Advertisement

iklan

19-20 Mei 2022: Jobless Claims AS, Employment Australia, Ritel Inggris

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah Jobless Claims dan Existing Home Sales AS, serta Employment Change di Australia. Besok ada Retail Sales Inggris.

iklan

iklan

Kamis, 19 Mei 2022

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Employment Change dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

19-20 Mei 2022: Jobless Claims AS,

Bulan Maret lalu, lapangan pekerjaan di Australia bertambah 17,900 jobs, lebih rendah dari perkiraan bertambah 30,000 jobs, dan menjadi yang terendah dalam 5 bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Maret tetap 4.0%, lebih tinggi dari perkiraan 3.9%, dan merupakan yang terendah sejak Agustus 2008. Tingkat partisipasi berada pada angka 66.4%, sama dengan bulan sebelumnya dan menduduki rekor tertinggi sejak 1978.

Untuk bulan April 2022, diperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah 30,000 jobs, sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 3.9%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari ekspektasi akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 13 Mei 2022 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karenanya, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

19-20 Mei 2022: Jobless Claims AS,

Minggu lalu, Jobless Claims AS bertambah 1,000 menjadi 203,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 190,000 klaim, dan merupakan yang tertinggi sejak pertengahan Februari lalu. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir naik menjadi 192,750 klaim, tertinggi sejak bulan Maret.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan turun menjadi 200,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Indikator ini mengukur jumlah penjualan rumah tinggal di AS selama periode satu bulan, dan tidak memperhitungkan  perumahan baru. Rilis data Existing Home Sales akan berdampak karena penjualan rumah dapat memicu konsumsi produk-produk lain dan mempengaruhi tingkat inflasi. Selain itu, perusahaan leasing dan broker property juga akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah.

19-20 Mei 2022: Jobless Claims AS,

Bulan Februari lalu, penjualan rumah di AS merosot 2.7% ke 5.77 juta unit, lebih rendah dari perkiraan 5.78 juta unit, dan menjadi yang terendah sejak Juni 2020. Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya penjualan rumah di wilayah timur laut, selatan, dan midwest akibat kenaikan suku bunga.

Untuk bulan April 2022, diperkirakan Existing Home Sales akan mencapai 5.65 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Jumat, 20 Mei 2022

  • Jam 13:00 WIB: data Retail Sales Inggris bulan April 2022 (Berdampak medium pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP, karena merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan serta tingkat inflasi. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales.

Ada 2 jenis data yang dirilis, yakni Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total baik m/m maupun y/y.

19-20 Mei 2022: Jobless Claims AS,

Penjualan ritel total Inggris bulan Maret lalu turun 1.4% (atau -1.4%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.3%, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Sementara untuk basis tahunan (y/y), penjualan ritel naik 0.9%, terendah dalam 3 bulan. Penurunan penjualan terjadi pada stasiun bahan bakar dan toko makanan, sementara toko perlengkapan rumah mengalami kenaikan penjualan.

Untuk bulan April 2022, diperkirakan Retail Sales total m/m akan kembali turun 0.3%, dan y/y akan turun 7.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan GBP.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
297720
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.