Advertisement

iklan

Dolar Makin Mentereng, Kurs Yen Paling Lemah Dalam 2 Dekade

Penulis

+ -

Reli yield US Treasury terus berlanjut pada awal pekan ini berkat komentar hawkish seorang pejabat The Fed, sehingga menunjang tren bullish pada dolar AS.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) mengokohkan posisi di atas ambang 100.00 dalam perdagangan sesi Asia hari Selasa (19/April). USD/JPY mencetak rekor baru dalam 20 tahun terakhir, sementara EUR/USD menguji level terendah 2 tahun.

Yield obligasi US Treasury sempat terkoreksi pada pertengahan pekan lalu, tetapi reli kembali sejak sesi New York hari Jumat. Reli yield terus berlanjut pada awal pekan ini berkat komentar hawkish seorang pejabat The Fed, sehingga menunjang tren bullish pada dolar AS. Di sisi lain, pelemahan yen semakin mengkhawatirkan di mata para pebisnis, ekonom, dan pejabat Jepang.

USDJPY Daily Grafik USD/JPY Daily via TradingView

 

"Fed Rate Hike" Berikutnya Mungkin 75 Bps

Sejumlah data ekonomi AS pada hari Jumat menampilkan kinerja ekonomi yang tetap solid. Data penjualan ritel inti meroket 1.1 persen (Month-over-Month) untuk pelaporan Maret 2022; melampaui pertumbuhan 0.6 persen pada periode sebelumnya maupun estimasi pasar yang sebesar 1.0 persen. Hasil survei sentimen konsumen Michigan juga menampilkan sikap warga AS yang semakin optimistis, meskipun kenaikan inflasi dan suku bunga mendatang berpotensi menggerogoti daya beli mereka.

Presiden The Fed St Louis, James Bullard, melontarkan komentar yang lebih hawkish lagi. Menurutnya, bank sentral perlu bertindak lebih cepat untuk mendorong Fed rate mencapai 3.5 persen tahun ini, dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin sebanyak beberapa kali serta membuka peluang kenaikan sebanyak 75 basis poin sekaligus.

"Kami ingin mencapai (kondisi moneter) netral secepatnya, saya kira itu kata (kunci) hari ini," kata Bullard dalam presentasi virtualnya untuk Council on Foreign Relations pada hari Senin, "Saya bahkan sudah mengatakan kami ingin berada di atas netral pada awal kuartal ketiga dan mencoba untuk menekan laju inflasi lebih lanjut pada saat itu."

Bullard terkenal sebagai salah satu tokoh paling hawkish dalam jajaran pejabat tinggi The Fed, berbeda dengan Ketua The Fed Jerome Powell yang cenderung netral. Pernyataannya tersebut bisa jadi merupakan opininya sendiri, tetapi kemungkinan juga mewakili pandangan para tokoh hawkish lain dalam tubuh The Fed. Konsekuensinya, kurs dolar AS makin perkasa.

 

Jepang Tak Inginkan Depresiasi Yen Lagi

Penguatan greenback memicu kekhawatiran bagi negara-negara pengguna mata uang lain. Jepang yang sempat mempromosikan pelemahan yen pada era Abenomics, kini ketar-ketir menghadapi risiko dampak negatif dari pelemahan nilai tukar yang kemungkinan akan lebih besar dibandingkan nilai positifnya.

"Stabilitas itu penting dan pergerakan mata uang yang tajam itu tidak diinginkan," kata Menteri Keuangan Shunichi Suzuki kepada parlemen Jepang tadi pagi, "Yen yang lemah memiliki kelebihan, tetapi kerugiannya lebih besar dalam situasi saat ini di mana harga minyak mentah dan bahan baku melonjak secara global, sementara yen yang lemah meningkatkan harga impor, merugikan konsumen dan perusahaan yang tidak dapat menanggung biaya-biaya."

Pernyataan Suzuki menandai sikap Jepang yang semakin kritis terhadap dinamika pasar forex. Terlepas dari itu, sekadar penyataan saja tak lagi memadai untuk membendung pelemahan yen saat ini.

Download Seputarforex App

297623
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.