Advertisement

iklan

Trump Klaim Menang Sepihak, Siap Maju Ke Mahkamah Agung

Penulis

+ -

Donald Trump baru saja mendeklarasikan menang pilpres AS secara sepihak, padahal perhitungan suara masih terus berlangsung.

iklan

iklan

Seputarforex - Semua mata menyoroti perhitungan suara hasil pemilu AS hari ini (4/November). Salah satu kekhawatiran utama terkait sengketa hasil pilpres Amerika Serikat kini benar-benar terealisasi. Presiden AS Donald Trump baru saja mendeklarasikan kemenangan secara sepihak, padahal perhitungan suara dari pemilihan langsung maupun electoral college masih terus berlangsung. Hasil perhitungan sementara pun masih mengunggulkan rivalnya, Joe Biden dari kubu Demokrat.

Donald Trump-Joe Biden

"Kita akan ke Mahkamah Agung AS," kata Trump dalam pidato pukul 02.20 waktu setempat, "Kami ingin semua pemilihan untuk berhenti. Kami tidak mau mereka menemukan kertas suara pada pukul empat pagi dan menambahkannya ke daftar."

Perhitungan hasil pemilu AS biasanya membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Undang-undang federal memperbolehkan perhitungan berlangsung hingga lebih dari sebulan setelah pemungutan suara. Namun, Trump telah lama bersikeras hasil pemilu harus dideklarasikan pada hari-H pemungutan. Sikapnya berisiko melanggar konstitusi, karena akan menyisihkan banyak surat suara yang belum dihitung pada hari H, terutama surat suara yang dikirim via pos. Meski demikian, ia tetap memiliki peluang memenangkan tuntutan hukum lantaran mayoritas hakim agung AS berasal dari kubu Republik.

Klaim Trump mungkin berbasis pada asumsi kemenangan electoral college. Hasil perhitungan suara sementara versi The Guardian dan sejumlah media massa AS menunjukkan Joe Biden memimpin dengan perolehan 238 suara versus Trump 213 suara. Masih ada 87 suara yang belum masuk, sehingga persaingan memang sangat ketat.

Untuk menang dalam kontestasi presidensial AS, kandidat harus memperoleh setidaknya 270 dari 538 electoral college. Kandidat yang menang suara populer dalam pemilihan langsung saja belum tentu menjadi presiden AS, sebagaimana dialami oleh Hillary Clinton empat tahun lalu.

Sementara itu, Greenback meroket versus mata uang-mata uang lain yang berkarakter lebih high risk. AUD/USD anjlok lebih dari 1 persen ke kisaran 0.7070-an. GBP/USD terbanting lagi ke 0.2900-an setelah kemarin sempat menggapai 1.3100. EUR/USD pun diperdagangkan dengan rentang sangat lebar antara 1.1600-1.770. Volatilitas pasar forex kemungkinan akan tetap sangat tinggi selama hasil pilpres AS belum final.

294544
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini