Advertisement

iklan

Dolar Australia Gagal Reli Meski RBA Mulai Tapering

Penulis

+ -

Dalam rapat kebijakan kemarin, bank sentral Australia memangkas laju pembelian obligasi dari 5 miliar menjadi 4 miliar dolar Australia per minggu.

iklan

iklan

Seputarforex - Dolar Australia dibuka pada 0.7483 terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini (7/Juli), masih dekat rekor terendah multi-bulan yang terakhir kali dihuninya pada pertengahan Juni. AUD/USD sempat melonjak sampai 0.7599 seusai rilis pengumuman tapering bank sentral Australia (RBA) kemarin, tetapi kemudian jatuh kembali dalam tempo beberapa jam saja. Pengumuman RBA ditanggapi dingin oleh pelaku pasar yang tengah mengantisipasi rilis notulen rapat kebijakan The Fed nanti malam.

AUDUSD Daily Grafik  AUD/USD Daily via Tradingview.com

Dalam rapat kebijakan kemarin, RBA memutuskan untuk memangkas laju pembelian obligasinya dari AUD5 miliar menjadi AUD4 miliar per minggu. Keputusan akan berlaku hingga tanggal 11 November mendatang.

RBA memulai tapering dengan alasan perekonomian tetap tangguh dan outlook membaik, meskipun kasus infeksi virus Corona dan karantina wilayah kembali melanda Australia . RBA mencatat dalam pernyataannya bahwa tingkat pengangguran turun lagi ke 5.1 persen pada Mei 2021, dan jumlah warga Australia yang memiliki pekerjaan kini sudah lebih banyak dibandingkan masa pra-pandemi.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan, "Salah satu ketidakpastian jangka pendek adalah efek dari wabah virus dan lockdown baru-baru ini. Namun, pengalaman sampai saat ini adalah bahwa perekonomian pulih kembali dengan cepat segera setelah wabah terbendung dan pembatasan sosial dilonggarkan."

Keputusan ini membuka kemungkinan bagi RBA untuk mengakhiri program Quantitative Easing-nya lebih cepat daripada ekspektasi sebelumnya, sekaligus memulai kenaikan suku bunga lebih awal.

Bill Evans, Kepala Ekonom Westpac, mengatakan bahwa keputusan RBA "lebih ketat" dibandingkan ekspektasi mereka. Ke depan, Westpac memprediksi RBA akan mengakhiri program pembelian aset pada tahun 2022, kemudian berlanjut dengan kenaikan suku bunga pada Maret 2023. Westpac juga memperkirakan Federal Reserve AS akan mengumumkan niat untuk memulai tapering pada September 2021, dengan tahapan mulai Januari hingga pertengahan tahun 2022.

Proyeksi versi analis ini lebih hawkish dibandingkan proyeksi resmi RBA yang menyebutkan bahwa suku bunga bakal dipertahankan sampai 2024, serta belum tentu selaras dengan proyeksi resmi The Fed. Alhasil, pasar masih sukar memastikan bank sentral mana yang akan mulai menaikkan suku bunganya lebih dulu.

Dalam jangka pendek, opini The Fed mungkin lebih berpengaruh di pasar. Pergeseran wacana dovish menjadi hawkish di kalangan pejabat The Fed dapat menekan kurs AUD/USD, meskipun RBA memulai tapering lebih awal. Sedangkan jika notulen FOMC nanti malam gagal memperkuat wacana hawkish The Fed, AUD/USD justru berpotensi melambung lebih tinggi.

Download Seputarforex App

296004
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan SeputarForex!

Baca Selengkapnya Di Sini