikian, biasanya Parabolic SAR akan terus berpindah-pindah dari atas ke bawah dan sebaliknya dalam waktu singkat. Kondisi ini pula-lah yang sering memunculkan berbagai False Signal sebelum entry.

Terlepas dari berbagai pro kontra tersebut, indikator PSAR rupanya menjadi tools andalan bagi para Scalper saat terjun ke pasar forex. Akan tetapi, mereka biasanya menggunakan indikator ini bersamaan dengan indikator momentum, misalnya MACD.

 

Cara Menggunakan Parabolic SAR Untuk Scalping

Dalam kaitannya dengan penggunaan indikator Parabolic SAR untuk Scalping, Anda bisa memasang indikator ini di time frame rekomendasi Scalping, yakni sekitar M1-M30. Pada artikel kali ini, time frame yang akan digunakan adalah 5 menit (M5). Pun, indikator Parabolic SAR untuk Scalping akan dilengkapi oleh indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) sebagai konfirmator.

Adapun contoh penerapan dan sinyal entry-nya bisa Anda lihat pada chart di bawah ini:

Indikator Parabolic SAR untuk Scalping

Berdasarkan chart di atas, maka entry posisi bisa dilakukan dengan berpedoman pada langkah-langkah berikut:

  1. Jika Anda ingin Sell, identifikasilah terjadinya Downtrend kuat yang ditandai dengan titik-titik indikator PSAR berada di atas candle. Jika Downtrend telah terdeteksi, Anda bisa memasang entry Sell di candle kedua atau ketiga, saat Downtrend telah terkonfirmasi.
  2. Perhatikan sinyal yang ditunjuk oleh indikator MACD. Apabila dua garis EMA saling berpotongan (crossing) dari atas ke bawah, maka kondisi tersebut menandakan entry Sell. Sebaliknya bila crossing terjadi dari bawah ke atas, maka Anda bisa Buy (seperti saat terjadi koreksi).
  3. Jika terjadi koreksi saat Downtrend, tunggu hingga koreksi berakhir sebelum memutuskan untuk entry. Dalam contoh chart di atas, Anda bisa memanfaatkan peluang koreksi untuk entry Buy.
  4. Tempatkan level Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) sesuai dengan rencana trading. Anda bisa menentukan level SL dan TP berdasarkan titik Swing High dan Swing Low, atau menggunakan Risk Reward Ratio yang telah diperhitungkan batas toleransi risikonya.
  5. Anda juga bisa exit posisi secara manual apabila dalam chart ditemukan pola-pola candlestick konsolidasi atau Reversal, misalnya candle Pin Bar, Engulfing, atau Shooting Star.

 

Lantas, bagaimana sebaiknya memanfaatkan Parabolic SAR untuk Scalping?

Memiliki strategi trading andalan termasuk salah satu cara untuk bisa meraup profit sesuai harapan. Jika Anda termasuk tipe trader yang ingin memperoleh kepastian profit dan loss sesegera mungkin, maka strategi Scalping ini bisa dijadikan pilihan. Akan tetapi, pastikan Scalping Anda terbebas dari kesan spekulasi dan untung-untungan semata. Nah, bantuan indikator teknikal seperti Parabolic SAR bisa dimanfaatkan sebagai konfirmator. Indikator satu ini bisa menunjukkan kondisi tren saat ini, sehingga Anda pun dapat menentukan level entry terbaik saat ber-Scalping ria.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah...

Meski Anda menggunakan bantuan indikator teknikal, pastikan manajemen emosi dan manajemen risiko selalu diperhatikan. Jangan pernah trading dikuasai oleh fear dan greed, karena trading berdasarkan emosi akan berujung bencana dan kerugian saja. Good luck, traders!

 

Selain menggunakan Parabolic SAR untuk Scalping, Anda juga bisa menggunakan metode Puria untuk memburu profit di time frame rendah. Meski teknik Scalping dengan metode Puria mungkin belum begitu populer dan masih asing di telinga trader Indonesia, tetapi keberhasilan metode ini layak diperhitungkan. Penasaran bagaimana caranya? Simak di artikel "Teknik Scalping Mudah Dengan Metode Puria".

291360
Penulis

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.

Abied
Saya belum pernah bisa mengembalikan modal trading yg pernah loss di salah satu broker indonesia. Bagaimana supaya hal tersebut bisa segera kembali? Artinya harapan trading saya itu bisa profit trs.
Novalia
Agar bisa mengembalikan harapan profit, pak Abied, saya sarankan Anda mencari sistem trading yang paling cocok digunakan. Sistem trading ini berisi metode entry dan exit, strategi trading, serta money management. Anda bisa mencoba mencari sistem trading yang ideal ini di akun demo terlebih dahulu sebelum trading di akun riil. Dengan memiliki sistem trading yang profitable, maka perolehan profit bukan lagi sekedar harapan. Terima kasih.
Mohd.ali Bin Misnon
Terima kasih dari Malaysia kerana ilmu ini.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini