EUR/USD 1.070   |   USD/JPY 155.380   |   GBP/USD 1.246   |   AUD/USD 0.650   |   Gold 2,335.33/oz   |   Silver 27.43/oz   |   Wall Street 38,085.80   |   Nasdaq 15,611.76   |   IDX 7,115.99   |   Bitcoin 64,481.71   |   Ethereum 3,156.51   |   Litecoin 83.80   |   PT PLN (Persero) segera melantai ke Bursa Karbon Indonesia alias IDX Carbon, dengan membuka hampir 1 juta ton unit karbon, 4 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) meraih fasilitas pinjaman dari Bank BNI (BBNI) senilai $250 juta, 4 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Induk perusahaan Google, Alphabet Inc (NASDAQ: GOOGL), menguat sekitar 12%, mencapai rekor tertinggi di sekitar $174.70, 4 jam lalu, #Saham AS   |   Nasdaq naik 1.2% menjadi 17,778, sementara S&P 500 naik 0.8% menjadi 5,123 pada pukul 18.49 ET (22.49 WIB). Dow Jones Futures naik 0.1% menjadi 38,323, 4 jam lalu, #Saham AS

Survei Caixin: PMI Manufaktur China Turun, Tapi Masih Di Zona Ekspansi

Penulis

Aktivitas manufaktur China untuk bisnis skala kecil menengah menunjukkan ekspansi di bulan Desember 2019. Namun, ada sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Seputarforex.com - Pada hari Kamis (2/Januari), Caixin merilis indeks aktivitas manufaktur China selama bulan Desember 2019 yang berada pada angka 51.5, sedikit turun dibandingkan periode sebelumnya yang 51.8. Rilis data PMI Manufaktur tersebut juga lebih rendah dari forecast ekonom yang memprediksi pelemahan ke 51.7.

PMI Manufaktur China

Meski sedikit menurun, aktivitas manufaktur negeri Tirai Bambu sejatinya masih berada di jalur ekspansi. Perlu diketahui, pembacaan indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan kondisi kontraksi atau penyusutan baru terkonfirmasi bila angka indeks mencapai kurang dari 50.

Investor sangat mencermati data Manufaktur Caixin yang menampilkan kondisi pada sektor Industri skala kecil hingga menengah, karena dianggap lebih komprehensif dibandingkan data PMI Manufaktur resmi yang hanya menyasar sektor skala besar.

 

Sektor Manufaktur China Menatap Prospek Cerah

Tercapainya kesepakatan dagang fase pertama antara China dan AS yang segera ditandatangani pada pertengahan bulan ini, dipercaya banyak pihak akan kembali menumbuhkan optimisme pelaku industri di China. Hal ini pada akhirnya dapat mendorong aktivitas manufaktur untuk kembali bergairah pada bulan-bulan mendatang.

"Kepercayaan bisnis yang lemah adalah faktor utama dibalik pelemahan ekonomi China tahun 2019... Karena kesepakatan dagang tahap pertama AS-China telah memberikan sinyal positif terhadap pasar, maka ada ruang untuk pemulihan kepercayaan bisnis yang seharusnya dapat membantu menstabilkan perekonomian," kata Zhengsheng Zhong, direktur analisis makroekonomi CEBM Group.

 

Dolar AS Melemah Terhadap Yuan

Data Manufaktur China yang cukup solid memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar dan investor. Di samping itu, prospek penyelesaian perang dagang yang kian positif ikut menekan pergerakan Dolar AS versus Yuan pada perdagangan awal tahun. Kondisi ini terlihat pada pair USD/CNH yang berada pada kisaran 6.9645, atau melemah 0.25 persen dari harga Open harian.

Survey Caixin: PMI Manufaktur China

Mencermati fenomena pelemahan Dolar AS, Elias Haddad dari Commonwealth Bank of Australia berpendapat, "Prospek pertumbuhan global yang lebih menggembirakan dan kondisi likuiditas Dolar AS telah merongrong USD terhadap mata uang utama lainnya... Secara khusus, pengaturan kebijakan moneter global akan tetap akomodatif di tahun 2020 dan perlambatan ekonomi China mulai stabil," kata Haddad yang menjabat sebagao ahli strategi FX senior di Commonwealth Bank of Australia.

291498
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.