Advertisement

iklan

Perbaikan Sentimen Pasar Menekan Dolar AS Untuk Sementara

Penulis

+ -

Pelaku pasar memilih ambil untung di tengah perbaikan sentimen pasar setelah lockdown Shanghai diumumkan akan segera berakhir.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) mundur dari rekor tertinggi dua dekade yang tercapai pekan lalu, menuju kisaran 103.75 saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari Selasa (17/Mei). Sebagian pelaku pasar memilih ambil untung di tengah perbaikan sentimen pasar seusai pengumuman tentang segera berakhirnya lockdown Shanghai, yang bertepatan dengan detik-detik menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Di sisi lain, sejumlah analis menilai pasar mulai mengalihkan fokus dari topik inflasi ke ancaman resesi.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Data ekonomi China yang dirilis pada hari Senin menunjukkan imbas lockdown Shanghai dan beberapa kota utama lain telah mengekang aktivitas masyarakat sedemikian rupa hingga mengancam pertumbuhan. Penjualan ritel dan produksi industri China sama-sama merosot drastis pada periode April 2022, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi global.

Kabar tersebut sempat membuat renminbi, dolar Australia, dan sejumlah mata uang pro-pertumbuhan lainnya melempem. Situasi baru berbalik arah setelah beredar kabar bahwa Shanghai tak menemukan kasus baru COVID-19 selama tiga hari beruntun, sehingga pembatasan mobilitas masyarakat mulai dilonggarkan dan akan diakhiri pada awal bulan depan.

"Dolar/(Yuan) telah menjadi suatu penggerak besar bagi mata uang-mata uang G10," kata Chris Weston, kepala riset broker Pepperstone di Melbourne, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Ia menambahkan bahwa terhentinya penurunan yuan sekaligus meredakan volatilitas pasar, sehingga mensuspensi kenaikan dolar untuk sementara waktu.

Kendati demikian, latar belakang fundamental yang lebih luas masih suportif bagi dolar AS. Masalahnya, Amerika Serikat kini menampilkan proyeksi kinerja ekonomi yang lebih baik dibandingkan sebagian besar kawasan lain di dunia.

John Briggs, kepala strategi global di NatWest Markets, mengatakan bahwa pasar bergeser dari "kisah inflasi" menuju "kisah pertumbuhan". Ia menilai dolar akan terus memperoleh support baru seiring dengan berubahnya penggerak pasar. Reli dolar mereda belakangan ini karena kurangnya alasan baru untuk mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara agresif, serta jatuhnya yield obligasi AS jangka panjang lantaran kekhawatiran pasar terhadap resesi.

"(Namun) meskipun berada dalam trayek pertumbuhan menurun... AS kemungkinan masih akan unggul," kata Briggs, "(Perekonomian AS) ini seperti kuda paling cantik di pabrik lem."

Dolar AS saat ini masih mempertahankan posisi tertinggi multibulan dan multitahun terhadap beragam mata uang lain, meskipun terkoreksi cukup besar dalam perdagangan harian. Pasangan mata uang USD/CHF baru saja menembus paritas (level 1.000) beberapa hari lalu, dan hari ini hanya turun ke kisaran 0.9968. Dolar AS juga terus menguat versus rupiah, sehingga USD/IDR mencapai rekor tertinggi satu tahun pada kisaran 14,645. Kenaikan harga bahan pangan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia.

Download Seputarforex App

297711
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.